
Seperti janji suaminya tadi, kini Alesa dan suaminya membawa bayi Azzam ke Puskesdes yang terletak di ujung desa ingin mengobati bayi Azzam yang panas di tubuhnya tak turun-turun dari subuh tadi hingga saat ini.
Alesa mengendong bayi Azzam masuk ke dalam Puskesdes untuk menemui bu Bidan yang biasa bertugas di Puskesdes tersebut, bayi Azzam di letakkan di atas ranjang pasien lalu mulai di periksa oleh bu Bidan dari jantung, mata dan mulut.
"Ohh bayi Azzam terkena sariawan dan panas dalam, makanya tubuh bayi Azzam saat ini panas tinggi" jelas Bu Bidan setelah memeriksa bayi Azzam
"Gak ada sakit serius kan Bu Bidan?" tanya Alesa yang ingin lebih memastikan lagi
"Gak ada, bayi Azzam masih mau gak menyusu dengan Bunda?" kata Bu Bidan kepada Alesa yang terlihat sangat khawatir
"Kalau semalam masih mau, kalau sekarang paling sebentar" jawab Alesa apa adanya
"Meski menyusunya sebentar tapi harus sesering mungkin ya, soalnya takutnya bayi Azzam kena dehidrasi kekurangan cairan. Nanti saya kasih obat untuk bayi Azzam" kata Bu Bidan lalu keluar dan berjalan menuju ke arah obat-obatan
Alesa menganggukkan paham lalu kembali mengendong bayi Azzam, kemudian Alesa melangkahkan kaki keluar dari ruangan tersebut dan menyusul Bu Bidan yang kini tengah menyiapkan obat untuk bayi Azzam.
Setelah mendapatkan resep obat dari Bu Bidan serta sudah di bayar oleh Alesa, Alesa pun pamit pulang kepada Bu Bidan dan berjalan sembari mengendong bayi Azzam menghampiri suaminya yang duduk di ruang tunggu yang ada di luar Puskesdes.
"Ayo Mas udah selesai" kata Alesa yang telah berdiri tak jauh dari tempat suaminya duduk
__ADS_1
Tanpa menjawab suaminya langsung beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki menuju ke arah parkiran dimana sepeda motor miliknya terparkir, suaminya segera menghidupkan sepeda motor miliknya lalu Alesa segera naik ke jok belakang.
Suaminya pun mulai melajukan sepeda motor miliknya meninggalkan Puskesdes dan menuju ruko miliknya, tak butuh waktu lama Alesa dan suaminya sudah tiba di ruko milik suaminya lalu Alesa langsung turun setelah suaminya memarkirkan sepeda motor di teras depan.
Alesa juga langsung masuk ke dalam ruko dan meletakkan bayi Azzam yang sedang tidur di kasur bayi, kemudian Alesa pergi ke kamar mandi menguyur tubuhnya dengan air secepat kilat karena habis dari Puskesdes makanya Alesa memilih langsung mandi.
Apalagi banyak yang bilang jika dari rumah sakit atau Puskesmas kita harus langsung mandi soalnya banyak penyakit dari sana entah itu benar atau tidak, yang jelas Alesa tetap menerapkan apalagi saat ini bayi Azzam sedang sakit jadi tak mungkin ia langsung mengurus bayi Azzam.
Selesai mandi dan berpakaian lengkap Alesa kembali mendekati bayi Azzam yang ternyata sudah bangun, namun beruntungnya kali ini bayi Azzam tidak menangis dan Alesa pun langsung menyusui bayi Azzam seperti saran Bu Bidan tadi kalau bayi Azzam harus sesering mungkin di susui.
Setelah bayi Azzam selesai menyusu, Alesa segera memberikan syrup kepada bayi Azzam obat yang di beri oleh Bu Bidan tadi sesuai dengan takaran yang tertulis agar panas tinggi bayi Azzam segera turun serta sariawan di dalam mulutnya juga cepat sembuh.
