
Satu tahun kemudian
"Kenapa gak lebaran disini aja sih, Mas" kata Alesa yang begitu berat harus mudik lagi ke kediaman mertuanya
"Iya gak bisalah, setiap tahun aku tu pasti pulang ke rumah orang tuaku. Kamu harus setuju, lusa kita pulang dan persiapkan semuanya. Aku juga udah pesan tiket bus" kata Mas Ilham tetap teguh dengan keputusannya kemudian melangkahkan kaki ke depan hendak menjaga warung miliknya
Alesa hanya bisa menghela napas panjang, mau tak mau ia harus menerima keputusan suaminya meski saat ini rasanya masih trauma karena harus menginap di kediaman mertuanya apalagi harus bertemu lagi dengan kakak iparnya yang julid serta mertuanya yang kejam itu.
Alesa jadi tak semangat untuk menyambut lebaran idul fitri tahun ini, tahun kemarin mereka lebaran disini karena ada covid-19 jadi tak bisa mudik dan bisa mudik pas covid-19 sudah tidak ada lgi itu pun ia merasa menderita pulang dalam keadaan hamil besar dan di jadikan babu oleh keluarga suaminya.
"Bun, akk gi" kata Azzam yang kini sudah berusia satu tahun enam bulan bahkan Azzam sudah bisa bicara meski masih sedikit cadel
"Ohh iya, maafin Bunda jadi lupa kalau lagi nyuapin Azzam makan" kata Alesa tersadar dan langsung melanjutkan acaranya yang tengah menyuapi Azzam
Alesa tersenyum memandangi Azzam yang makan sangat lahap dan semua jenis makanan Azzam sangat suka, ia memang membiasakan Azzam makan semua jenis makanan dari mulai MPASI usia enam bulan dulu hingga saat ini meski ada juga drama susah makan pas lagi mau tumbuh gigi.
Selesai Azzam menghabis makanan di piring, Alesa langsung mencuci piring kotor itu setelah itu kembali ke ruang TV hendak menemani Azzam yang tengah bermain mobil-mobilan yang di susun oleh Azzam sampai memanjang seperti jembatan tapi Alesa hanya duduk memperhatikan saja.
ia tidak ikut bermain karena itu bisa mengasah otak anak yang suka melakukan imajinasi sendiri, tapi lambat laun memperhatikan Azzam bermain Alesa jadi mengantuk apalagi ia dari tadi hanya duduk diam di tambah suasana puasa yang siang sangat panas seperti saat ini mudah sekali terserang kantuk.
Alesa pun menguap bahkan air mata mengenang di kantung matanya karena menahan rasa kantuk, dan tiba-tiba ia terlelap namun baru saja hendak menikmati tidurnya Azzam menangis membuat Alesa langsung membuka kedua kelopak matanya dan mendekati Azzam yang sedang menangis.
Alesa pun langsung memeluk Azzam sembari mengelus punggung belakang dan mencium pucuk kepala Azzam, ia sengaja tak bertanya dulu karena ingin membiarkan dahulu Azzam yang sedang menangis itu menyelesaikan tangisannya.
"Azzam kenapa, kok bisa nangis gitu" kata Mas Ilham datang-datang langsung mengintrogasi Alesa
__ADS_1
"Sssttt...." Alesa meletakkan jari telunjuknya di bibirnya meminta suaminya diam dahulu jangan banyak tanya apalagi saat ini Azzam masih menangis
Suaminya pun langsung diam dan memilih kembali ke depan karena percaya Alesa bisa mengurus Azzam, tangis Azzam sudah mulai redah dan Alesa langsung menatap kedua bola mata milik Azzam dengan tatapan kasih sayang.
"Azzam jatuh, mana yang sakit?" tanya Alesa setelah melihat Azzam sudah lebih tenang
"Ni akit" kata Azzam sembari menyodorkan lengannya yang agak memerah
"Gak apa-apa nanti pasti sembuh, Azzam kan anak kuat dan pintar" kata Alesa meniup-niup lengan Azzam yang memerah itu
Azzam pun menganggukkan kepala paham dengan perkataan Alesa, kemudian Azzam kembali bermain lagi dan kali ini Alesa tak mau sampai kecolongan lagi sampai Azzam terjatuh seperti tadi apalagi rasa kantuk yang menyerang matanya juga sudah hilang.
