
Sudah hampir satu minggu ini warung milik suaminya masih juga tampak sepi, apalagi Alesa kini sudah tau penyebabnya yaitu karena ada sebuah ind0maret di tengah-tengah desa ini yang sudah buka hampir satu bulan ini.
Itu sebabnya para pelanggan di warung milik suaminya pada berlari ke ind0maret soal mungkin lebih murah karena ada diskon, Alesa juga baru tau kabar tersebut dari menantu Bu Sri makanya Alesa tak heran lagi jika warung milik suaminya sekarang tampak sepi.
Bahkan Alesa juga sering kali melihat raut wajah suaminya yang tampak sedih karena tak ada yang belanja di warung milik suaminya itu, dan kemungkinan pemasukan di warung milik suaminya juga turun draktis dari pendapatan biasanya.
Alesa hanya menghela napas panjang dan sebagai istri hanya bisa selalu berdoa semoga pemasukan di warung milik suaminya kembali stabil meski harus bersaing dengan ind0maret, dan kini Alesa juga sudah berusaha lebih menghemat biaya pengeluaran mereka.
"Mas, titip Azzam ya. Aku mau mandi" kata Alesa pada suaminya sembari mendudukkan Azzam di warung milik suaminya
"Kamu itu gak lihat apa, aku lagi ngecek barang-barang di warung. Bawa Azzam kesana nanti menganggu aku saja" kata Mas Ilham tanpa menoleh dan menaikan nada bicaranya yang saat ini suaminya memang sedang mengecek satu persatu barang di warung
Alesa tentu terkejut dengan respon suaminya barusan, padahal selama kembali ke ruko tersebut suaminya sudah tak pernah lagi berbicara dengan nada yang tinggi namun kali ini sepertinya suaminya memang sedang tak mau di ganggu.
Mau tak mau Alesa pun kembali mengendong Azzam dan membawa Azzam ke ruang TV, Alesa sebenarnya ingin sekali secepatnya mandi apalagi badannya sekarang terasa sangat gerah dan lengket akibat keringat yang terus menetes.
Alesa pun duduk diam di ruang TV sembari menemani Azzam yang tengah bermain dengan mainan-mainannya, sesekali Alesa melirik ke arah suaminya yang terlihat rungsing setelah mengecek satu persatu barang di warung.
Namun Alesa tak banyak berbuat hanya melihat dari kejauhan saja, mau membantu juga tak tau harus membantu apa belum lagi suaminya juga sepertinya tak mau di ganggu dan bisa-bisa Alesa jadi kena marah oleh suaminya.
"Ahhh..... Sial" teriak Mas Ilham yang berada di warung sembari mengumpat dan menjambak rambutnya begitu frustasi
__ADS_1
Alesa yang ada di ruang TV terlonjak kaget mendengar teriakan suaminya yang sedang berada di warung, Alesa sangat yakin pasti ada masalah yang terjadi di warung sehingga membuat suaminya sampai berteriak seperti itu.
Azzam yang juga mendengar teriakkan ayahnya langsung memeluk Alesa, bergemetar begitu ketakutan tentu Alesa tau itu karena Azzam memang memiliki trauma dari kecil yang tak bisa mendengar suara teriakkan atau pun suara yang sangat keras.
Alesa terus memeluk Azzam sembari mengelus punggung belakang Azzam agar Azzam bisa segera tenang, meski Azzam tak menangis tapi tubuh Azzam masih juga bergemetar hingga berapa belas menit akhirnya Azzam sudah lebih tenang.
Waktu berjalan begitu cepat kini hari telah menunjukkan pukul 11.55, namun Alesa masih juga belum mandi dari pagi tadi membuat Alesa sudah sangat risih dengan keringat di badannya yang masih terus menetes.
Hingga tak terasa adzan dzuhur pun berkumandang, suaminya yang sudah memakai baju koko dan sarung handalannya bersiap-siap hendak berangkat ke masjid setelah mengambil air wudhu di kamar mandi tadi.
