Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 60


__ADS_3

Flashback On


Hari ini Alesa kurang tidur karena semalam lagi-lagi ia harus begadang karena Azzam sangat rewel gara-gara mau tumbuh gigi lagi, bahkan Alesa terus menguap setiap kali mengerjakan pekerjaannya dan ingin sekali ia tidur sejenak untuk menghilangkan rasa kantuknya.


Tapi itu tak akan mungkin karena pekerjannya masih ada yang belum di kerjakannya, setelah selesai dengan pekerjaannya dan waktu juga sudah menunjukan pukul 06.45 pagi Alesa segera menyiapkan sarapan untuknya dan suaminya di tatanya dengan rapi sarapan itu di atas karpet.


"Mas, ayo sarapan" kata Alesa setelah semuanya sudah tertata dengan rapi


"Iya, sebentar" sahut Mas Ilham dari depan yang masih sibuk melayani para pembeli


Setelah itu baru suaminya melangkahkan kaki ke arah dapur dan segera duduk di hadapan Alesa, seperti biasa dengan cekatan Alesa mengambilkan makanan untuk suaminya kemudian di serahkannya piring yang sudah berisi makanan itu kepada suaminya.


Mungkin terlihat Alesa masih sangat peduli dengan suaminya, namun sebenarnya hati Alesa sudah tak baik-baik saja semenjak kejadian waktu suaminya memarahinya serta memarahi Azzam sampai Azzam menangis dan ketakutan karena ulah suaminya itu.


Alesa yang masih selalu menyiapkan makanan serta melayani suaminya dengan baik karena ia ingat itu sudah hak suaminya, jadi sebagai istri ia juga harus tetap melakukan itu semua karena kewajibannya meski pun hatinya sudah tak berniat melayani suaminya tapi ia tak mau menjadi istri durhaka.


Selesai sarapan suaminya sudah kembali ke depan untuk menjaga warung miliknya, sedangkan Alesa seperti biasa ia langsung membereskan bekas makan mereka serta mencuci piring-piring kotor agar pekerjaan benar-benar selesai.


Kemudian Alesa menyempatkan diri untuk segera mandi agar ketika Azzam bangun dari tidurnya nanti, ia juga sudah selesai mandi dan tak perlu repot lagi untuk menitipkan Azzam ke suaminya apalagi ia masih trauma serta takut suaminya kembali memarahi Azzam.


Dan bertepatan ia selesai mandi, Azzam bangun dari tidurnya kemudian Alesa segera bergegas memakai daster setelah itu baru mendekati Azzam yang sudah duduk memandanginya dengan tatapan bahagia karena pertama kali bangun yang di lihat Azzam adalah ibunya.


"Jagoan Bunda udah bangun, mau langsung mandi" kata Alesa yang sudah berada di samping Azzam


Azzam hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Alesa pun segera melepas semua pakaian yang melekat di tubuh Azzam kemudian mengendong Azzam ke kamar mandi dan mendudukkan Azzam di dalam baskom sembari memberikan mainan.

__ADS_1


Lalu Alesa menyiram perlahan seluruh tubuh Azzam dengan air dan memberi shampo ke rambut Azzam yang tipis itu kemudian memberi sabun ke seluruh tubuh Azzam, setelah itu ia kembali menyiram perlahan seluruh tubuh Azzam dengan air agar semua shampo dan sabun di tubuh Azzam bersih.


Setelah puas mandi sambil bermain, Alesa segera membawa Azzam yang sudah terbalut dengan handuk ke ruang TV lagi kemudian dengan cekatan Alesa membaluri seluruh tubuh Azzam dengan minyak telon dan bedak lalu Alesa memakaikan Azzam baju kaos lengan pendek dengan celana pendek.


.


.


Adzan dzuhur berkumandang


Setelah menyusui Azzam, Alesa segera meletakan Azzam ke atas kasur lantai kemudian Alesa ke depan untuk menjaga warung milik suaminya karena suaminya ingin pergi ke masjid seperti biasa hendak sholat berjamaah.