Waktu terus berjalan Azzam sudah bosan bermain dan sepertinya Azzam juga mulai merasa ngantuk terlihat Azzam yang sudah sangat lesu, Alesa pun mengajak Azzam untuk tidur siang namun sebelum tidur Alesa mengajari Azzam untuk membereskan mainan dahulu.
Seperti biasa ketika sedang menyusui Azzam Alesa pasti ikut tertidur, meski tak tau ia dahulu yang memejamkan kedua kelopak mata atau Azzam yang jelas saat ini baik Alesa mau pun Azzam sama-sama tertidur dengan sangat pulas.
.
.
Adzan ashar berkumandang
Alesa yang mendengar suara adzan terbangun lalu beranjak duduk, namun baru saja duduk Azzam sudah ikutan bangun juga seperti tau kalau Alesa hendak meninggalnya kemudian Alesa pun berusaha menidurkan Azzam lagi.
Tapi sepertinya Azzam tak mau tidur lagi bahkan langsung beranjak dan melangkahkan kaki ke warung milik suaminya, Alesa yang masih duduk hanya geleng-geleng kepala di tinggalkan oleh Azzam begitu saja.
__ADS_1
"Heh, jagoan Ayah udah bangun. Ikut Bunda dulu ya, Ayah mau sholat" kata Mas Ilham menoleh melihat Azzam yang tengah memeluk kedua kakinya kemudian ia berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Azzam
"Yah tut, tut" kata Azzam yang merengek ingin ikut suaminya
"Azzam dengan Bunda dulu, OKE" kata Alesa sembari mengendong Azzam dan di dudukkannya di kursi yang ada di warung milik suaminya yang biasa di dudukinya atau di duduki suaminya
Suaminya pun kembali melangkahkan kaki yang sempat terhenti tadi menuju kamar mandi setelah memastikan Azzam patuh ikut dengan Alesa, tiba di kamar mandi segera suaminya mengambil air wudhu untuk menunaikan kewajiban sebagai hamba-NYA.
Setelah itu suaminya menghampiri Alesa dan Azzam yang sedang di warung ingin pamit berangkat ke masjid, Azzam dengan pintar mencium punggung tangan Ayahnya dengan takzim lalu Alesa juga ikut mencium punggung tangan suaminya dengan takzim juga.
Suaminya keluar ruko sembari mengucapkan salam dan di jawab Alesa sembari melambaikan tangan Azzam, selepas kepergian suaminya lalu Alesa mengendong Azzam ke dapur ingin mengambilkan buah melon untuk Azzam sebagai cemilan sore Azzam.
Setelah di cucinya dengan bersih dan di potong-potong, Alesa kembali mengendong Azzam ke warung dan di dudukannya Azzam di atas karpet, lalu Alesa meletakkan piring yang berisi potongan buah melon itu di hadapan Azzam yang sudah duduk anteng menunggu cemilan sorenya.
Azzam mulai mengambil satu persatu potongan buah melon itu, dengan begitu lahap Azzam memakan potongan buah melon itu meski ada korbannya yaitu baju yang di pakai Azzam jadi kotor serta karpet yang di duduki Azzam juga kotor karena ada beberapa potongan buah melon ada yang berceceran.
Selesai Azzam makan cemilan, Alesa kembali mengendong Azzam ke kamar mandi dengan cekatan ia membersihkan baju Azzam yang kotor serta mulut Azzam juga dan tak lupa Alesa memberi seperempat air putih untuk di minum Azzam.
Tak lama kemudian suaminya pulang dan bergantian dengan Alesa menjaga Azzam sekalian menjaga warung miliknya, karena Alesa juga harus sholat menunaikan kewajiban sebagai hamba-NYA yang tentu jangan sampai melupakan kewajiban itu.
Apalagi saat ini bulan puasa pastinya harus lebih perbanyak lagi amalan karena pahalanya menjadi dua kali lipat dari bulan-bulan biasanya, setelah Azzam dengan suaminya kemudian Alesa segera ke kamar mandi hendak mengambil air wudhu.
Visual Bayi Azzam Sekarang
__ADS_1