"Aku berangkat, Assalamualaikum" kata Mas Ilham pamit dengan Alesa kemudian melangkahkan kaki keluar ruko
"Walaikumsalam" jawab Alesa yang saat ini sedang menidurkan Azzam setelah selesai makan lima belas menit yang lalu
Setengah jam kemudian suaminya telah pulang dari masjid, suaminya masuk ke dalam ruko sembari mengucapkan salam hingga membuat Alesa terbangun dari tidurnya dan Alesa baru sadar kalau ia barusan ketiduran.
Alesa menoleh ke sampingnya dan ternyata Azzam sudah tidur, kemudian Alesa beranjak dari tidurnya perlahan-lahan agar Azzam tak ke bangun lalu Alesa hendak mengambil handuk karena ingin segera membersihkan tubuhnya yang sudah penuh dengan keringat.
"Kamu kok bau banget sih" kata Mas Ilham yang berpapasan dengan Alesa
"Apa, Mas? Aku bau, salah Mas sendiri gak mau bantu jaga Azzam tadi makanya aku belum mandi sampai sekarang" kata Alesa yang kesal karena di bilang suaminya bau
__ADS_1
"Ahhh gak usah cari alasan segala, kamu kan semenjak lahiran memang gak peduli lagi dengan tubuh kamu" kata Mas Ilham lagi menatap Alesa seperti mengejek
"Aku gak peduli dengan tubuhku, Hahaha apa aku gak salah denger. Aku sudah berusaha terlihat cantik di depan Mas Ilham, tapi Mas Ilham gak pernah menghargai karena mata Mas Ilham suka melirik wanita di luar sana yang mungkin terlihat sangat cantik di mata Mas Ilham sehingga aku takkan pernah cantik di mata Mas Ilham" kata Alesa panjang lebar semakin kesal dengan suaminya yang tiba-tiba mencari masalah dengannya
"Ahh berbicara dengan kamu membuang waktuku saja" kata Mas Ilham mengibaskan tangannya kemudian melangkahkan kaki ke arah depan ingin menjaga warung miliknya
Alesa juga melangkahkan kaki ke kamar mandi ingin segera membersihkan tubuhnya, ia pun baru ingat bahwa ia juga saat ini belum sholat dzuhur semua tertunda hanya gara-gara ia berdebat dengan suaminya tadi perdebatan yang menurutnya tak penting.
Selesai mandi dan sekalian mengambil air wudhu, Alesa segera keluar dari kamar mandi dan menuju kamar tidur kemudian segera memakai pakaian lengkap setelah itu menunaikan sholat dzuhur empat raka'at dengan khusyuk.
"Alesa...." panggil Mas Ilham sembari menghampiri Alesa
"Ada apa sih, Mas?" tanya Alesa yang kebetulan sudah selesai sholat dan bahkan telah merapikan alat sholat yang di pakainya barusan
"Cepat siapin makan, aku udah lapar" kata Mas Ilham yang sudah duduk di atas karpet
"Biasain nyiapin sendiri kenapa sih, Mas. Gimana kalau aku udah gak ada lagi di dunia ini, siapa yang bakal ngurus Mas" kata Alesa yang sangat dongkol dengan suaminya karena apa-apa harus Alesa seperti anak kecil
"Kamu tu ngomong apa sih, cepat aku udah lapar banget" kata Mas Ilham terus memerintah Alesa
Alesa yang dongkol tetap mengerjakan apa yang di perintah suaminya lalu segera menata semua masakannya pagi tadi di atas karpet, ia juga mengisi piring milik suaminya dengan nasi serta lauk pauk yang ada di hadapan mereka kemudian menyerahkan piring yang telah terisi itu kepada suaminya.
__ADS_1
Setelah itu Alesa juga mengisi piring miliknya dengan nasi dan lauk pauk untuknya mumpung Azzam tidur Alesa ingin makan barengan suaminya, dengan lahap Alesa menyantap makanan yang ada di dalam piringnya sampai ia menambah berapa kali saking sangat nikmatnya makan kali ini karena tak ada yang mengganggunya.
Suaminya pun akhirnya ikut-ikutan menambah juga, namun lagi-lagi Alesa yang harus mengambilkan nasi serta lauk pauk untuk suaminya padahal sudah terhidang di hadapan mereka membuat Alesa mau tak mau menghentikan sejenak acara makannya demi melayani suaminya.