"Kamu belum ngapa-ngapain dari tadi?" tanya Mas Ilham sehabis dari kamar mandi melihat pakaian bertumpukan serta rumah berantakan
"Iya meski gak sempat nyuci pakaian setidaknya rapikan sebentar lah ruko ini, gak lama kan paling berapa menit. Aku sumpek lihat ruko berantakan dari depan ke belakang" kata Mas Ilham yang terlihat rungsing melihat keadaan ruko seperti kapal pecah
"Oke, aku kerjain tapi jaga bayi Azzam sebentar" kata Alesa beranjak dari duduknya dan ke depan sembari membawa sapu
Memang hanya berapa menit Alesa bisa merapikan semua yang berantakan namun Alesa heran dengan suaminya, apa suaminya itu tak bisa sedikit pun mau mengerjakan pekerjaan tersebut padahal suaminya tau ia dari tadi sibuk mengurus bayi Azzam.
__ADS_1
Karena malas berdebat Alesa memilih diam dan segera menyelesaikan apa saja yang terlihat masih berantakan, namun sepertinya mencuci pakaian dan memasak untuk makan siang Alesa tak bisa apalagi sekarang sudah terdengar tangisan bayi Azzam yang kembali rewel.
"Maaf Mas aku gak bisa masak untuk makan siang nanti, jadi mending beli saja di warung depan. Sini bayi Azzam-nya pekerjaanku udah selesai" kata Alesa sembari mengambil alih bayi Azzam
"Ya udah, nanti beli aja" jawab Mas Ilham lalu memilih kembali ke depan untuk menjaga warung miliknya
Alesa kembali menyusui bayi Azzam dan syukurnya panas di tubuh bayi Azzam sepertinya sudah turun karena Alesa bisa merasakan kalau sekarang tubuh bayi Azzam sudah normal, sekarang mungkin tinggal penyembuhan pada sariawan dalam mulut bayi Azzam.
Setelah puas menyusu bayi Azzam pun akhirnya tertidur, Alesa yang sudah tak punya kerjaan di tambah ia juga sangat lelah karena semalaman mengurus bayi Azzam jadi sekarang memilih untuk ikut istirahat dan tidur di samping bayi Azzam.
Rasanya ia baru saja memejamkan kedua kelopak matanya tapi sudah terdengar adzan dzuhur di masjid yang tak jauh dari ruko milik suaminya, Alesa pun terpaksa bangun dari tidurnya ingin menggantikan suaminya menjaga warung soalnya pasti suaminya hendak pergi ke masjid ingin sholat berjamaah.
Seperti biasa Alesa yang sudah hapal dengan waktu suaminya sholat setengah jam pasti suaminya kembali dari masjid, namun ternyata pulang dari masjid suaminya sempat mampir di warung depan ingin membeli nasi bungkus untuknya dan suaminya makan siang ini apalagi ia memang tidak masak sama sekali hari ini tadi.
Setelah itu Alesa pun bergantian menjaga warung dengan suaminya, ia ingin segera menunaikan sholat dzuhur juga dan selesai sholat Alesa langsung menyiapkan nasi bungkus yang di beli suaminya tadi di atas karpet yang biasa mereka gunakan untuk makan bersama.
"Mas, ayo makan" kata Alesa setelah selesai menyiapkan alat makan dan gelas tentu tak lupa seteko air minum
"Iya" jawab Mas Ilham singkat sembari menghampiri Alesa di dapur
__ADS_1
Alesa dan suaminya mulai makan nasi bungkus milik mereka masing-masing dengan nikmat dan lahap, mereka makan dalam keadaan hening dan tenang kali ini karena tak ada yang menganggu acara makan mereka sepertinya tuhan begitu adil dari awal makan sampai selesai tak ada yang ingin membeli di warung milik suaminya.
Selesai makan Alesa menyempatkan diri langsung mencuci piring kotor bekas mereka makan barusan mumpung bayi Azzam masih tidur, lalu setelah itu Alesa kembali mendekati bayi Azzam sembari mengecek suhu tubuh bayi Azzam yang syukurnya benar-benar sudah normal.