Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 66


__ADS_3

Setelah para laki-laki selesai makan kini giliran para wanita yang makan, Alesa pun langsung beranjak dari duduknya ikut mengantri bersama yang lain sembari mengendong Azzam yang terlelap setelah makan tadi.


"Sini Azzam, biar aku yang gendong" kata Mas Ilha menghampiri Alesa yang sedang mengantri untuk mengambil makan


Alesa pun segera melepas jarit panjang buat gendong Azzam dan perlahan memindahkan Azzam ke tangan suaminya, setelah itu Alesa kembali ke barusan antriannya ingin mengambil makanan seperti yang lain.


Kemudian Alesa mengisi piring yang di pegangnya dengan berbagai macam makanan yang ada di atas meja, selesai mengambil makanan ia duduk menyendiri di sudut ruangan karena yang lain lebih banyak duduk dekat kakak iparnya.


Alesa sudah bisa menebak kalau mereka berkumpul ingin membicarakan Alesa lagi, tapi Alesa tak peduli yang di pikirannya sekarang yang penting ia makan dengan kenyang dan tak menganggu orang-orang yang telah menghinanya.


"Loh Alesa, kok sendirian disini. Kenapa gak gabung dengan yang lain" kata Pemilik rumah tersebut duduk di samping Alesa


"Gak apa-apa Bu de, sedikit terburu makannya soalnya takut Azzam bangun" kata Alesa mencari alasan yang masuk akal


"Ohh iya, makan yang banyak kamu kan menyusui. Biar tubuh kamu sedikit berisi juga jangan kurus kayak gini" kata Pemilik rumah itu lagi merasa kasihan dengan Alesa yang terlihat seperti kelelahan dan kurang tidur


"Iya Bu de" jawab Alesa sembari menundukkan kepalanya tanda paham dengan perkataan pemilik rumah itu


Selesai makan Alesa membantu membereskan rumah kerabat suaminya itu, sekalian ingin membantu beberapa orang yang hendak mencuci piring namun pemilik rumah itu melarang Alesa karena disini Alesa sebagai tamu.


Tentu Alesa terharu karena pemilik rumah ini begitu mengayominya tak seperti ibu mertuanya dan kakak iparnya, yang bisanya menjadikanya sebagai babu di rumah mertuanya bahkan tak di izinkan untuk istirahat sama sekali.


Untungnya akhir-akhir ini Alesa begitu cerdik melawan ibu mertuanya dengan kakak iparnya, dengan alasan selalu tertidur di dalam kamar suaminya yang sebenarnya ia hanya diam saja kadang juga bermain bersama Azzam.

__ADS_1


Yang pasti pintu kamar suaminya pasti ia kunci dari dalam agar tak ada yang tau apa yang di lakukannya di dalam kamar, tapi meski begitu Alesa tetap tau diri juga jika sore hari pasti keluar dari kamar dan langsung memasak tanpa di suruh.


Soalnya kalau bukan Alesa yang memasak lauk pauk buat seluruh anggota keluarga di rumah mertuanya siapa lagi, kakak iparnya tentu takkan mungkin mau di suruh masak tapi kalau ibu mertuanya mungkin masih mau memasak seperti kejadian waktu Azzam hilang berapa hari yang lalu.


Karena Alesa menangis dan sedih, ibu mertuanya jadi turun tangan memasak sendirian meski selama memasak Alesa mendengar keluh kesah ibu mertuanya seperti tak ikhlas memasak lauk pauk untuk Alesa padahal sebagai menantu Alesa ingin juga merasakan di masakkan oleh ibu mertuanya.


"Kalian kapan pulang ke tempat tinggal kalian?" tanya Pemilik rumah tersebut yang memang lebih banyak mengobrol dengan Alesa ketimbang yang lain


"Mungkin lima hari lagi disini Bu de, soalnya kita juga pengen pulang ke rumah orang tuaku" kata Alesa sembari tersenyum ramah


"Wahh bentar lagi donk, padahal Bu de masih mau ngobrol dengan kamu. Apalagi kita jarang ketemu, kemungkinan ketemu lagi tahun depan kalau usia kita masih sama-sama panjang" kata Pemilik rumah tersebut begitu senang mengobrol dengan Alesa


Pemilik rumah itu bisa menilai bahwa Alesa anaknya baik dan sangat sopan, berbeda dengan beberapa kerabatnya yang lain yang tampak angkuh apalagi yang jika sudah memiliki segalanya akan lupa dengan kerabat sendiri.