Selepas keberangkatan suaminya, Alesa duduk saja di warung milik suaminya itu apalagi belum ada satu pun yang datang ke warung untuk belanja membuat Alesa mengantuk di tambah angin sepoi-sepoi dari jalan meniup ke arah wajah Alesa.


Alesa seperti terhipnotis tiba-tiba ia memejamkan kedua kelopak matanya hingga ia benar-benar tertidur dalam keadaan menopang dagunya tapi tetap menghadap ke arah jalanan, jika di lihat sekali lewat Alesa seperti tidak tidur namun jika di dekati orang pasti akan tau bahwa Alesa saat ini tertidur.


"Kenapa kita gak ambil aja, dia kan sedang tidur. Dan jalanan juga sepi, gak ada yang tau kalau kita mengambil barang di warung ini" kata Salah satu dari laki-laki itu saat sudah di dekat sepeda motor


"Gak akh, artinya sama saja kita mencuri" jawab Teman laki-laki itu


"Alah gak usah munafik, mumpung ada kesempatan" kata Yang satunya terus mengajak temannya itu


"Ya udah, mumpung ada kesempatan kita ambil banyak-banyak" kata Teman laki-laki itu


"Nah gitu donk" jawab Yang satunya dan mereka berdua kembali mendekati warung milik suaminya Alesa

__ADS_1


Tanpa ada yang curiga dan yang melihat, dua laki-laki itu mengambil beras 10 kg lima sak di warung milik suaminya Alesa dan karena tak ada plastik mereka memasukan beberapa barang ke dalam jok sepeda motor mereka semuatnya saja.


Karena aksi mereka memasukkan ke dalam jok seperti itu, jadinya suaminya Alesa yang kebetulan pulang dari masjid jadi curiga dan dua laki-laki itu melihat dari kejauhan ada orang yang curiga dengan mereka hingga akhirnya mereka segera menghidupkan sepeda motor mereka dan pergi dari sana.


"Maling, maling maling maling...." teriak Mas Ilham saat sudah menyebrang jalan dan hendak mengejar dua laki-laki tadi


Alesa yang tertidur akhirnya terbangun dan segera keluar dari ruko, para tetangga mulai ramai saat mendengar suaminya teriak maling dan Alesa baru sadar bahwa ia telah kecolongan barusan sehingga lima sak beras 10 kg hilang sudah di curi dua laki-laki itu.


Suaminya yang kesal tak bisa mengejar maling tadi langsung melangkahkan kaki ke arah Alesa, kemudian menarik lengan Alesa dengan keras masuk ke dalam ruko mereka membuat Alesa yang di tarik secara tiba-tiba hampir terjatuh.


Para tetangga yang tak mau ikut campur segera pergi dari sana dan kembali ke rumah mereka masing-masing, hanya menantu Bu Sri yang masih diam mematung di warung milik suaminya Alesa, ia takut terjadi apa-apa dengan teman baiknya itu apalagi ia tadi sempat melihat raut wajah suaminya Alesa yang terlihat sangat marah.


Plak


"Ampun Mas, maaf aku benar-benar gak sengaja ketiduran tadi" kata Alesa yang bersujud di kaki suaminya sembari memegang pipinya yang terasa kebas dan panas


Plak


"Ini semua gara-gara kamu, lihat aku rugi sangat besar. Kamu tau kan harga beras yang hilang tadi berapa, 500.000 lenyap sudah belum barang yang lain" bentak Mas Ilham dengan sangat emosi


Oweng....Oweng....Oweng


Karena suaminya berteriak membuat Azzam yang tengah tertidur akhirnya terbangun dan menangis, kemudian suaminya pergi dari hadapan Alesa memilih masuk kamar sembari menutup pintu kamar dengan begitu keras membuat tangis Azzam semakin kencang.


Alesa segera mendekati Azzam sembari memeluk Azzam dengan sangat erat, Alesa yang sudah tak tahan menahan air matanya pun akhirnya menangis ia sangat sakit hati dengan perlakuan suaminya barusan hanya karena barang di warung di curi suaminya setega itu menamparnya bahkan bukan hanya sekali.

__ADS_1


Flashback Off


__ADS_2