
Setiap hari pekerjaan sang ibu yang pertama yaitu mengurus Alesa dengan telaten dan cekatan, belum lagi memasakan sang anak dan sang menantu yang tak boleh ketinggalan membantu memandikan cucu laki-lakinya dan membereskan semua pekerjaan di ruko milik sang menantu.
Sang ibu sengaja melakukan semua itu mumpung masih menginap dan selagi sang anak sebelum melewati 40 hari pasca melahirkan, sebenarnya Alesa sudah lebih baik namun sang ibu yang begitu cerewet masih belum membolehkan Alesa untuk mengerjakan pekerjaan apapun.
Alesa pun hanya menghela napas panjang, mau tak mau menuruti kemauan sang ibu dari pada harus berdebat dan Alesa paling tak bisa yang namanya membantah sang ibu apalagi menurutnya mungkin sebegitu lah sayangnya orang tua terhadap anak.
Namun karena sudah satu bulan Alesa tak banyak melakukan apapun, akhirnya Alesa meminta izin dengan sang ibu untuk memandikan bayinya saja ingin mengurangi sedikit pekerjaan sang ibu yang sangat banyak.
"Yakin kamu bisa memandikan Azzam?" tanya Ibunya Alesa memastikan sang anak bisa memandikan cucu laki-lakinya
"Iya bu, kapan lagi Alesa belajar kalau ibu terus menerus yang memandikan Azzam. Kan gak selamanya Ibu disini" jawab Alesa yang sudah melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuh bayi Azzam
"Ya sudah, air hangatnya udah Ibu siapkan tadi. Jadi langsung saja mandikan sekarang" kata Ibunya Alesa akhirnya mengalah dengan sang anak
Alesa mengendong bayi Azzam ke arah kamar mandi lalu memasukan bayi Azzam ke dalam bak mandi bayi dengan perlahan Alesa menyirami bayi Azzam yang begitu senang jika bertemu dengan air, bahkan sesekali bayi Azzam berceletoh meski hanya terdengar gumam saja.
"Wah asyik banget ya sayang mandinya" kata Alesa sembari mengajak bayi Azzam ngobrol
Hanya berapa menit Alesa pun sudah selesai memandikan bayi Azzam, kini ia kembali ke ruang TV dan segera memakaikan minyak telon serta bedak lalu tak lupa baju celana sekalian kaos kaki dan kaos tangan tapi tak di bedong lagi karena bayi Azzam sudah gak mau.
__ADS_1
"Wah jagoan Ayah udah ganteng" kata Mas Ilham yang mendekati Alesa dan bayi Azzam
"Iya donk Ayah, apalagi yang mandiin Bunda" jawab Alesa dengan bicara ala bayi sembari memainkan tangan bayi Azzam
Suaminya hanya tersenyum menanggapi jawaban Alesa berbicara ala bayi lalu suaminya mencium pipi gemoy bayi Azzam, setelah itu beranjak lagi dari situ ingin kembali ke warung miliknya karena terdengar ada yang hendak membeli.
Selesai memakaikan bayi Azzam pakaian Alesa mengendong bayi Azzam ke teras depan hendak menjemur bayi Azzam agar bayi Azzam segar terkena matahari pagi, Alesa duduk santai di teras depan dan ketika para pembeli ke warung mereka sekalian menghampiri bayi Azzam yang sedang berjemur.
"Masyaallah cakep bayinya, mirip Bundanya" kata Para pembeli setiap kali melihat wajah bayi Azzam
"Terima kasih Nenek" jawab Alesa lagi-lagi berbicara ala bayi
Para pembeli ingin sekali mengendong atau mencubit pipi gemoy bayi Azzam, namun suaminya Alesa begitu cerewet gak ngebolehin siapapun menyentuh bayi Azzam apalagi para pembeli dari luar tidak tau apakah membawa bakteri atau tidak dan tangan para pembeli belum juga tentu bersih.
Tiba di ruang TV Alesa pun langsung menyusui bayi Azzam dahulu sebelum bayi Azzam tertidur, bayi Azzam saat bertemu dengan sumber makanannya begitu lahap sampai kadang satu jam membuat Alesa selalu pegal di kedua tangannya akibat terlalu lama mengendong bayi Azzam.
Namun tak masalah bagi Alesa justru ia bahagia melihat bayi Azzam menyusu dengan lahap, di tambah pipi bayi Azzam sekarang makin gemoy dan berat badan bayi Azzam juga terlihat seperti makin berat dari pertama bayi Azzam lahir.
Dan akhirnya satu jam kurang bayi Azzam pun tertidur, Alesa segera meletakkan bayi Azzam ke dalam kasur dan di tutupi dengan kelambu agar tak ada satu pun serangga yang masuk menganggu tidur bayi Azzam.
__ADS_1
Alesa beranjak dari ruang TV hendak mandi mumpung bayi Azzam masih tidur, ketika berada di area dapur Alesa melihat sang ibu yang tengah memasak lauk untuk makan siang mereka dan di wastafel ada beberapa piring kotor menumpuk bekas mereka sarapan pagi tadi.
"Bu, Alesa bantu ya" kata Alesa mendekat ke arah wastafel dan mulai mencuci piring-piring kotor itu
"Mau melarang, kamu sudah ngerjain aja" kata Ibunya Alesa menoleh ke arah sang anak yang sudah mencuci piring-piring kotor
Alesa menyengir membenarkan perkataan sang ibu, selesai mencuci semua piring kotor baru Alesa masuk ke dalam kamar mandi hendak membersihkan tubuhnya yang memang sudah terasa lengket apalagi tadi habis berjemur bareng bayi Azzam.
Selesai mandi dan memakai daster lengan panjang Alesa kembali duduk bersandaran di dinding di samping kasur bayi Azzam yang masih tertidur dengan sangat pulas, Alesa beruntung bayi Azzam tak pernah menangis ketika malam hari paling bangun hanya minta susu.
Untungnya Alesa selalu terbangun ketika mendengar gumam yang keluar dari mulut bayi Azzam seperti begitu sangat terikat batin seorang ibu ke anak, Alesa memandangi wajah bayi Azzam yang selalu di bilang para tetangga dan para pembeli sangat mirip dengannya seperti pinang di belah dua.
"Ini sa jagung rebus, tadi Ibu beli jagung dengan tukang sayur jadi Ibu rebuskan buat cemilan kamu" kata Ibunya Alesa meletakkan piring yang berisi lima buah jagung rebus
"Wahh, sepertinya enak ini bu" kata Alesa mengambil jagung rebus itu lalu mulai menggigitnya sedikit demi sedikit
"Nak Ilham, sini ada jagung rebus" kata Ibunya Alesa memanggil sang menantu yang sedang duduk di warung sembari memainkan gawainya lalu sang ibu beranjak kembali ke dapur
"Iya bu" jawab Mas Ilham beranjak mendekati Alesa dan ibu mertuanya lalu mengambil satu buah jagung rebus dan di bawanya ke warung
__ADS_1
Alesa yang selalu merasa lapar menghabiskan tiga buah jagung rebus tanpa ia sadari, ia baru sadar ketika jagung rebus itu tinggal satu buah dan membuatnya menggelengkan kepala karena lagi-lagi nafsu makannya sekarang sangat meningkat ketimbang waktu hamil kemarin.
Selesai memakan tiga buah jagung rebus barusan Alesa pun terserang kantuk, hingga Alesa pun memutuskan untuk tidur sejenak kemudian ia mulai memejamkan kedua kelopak matanya dan mulai tertidur di samping kasur bayi Azzam.