
"Awas aja Ilham, kamu diam-diam kasih Alesa makanan biarin dia kelaparan. Itu hukuman dia karena tidak bisa ganti piring-piring mahal milik ibu yang di pecahkannya semalam" kata Ibu mertuanya Alesa memperingati anak kesayangannya itu
"Tapi kasihan bu, Alesa belum mengisi perutnya sama sekali. Dia kan menyusui Azzam, terus dia udah ngerjain semua pekerjaan di rumah ini" kata Mas Ilham yang membela Alesa karena kasihan melihat Alesa di kamar menahan lapar
"Tidak ada tapi-tapian, kalau kamu melanggar hukuman yang ibu buat. Kamu juga sama gak akan ibu kasih makan" kata Ibu mertuanya Alesa mengancam anak kesayangannya itu
Suaminya pun terdiam dapat ancaman dari ibu kandung sendiri, sedangkan Alesa yang mendengar perdebatan itu hanya bisa menghela napas tak habis pikir dengan ibu mertuanya yang tak memiliki rasa belas kasihan kepadanya.
Dari pagi hingga menjelang siang ini Alesa hanya minum air dan sedikit pun belum mengisi perutnya dengan makanan, ketika sedang menyuapi Azzam pun ia hanya bisa meneguk ludahnya saking ke pengen makan.
Alesa sudah berniat mengganti piring-piring milik ibu mertuanya itu, tapi karena ia tak bekerja dan ibu mertuanya tau uang yang di pegang Alesa adalah milik suaminya padahal uang itu adalah uang nafkah yang sudah menjadi haknya.
Alesa yang tengah berada di dalam kamar suaminya sembari menyusui Azzam hanya bisa memegang perutnya yang terasa sangat lapar, setelah Azzam tertidur Alesa memilih ingin ikut tidur juga agar rasa laparnya hilang.
Di saat Alesa tidur suaminya masuk kamar melihat Alesa yang tertidur sembari memegang perutnya, suaminya merasa kasihan melihat Alesa seperti itu dan suaminya pun keluar dari kamar ingin mencari keberadaan semua anggota keluarga di rumah ini.
Setelah memastikan semuanya pada tidur siang, suaminya pun bergegas keluar dari rumah lalu segera pergi ke rumah kerabat suaminya yang baik kemarin ingin meminta makanan karena makanan di rumah di simpan sang ibu di dalam lemari dan di kunci bahkan kuncinya di bawa sang ibu.
Tiba di rumah kerabat suaminya itu, suaminya langsung menaiki anak tangga dengan terburu-buru dan untungnya kerabat suaminya ada di ruang depan sedang menonton TV jadi tak terlalu menganggu.
"Bu de, maaf sebelumnya boleh gak Ilham minta makanan buat Alesa. Makan di rumah udah pada habis Alesa belum makan" kata Mas Ilham mencari alasan yang masuk akal dan tak mau menjelaskan apa yang terjadi
Sebenarnya suaminya ingin membelikan Alesa nasi bungkus saja namun karena masih suasana lebaran jadi pemilik warung makan belum membuka warungnya, jadi mau tak mau suaminya memberanikan diri meminta dengan kerabatnya.
__ADS_1
"Ohh iya, sebentar Bu de wadahi dulu" kata Kerabat suaminya itu sembari ke dapur ingin mengambilkan makanan yang di perlukan suaminya
Suaminya mondar mandir di ruang depan menunggu kerabat suaminya itu mengambilkan makanan yang ia minta barusan, jika terlalu lama ia takut orang di rumah sudah pada bangun dan takut tak sempat memberi Alesa makan.
"Ini makanannya" kata Kerabat suaminya itu setelah berapa menit di dapur menyerahkan rantang yang berisi makanan
"Terima kasih, ya Bu de. Ilham pamit" kata Mas Ilham menerima rantang tersebut dan segera menuruni anak tangga satu persatu
Suaminya pun mempercepat langkah kakinya bahkan sedikit berlari biar bisa secepatnya sampai di rumah, tiba di rumah suaminya menoleh ke kanan ke kiri memastikan tak ada yang melihat tindakannya barusan.
