
Setelah makan malam Alesa terpaksa harus membereskan meja makan sendirian karena anggota di rumah mertuanya langsung pergi begitu saja, ia hendak pergi juga tak bisa karena tak memiliki alasan apalagi Azzam di jaga suaminya.
Alesa yang sebenarnya malas hanya bisa menggerutu di dalam hati dan mengumpat semua anggota di rumah ini, yang selalu menjadikannya babu saat ia menginap disini padahal ingin sekali Alesa merasakan bagaimana sebagai menantu di ratukan.
Selesai membereskan meja makan pasti ia juga yang di suruh mencuci semua piring kotor tersebut, pekerjaan yang sangat malas di kerjakan Alesa selama disini karena mencuci piring harus ke halaman belakang dengan kondisi gelap hanya ada penerang lampu yang sedikit redup.
Brakk.....
Satu baskom yang berisi piring kotor itu terlepas dari tangan Alesa saat ia hendak melangkahkan kaki ke halaman belakang, semua anggota keluarga di rumah mertuanya mendengar benda jatuh segera bergegas menghampiri Alesa yang terduduk.
"Ahhh, piring-piring mahal milikku jadi pecah semua" kata Ibu mertuanya sembari mengangkat satu persatu piring yang sudah pecah bahkan hancur
"Alesa, kamu ini gimana sih. Masak bawa itu aja gak bisa" kata Kakak iparnya Alesa memarahi Alesa
Alesa hanya diam tak menjawab karena ia benar-benar tak sengaja menjatuhkan baskom yang berisi piring kaca itu, apalagi tadi ia seperti menginjak sesuatu makanya reflek melepaskan baskom yang ada di tangannya.
"Lihat semua piring mahal ibu pecah, kamu harus ganti. Ibu susah payah beli itu semua" kata Ibu mertuanya Alesa sembari menarik lengan Alesa dengan keras
"Maaf bu, Alesa gak sengaja" jawab Alesa yang akhirnya mengeluarkan suara karena ia juga syok sehabis menjatuhkan semua piring milik ibu mertuanya itu
Suaminya tak membela Alesa sama sekali, ia justru memilih pergi dari situ sembari mengendong Azzam sedangkan Azzam menatap Alesa dengan tatapan berkaca-kaca seperti hendak menangis dan tau Alesa sedang tidak baik-baik saja.
Bapak mertuanya dan suami kakak iparnya pun juga memilih pergi karena bukan urusan mereka hal seperti itu jadi tak penting bagi mereka para laki-laki, Alesa mengigit bibir bawahnya menahan rasa sakit di hatinya karena tak ada yang peduli dengannya.
__ADS_1
"Pokoknya ibu minta ganti, awas saja kalau kamu gak ganti. Mulai besok gak boleh makan di rumah ini, ingat perkataan ibu" kata Ibu mertuanya Alesa memegang dagu Alesa sampai wajah Alesa mendongak menghadap ibu mertuanya
"Dan satu lagi, kamu harus mengerjakan semua pekerjaan di rumah ini termasuk mencucikan semua pakaian anggota keluarga di rumah ini" kata Kakak iparnya sembari mendorong kepala Alesa
Ibu mertuanya dan kakak iparnya segera pergi dari hadapan Alesa, meninggalkan Alesa sendirian di halaman belakang dan karena Alesa sendirian ia pun segera menumpahkan kesedihan yang dari tadi di tahannya.
Alesa merasa mulai tak tahan dengan semua ini, setiap hari di jadikan babu di rumah mertuanya dan membuat Alesa sakit hati satu pun dari semua anggota keluarga di rumah mertuanya tak ada yang peduli dengannya bahkan membelanya.
Alesa menangis dalam diam sembari memeluk kedua lututnya dan menundukkan kepalanya, ingin sekali ia pergi dari sini sejauh mungkin tapi ia selalu memikirkan masa depan Azzam yang sekarang sangat dekat dengan suaminya.
Jika ia pergi bersama Azzam tentu Azzam akan kehilangan sosok ayah meski suaminya tak sepenuhnya bisa jadi sosok ayah yang baik, tapi Azzam sudah mengenali wajah ayahnya semenjak suaminya agak sering mengajak Azzam bermain.
