Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 76


__ADS_3

Rumah orang tua Alesa pun kini mulai tampak sepi karena kedua kakak laki-laki Alesa sekeluarga telah kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing dua jam yang lalu, Alesa tampak lesu melihat keadaan rumah yang semula ramai seketika jadi tampak sepi.


Alesa duduk di ruang TV bersama Azzam yang kini bermain sendirian karena para sepupu Azzam sudah pada pulang, sang ayah dan sang ibu seperti biasa menghabiskan waktu di halaman belakang menikmati suasana yang masih sejuk meski hari sudah mulai siang.


Suaminya Alesa yang seperti sebelum-sebelumnya masih juga mengurung diri di dalam kamar seperti tak memiliki pekerjaan, selain di kamar tidur dan memainkan gawai entah seperti tak memiliki rasa bosan sama sekali.


Kemungkinan berapa hari lagi Alesa juga akan kembali ke ruko milik suaminya, meski sebenarnya berat hati Alesa rasakan harus meninggalkan kedua orang tuanya yang sudah usia lanjut dan nampak makin tua.


.


.


Adzan dzuhur berkumandang


"Ayah mana?" tanya Mas Ilham saat hendak keluar rumah karena ingin berangkat ke masjid untuk sholat berjamaah


"Barusan berangkat duluan" jawab Alesa menoleh sekilas ke arah suaminya dan kembali menatap Azzam yang sedang di suapi makan


"Aku berangkat ya, Assalamualaikum" kata Mas Ilham kemudian melangkahkan kaki keluar rumah


"Walaikumsalam" jawab Alesa singkat


Selepas kepergian suaminya Alesa masih sibuk menyuapi Azzam, sedangkan sang ibu memilih duluan sholat dari Alesa agar bisa bergantian untuk menjaga Azzam jika Alesa hendak sholat dzuhur nanti.


Hanya sepuluh menit sang ibu telah selesai sholat bertepatan Alesa juga sudah selesai menyuapi Azzam makan, kini Azzam di temani sang nenek bermain di ruang TV sembari sang nenek menonton TV dan Alesa sudah berada di dalam kamar mandi.


Setelah mengambil air wudhu di kamar mandi Alesa segera keluar dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya, di dalam kamar Alesa mulai memakai mukena dan membentangkan sajadah lalu mengerjakan sholat dzuhur empat raka'at dengan khusyuk.

__ADS_1


Selesai sholat seperti biasa Alesa selalu meluangkan waktu untuk membaca al-quran karena bagi Alesa dengan ia membaca al-quran hatinya akan terasa tentram dan damai, setelah itu Alesa merapikan alat sholatnya dan mengembalikan ke tempatnya.


Lalu Alesa keluar dari kamar tidurnya menghampiri sang ibu yang ada di ruang TV bersama Azzam, tiba di ruang TV ternyata Azzam sudah tertidur di pangkuan sang nenek dengan begitu pulas.


"Azzam baru tidur apa udah lama, bu?" tanya Alesa kepada sang ibu sembari mendudukkan bokong di samping sang ibu


"Barusan, biarin dulu disini soalnya takut ke bangun dan nanti malah nangis" kata Ibunya Alesa sembari tersenyum menatap cucunya tertidur dengan nyaman di pangkuannya


"Nanti tangan ibu pegal" kata Alesa yang tak mau merepotkan sang ibu


"Mending Azzam cuma tidur disini bentar, kamu waktu kecil dulu paling gak mau bisa tidur kalau gak di gendong" kata Ibunya Alesa menceritakan masa kecil Alesa dulu


"Bener itu apa yang di katakan ibumu, sampai ibumu mengeluh kenapa kamu gak mau di tarok di kasur" kata Ayahnya Alesa tiba-tiba muncul ikut nimbrung dalam obrolan Alesa dan sang ibu


Alesa dan sang ibu langsung menoleh ke belakang ternyata sang ayah sudah pulang dari masjid namun seperti biasa sendirian, dan lagi-lagi suaminya Alesa tak berbarengan dengan sang ayah pulang dari masjid.


"Pulang itu ucap salam, yah. Bukan nimbrung obrolan kita" tegur Ibunya Alesa kemudian mencium punggung tangan suaminya dengan takzim


Alesa pun melakukan hal yang sama mencium punggung tangan sang ayah dengan takzim, setelah itu Alesa mengambil Azzam dari pangkuan sang ibu dan mengendong Azzam ke kamar hendak di letakkannya di atas kasur.