Begitu juga dengan Alesa, ia sangat senang. Dari sekian banyak kerabat suaminya hanya pemilik rumah ini yang sangat baik dan mengajaknya mengobrol terus menerus, tak seperti yang lain malahan ia di jadikan bahan obrolan mereka.


Alesa berjalan beriringan dengan suaminya yang masih setia mengendong Azzam yang tertidur dengan sangat pulas, sedangkan kedua mertuanya sudah pulang dari tadi dan yang masih di belakang hanya kakak iparnya saja.


Suami kakak iparnya juga sudah pulang bersama kedua anaknya, tiba di rumah Alesa meminta suaminya meletakkan Azzam di atas kasur dan mereka ingin mengerjakan sholat dzuhur yang sudah lewat berapa menit yang lalu.


Alesa dan suaminya pun sholat dzuhur di rumah karena jika suaminya hendak pergi ke masjid tentu tak sempat lagi soalnya pasti para jamaah yang sholat sudah selesai dan kemungkinan sudah bubar dari masjid, ini kedua kali Alesa sholat di imami suaminya.


Apalagi suaminya memang jarang sekali sholat di rumah dah lebih sering sholat di masjid, karena suaminya tau keutamaan sholat berjamaah di masjid bagi para laki-laki maka dari situ suaminya sangat jarang sholat di rumah dan bahkan bisa di hitung dengan jari.

__ADS_1


Selesai sholat Alesa mencium punggung tangan suaminya dengan takzim, dan di balas suaminya dengan mencium kening Alesa yang sudah lama sekali suaminya tak memperlakukan Alesa begitu membuat Alesa jadi rindu masa-masa awal pernikahan mereka.


Tapi sayang rasa di hati Alesa sudah mati jadi seromantis apapun suaminya memperlakukannya tetap tak mengembalikan hati Alesa yang sudah terluka, Alesa segera melepas mukenah dan merapikan sajadah yang di pakainya.


Suaminya sudah keluar setelah sholat, sedangkan Alesa memilih berbaring di samping Azzam sembari bermain gawainya ingin mengirim pesan kepada adik iparnya dan tentunya untuk meminta maaf karena ini hari lebaran.


^^^[Assalamualaikum, Sil. Minal aidin wal faizin, maafin mbak ya kalau banyak salah]^^^


^^^[Walaikumsalam, mbak. Sisil yang seharusnya minta maaf dengan mbak, kalau saja Sisil banyak salah dengan mbak]^^^


^^^[Saling memaafkan saja, kita sebagai manusia tak pernah jauh dari kesalahan]^^^


^^^[Iya benar, mbak. Udah dulu ya mbak, teman-teman Sisil mau mengajak Sisil pergi]^^^


^^^[Ohh iya, hati-hati di jalan]^^^


"Alesa, Azzam belum bangun?" tanya Mas Ilham menghampiri Alesa yang sedang berbaring di 0p Azzam


"Belum, Mas. Memangnya mau pergi sekarang?" kata Alesa sembari beranjak duduk


"Iya, itu mobil Mas Dimas udah siap. Yang lain juga sudah pada siap" kata Mas Ilham pada Alesa


"Ya sudah kalau mau berangkat sekarang, Mas. Azzam gak apa-apa sembari di gendong, kan pakai mobil juga" kata Alesa kemudian mengambil jarit panjang dan mengendong Azzam yang masih tidur

__ADS_1


Kini mereka semua sudah berada di dalam mobil milik suami kakak iparnya, Alesa dan suaminya duduk di kursi bagian belakang sekali sedangkan kedua mertuanya serta anak sulung kakak iparnya di bagian tengah dan kakak iparnya tentu di samping kemudi sembari memangku anak bungsu mereka.


Mobil tersebut sudah lama di beli oleh suami kakak iparnya secara kredit dan baru berapa bulan ini selesai pembayaran kreditnya, mobil pun mulai di lajukan oleh suami kakak iparnya dengan kecepatan sedang meninggalkan kediaman mertuanya menuju rumah kerabat suaminya yang lain.


__ADS_2