Dan syukurnya rumah masih terlihat sepi yang artinya semuanya masih pada tidur siang, suaminya langsung membawa rantang yang berisi makanan ke kamar tidurnya dan tiba di dalam kamar ia langsung mengunci pintu dari dalam.
"Alesa.... Alesa...." panggil Mas Ilham sedikit berbisik
"Ini apa, Mas?" tanya Alesa bingung karena suaminya memberinya sebuah rantang
"Ini makanan untuk kamu, cepat makan. Kalau bisa itu di simpan buat kamu makan malam nanti, aku keluar sebentar mau mengambil sendok dan minum buat kamu" kata Mas Ilham kemudian beranjak hendak keluar kamar
"Terima kasih, Mas" kata Alesa begitu terharu dengan perlakuan suaminya barusan karena ternyata suaminya masih peduli dengannya
Suaminya hanya tersenyum kemudian segera keluar dari kamar menuju dapur hendak mengambilkan Alesa sendok dan minum, setelah mendapatkan satu botol air minum dan satu sendok bersih suaminya kembali ke kamar dan di berikannya kepada Alesa.
Setelah itu suaminya memilih keluar kamar dan tentu tak lupa memperingati Alesa untuk mengunci pintu kamar dari dalam agar sang ibu tak tau kalau Alesa punya makanan, dan suaminya memilih untuk di duduk di sofa ruang keluarga hendak menonton TV.
__ADS_1
Alesa yang di dalam kamar segera membuka rantang makanan itu dan ternyata makanan itu sangat banyak bahkan jika Alesa makan sangat banyak, tetap masih cukup buat stok makan malam ia nanti.
Dan Alesa mengerutkan keningnya melihat makanan yang ada di dalam rantang karena berbeda dengan makanan yang ada di rumah mertuanya yang di masaknya tadi, namun ia tak perlu bertanya dengan suaminya yang pasti makanan itu halal bukan hasil mencuri.
Alesa segera melahap makanan tersebut dengan sangat lahap karena ia benar-benar sudah sangat lapar, selesai makan dan perutnya terasa kenyang Alesa pun mengucap syukur kepada ALLAH yang menetapkan porsi rezeki setiap hamba-NYA.
Setelah itu Alesa menyimpan rantang makanan yang masih berisi makanan itu di belakang pintu, biar ketika pintu di buka tak terlihat dari luar jika ada sebuah rantang makanan dan rantang makanan itu juga ia tutupi pakai daster miliknya.
"Alesa...." teriak Ibu mertuanya Alesa di depan pintu kamar sembari mengetuk pintu kamar sedikit keras
Alesa yang tak mau sampai Azzam ke bangun dari tidurnya segera membuka pintu kamar tersebut dan keluar kamar sembari menutup kembali pintu kamar agar ibu mertuanya tak masuk kamar.
"Kenapa di tutup lagi pintu kamarnya, kamu nyumpetin makanan" kata Ibu mertuanya Alesa hendak mendorong pintu kamar itu
"Gak kok bu, aku takut Azzam ke bangun makanya aku tutup lagi" kata Alesa yang menahan handle pintu kamar itu
"Awas saja kalau ketahuan nyumpetin makanan, ibu hukum kamu tidur di teras nanti malam" kata Ibu mertuanya Alesa sembari menunjuk wajah Alesa
"Gak bu, bukannya makanan ibu simpan di lemari dan ibu kunci. Kuncinya juga ibu pegang, gimana caranya Alesa mengambil makanan" kata Alesa berkata apa adanya
"Ahh sudah-sudah malas mendengar kamu ngomong, cepat kamu angkat jemuran di luar ini udah sore nanti hujan lagi" kata Ibu mertuanya Alesa kemudian pergi meninggalkan Alesa begitu saja
Alesa menghembuskan napasnya perlahan dan bersyukur ibu mertuanya tidak masuk kamar, jika ia ketahuan menyimpan makanan bisa-bisa malam nanti ia tidur di teras tentu tak bisa Alesa bayangkan jika tidur harus jauh dari Azzam.
__ADS_1