Setelah memastikan Azzam tidur dengan nyaman dan takkan terjatuh dari kasur, Alesa pun kembali keluar kamar dan melangkahkan kaki ke arah dapur dimana sang ibu tengah menata makanan di atas karpet buat mereka makan siang.


"Assalamualaikum" ucap Mas Ilham dari depan sembari melangkahkan kaki masuk rumah


"Walaikumsalam" jawab Alesa dan sang ibu secara bersamaan dari arah dapur


Suaminya Alesa segera melangkahkan kaki ke arah kamar lalu setelah tiba di kamar suaminya Alesa mengganti baju koko dan sarung yang di pakainya saat ini dengan kaos oblong dan celana training, kemudian suaminya Alesa keluar dari kamar dan menuju dapur.

__ADS_1


Kini mereka berempat makan siang bersama dalam keadaan sunyi dan sepi, setelah kepulangan kedua kakak laki-laki Alesa sekeluarga suasana makan siang saat ini terasa berbeda biasa sedikit berisik mendengar celotehan keponakan-keponakan Alesa dengan Azzam.


Selesai makan Alesa langsung membereskan bekas makan mereka bersama sang ibu dan langsung mencuci piring-piring kotor, biasanya Alesa akan mengerjakan pekerjaan tersebut bersama kedua istri kakaknya tapi kali ini dengan sang ibu.


Biasanya juga Alesa dan kedua istri kakaknya itu akan bertukar cerita pengalaman menjadi seorang ibu yang anaknya sedang aktif-aktifnya, tapi sekarang terasa hampa seperti ada yang hilang di sisi Alesa meski ia jarang bertemu dengan kedua istri kakaknya tapi sangat senang jika sudah berkumpul.


"Bu, Alesa ke kamar ya. Mau istirahat" kata Alesa pamit dengan sang ibu setelah semua pekerjaan selesai


"Iya, ibu juga pengen istirahat" kata Ibunya Alesa sembari tersenyum kepada sang anak


Alesa segera melangkahkan kaki menuju kamarnya meninggalkan sang ibu di dapur yang juga hendak ke kamar, tiba di kamar Alesa melihat suaminya yang sedang duduk sembari memainkan gawai.


"Mas, pas pulang dari masjid kok gak bareng ayah bukannya pas mau berangkat tadi mas nanyai ayah" kata Alesa setelah membaringkan tubuhnya di samping Azzam


"Tadi mau bareng, tapi ayah udah duluan pulang" kata Mas Ilham tanpa mengalihkan pandangannya dari gawai


"Ohhh" jawab Alesa singkat


Kemudian Alesa mulai memejamkan kedua kelopak matanya yang sudah terasa sangat berat, dan tak berapa lama sudah terdengar dengkuran halus yang keluar dari mulut Alesa bahkan Alesa tidur terlihat sangat pulas.


Suaminya Alesa melihat sekilas wajah Alesa yang sedang tidur itu, dan tiba-tiba suaminya Alesa ingin buang air kecil mau tak mau suaminya Alesa keluar dari kamar dan melangkahkan kaki ke arah kamar mandi yang memang terletak di dapur.


Setelah menyelesaikan hajatnya suaminya Alesa hendak kembali ke kamar namun saat melewati kamar kedua orang tua Alesa, suaminya Alesa samar-samar mendengar obrolan kedua orang tua Alesa.


"Ayah masih marah dengan Ilham sehingga gak pernah mau negur Ilham duluan?" tanya Ibunya Alesa kepada suaminya


"Masih sedikit kesal saja, dan masak juga ayah yang harus menegur Ilham duluan. Seharusnya dia sebagai menantu berusaha mengambil hati mertua" kata Ayahnya Alesa kesal dengan menantunya

__ADS_1


"Kalo kalian sama-sama egois dan gak mau saling tegur sampai kapanpun akan begini terus" kata Ibunya Alesa menasehati suaminya


Suaminya Alesa yang mendengar obrolan tersebut segera berlalu dari depan kamar kedua orang tua Alesa, suaminya Alesa juga jadi merasa bersalah karena memang berapa hari ini selalu menghindar dari ayahnya Alesa semenjak kejadian waktu itu.


__ADS_2