Adzan isya' berkumandang Alesa segera beranjak dari duduknya dan mengambil air wudhu di kran yang ada di halaman belakang, setelah itu ia masuk ke dalam rumah sembari mengambil Azzam di pangkuan suaminya yang kebetulan ingin pergi ke masjid.
Tatapan mata Alesa dan suaminya bertemu, suaminya mungkin tau bahwa Alesa habis menangis terlihat dari kedua bola mata Alesa yang memerah namun Alesa buru-buru mengalihkan tatapannya dan langsung mengendong Azzam ke kamar suaminya.
Selesai sholat Alesa kembali menangis sembari mengaduh kepada ALLAH ingin pergi dari dunia ini selamanya karena sudah lelah menjalani kehidupan seperti ini, setelah itu Alesa menyempatkan diri untuk membaca al-quran agar hatinya yang sedang sakit terobati.
Berapa menit Alesa sudah selesai membaca al-quran kemudian ia segera mengajak Azzam untuk berbaring di atas kasur, beruntungnya Azzam patuh hingga akhirnya Alesa berbaring sembari menyusui Azzam agar Azzam tertidur.
Tok....tok....tok
"Alesa...." panggil Mas Ilham setelah berapa kali mengetuk pintu
__ADS_1
Alesa yang belum tidur memilih pura-pura tak mendengar, ia tak butuh lagi perhatian dari suaminya yang telah mengabaikannya tadi bahkan bukan hanya mengabaikan namun juga tak di bela oleh suaminya sama sekali.
Padahal Alesa sangat butuh itu semua pas kejadian tadi, namun sayangnya suaminya seperti menutup mata dan telinga terhadap Alesa yang tertindas oleh keluarga suaminya itu dan Alesa memilih memejamkan matanya meski belum mengantuk.
"Aii, udah sih Ilham. Istri gak becus gitu buat apa juga kamu samperin, kenapa juga kamu bisa mendapatkan istri kayak gitu sih" kata Kakak iparnya Alesa kepada suaminya Alesa
"Apaan sih, mbak" kata Mas Ilham kepada kakak kandungnya itu
"Dari awal kamu memutuskan mau menikah dengan Alesa mbak tu gak setuju, karena dia itu anak kecil yang masih manja bahkan mungkin masih berada di ketiak ibunya jika belum menikah dengan kamu. Mending kamu dengan Desi mantan kamu dulu, udah seorang bidan cantik pula" kata Kakak iparnya Alesa lagi mengompori suaminya Alesa
Alesa yang di dalam kamar mendengar semua perkataan kakak iparnya itu dan kini ia tau mengapa kakak iparnya tak menyukainya karena menganggap ia anak kecil yang masih manja, dan kakak iparnya lebih suka dengan Desi mantan kekasih suaminya.
Alesa seperti pernah melihat nama itu, namun lupa dimana dan Alesa tak mendengar lagi juga jawaban dari suaminya entah suaminya tak mau menjawab atau karena tau ia belum tidur di dalam kamar jadi takut ketahuan apa yang akan di katakan suaminya.
Waktu terus berjalan bahkan sekarang sudah menunjukan pukul 01.00 malam, namun kedua kelopak mata Alesa tak mau juga terpejam bahkan ia tak sedikit pun merasakan apalagi pikirannya saat ini masih berkelana kemana-mana.
Susah payah Alesa memejamkan kedua kelopak matanya namun sepertinya usahanya sia-sia, Alesa pun memilih keluar kamar ingin mengambil air wudhu ingin sholat malam kalau saja setelah sholat ia bisa terserang kantuk.
"Alesa...." panggil Seseorang dari punggung belakang Alesa
Alesa yang mendengar panggil langsung terlonjak kaget dan langsung menoleh ke belakang, dan ternyata suami kakak iparnya yang ada di belakangnya habis dari dapur mengambil minum terlihat suami kakak iparnya itu memegang gelas berisi air.
"Kamu belum tidur?" tanya Suami kakak iparnya itu
__ADS_1
"Belum, Mas. Maaf aku pergi dulu mau ke kamar mandi" kata Alesa langsung bergegas masuk kamar mandi
Alesa buru-buru mengambil air wudhu, ia ingin secepatnya kembali ke kamar suaminya karena takut jadi fitnah berada di luar kamar bersama suami kakak iparnya yang juga belum tidur.