
Dua bulan kemudian
Hubungan Alesa dan suaminya sudah sedikit lebih baik, bahkan tak pernah lagi suaminya marah-marah dengan Alesa lagi hanya saja sekarang rumah tangga mereka tampak semakin sepi karena Alesa akhir-akhir ini sering melamun.
Sampai pekerjaannya terbengkalai entah apa penyebab Alesa berubah jadi pendiam dan banyak melamun, suaminya sering bertanya namun Alesa selalu jawab tidak apa-apa seperti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Alesa.
Seperti pagi weekend ini lagi-lagi suaminya melihat Alesa tengah melamun di depan wastafel bahkan sudah hampir setengah jam, sampai piring-piring kotor itu belum tersentuh sama sekali oleh Alesa karena ia masih larut dalam lamunannya.
"Kalau kamu capek ngerjain ini semua, biar aku yang kerjain" kata Mas Ilham menghampiri Alesa kemudian memegang pundak Alesa
Alesa langsung menoleh ke belakang dan baru tersadar dari lamunan saat suaminya memegang pundaknya, ia pun segera bergeser memberi ruang untuk suaminya mencuci piring-piring kotor itu lalu melangkahkan kaki ingin pergi dari situ.
"Sekarang kamu dengan Azzam siap-siap sana setelah ini kita jalan-jalan keluar" kata Mas Ilham menoleh ke arah Alesa sembari tersenyum
Alesa tak menyahut hanya menjawab dengan anggukkan kepala dan melanjutkan langkah kakinya menghampiri Azzam di ruang TV, Alesa pun segera mengambilkan baju yang terbaik untuk Azzam lalu membantu Azzam memakai baju itu.
Setelah Azzam siap kini giliran Alesa yang berganti baju, ia memilih gamis motif bunga berwarna soft pink dan di padukannya dengan jilbab warna soft pink juga hingga terlihat begitu indah.
Meski gamis yang di kenakan oleh Alesa kini terlihat sedikit kebesaran dengan tubuhnya yang sekarang semamin kurus tapi tak mengurangi kecantikannya yang ada di wajahnya, karena Alesa masih tampak cantik.
"Udah siap belum?" tanya Mas Ilham kepada Alesa yang masih mematung di depan meja rias
"Udah" jawab Alesa singkat sembari melangkahkan kaki keluar dari kamar
__ADS_1
Alesa mengandeng tangan Azzam saat akan keluar dari ruko, kemudian suaminya yang sudah menyiapkan sepeda motor meminta Alesa dan Azzam segera naik dan mereka pun menurut.
Sepeda motor milik suaminya pun mulai di lajukan oleh suaminya dengan kecepatan sedang meninggalkan ruko, sepanjang perjalanan hanya ada celotehan Azzam yang terdengar.
Hingga tak terasa sepeda motor milik suaminya sudah berhenti di sebuah toko baju dan taman bermain, Alesa dan Azzam segera turun dari sepeda motor saat sudah terparkir di antara kendaraan yang lain.
"Ayo, masuk" kata Mas Ilham kemudian mengendong Azzam dan tangan satunya mengandeng tangan Alesa
Alesa yang mendapat perlakuan baik dari suaminya diam mematung sembari memandangi tangan mereka yang bertautan itu, saat suaminya menoleh sembari menganggukkan kepala akhirnya Alesa mau melangkah.
Mereka bertiga pun tiba di tempat khusus jualan gamis-gamis, suaminya segera menyuruh Alesa mencari gamis yang di sukai Alesa lalu suaminya pamit ingin ke tempat khusus baju anak-anak ingin membelikan Azzam juga.
Alesa pun menuruti apa yang telah di perintah olej suaminya, namun saat melihat-lihat gamis itu Alesa tercengang melihat harga di gamis-gamis itu 300.000 ke atas dan tak ada yang di bawah harga 300.000.
"Gimana, udah dapat belum?" tanya Mas Ilham menghampiri Alesa yang dari tadi hanya mutar-mutar
Alesa hanya menjawab dengan gelengan kepala, kemudian suaminya ikut melihat-lihat gamis yang ada disitu dan ketika dapat gamis yang menurutnya cocok untuk Alesa segera suaminya mengambil lalu di perlihatkan dengan Alesa.
Alesa juga suka dengan gamis pilihan suaminya kemudian Alesa melihat bandrol harga gamis itu yang ternyata 500.000, Alesa pun langsung menggelengkan kepala karena tak mau membeli gamis yang harganya sangat mahal itu.
"Mbak, yang ini tolong di satukan dengan yang tadi ya. Ini uangnya" kata Mas Ilham memberikan gamis yang di pilihnya barusan kepada karyawan toko
"Harga gamisnya mahal, Mas. Kita beli ke pasar aja ya" kata Alesa menolak gamis yang memang sangat bagus itu
__ADS_1
"Sesekali gak apa-apa, bukankah udah lama kamu gak beli gamis" jawab Mas Ilham kemudian mengandeng tangan Alesa untuk menuju ke area permainan
Kini Alesa dan suaminya duduk di sebuah kursi yang tak jauh di area permainan sembari menikmati minuman, sedangkan Azzam sibuk bermain di area permainan yang kebetulan sangat ramai anak-anak lain bermain karena hari ini weekend.
Suaminya menyunggingkan senyuman melihat Alesa tersenyum memandangi Azzam yang sibuk bermain, suaminya kini sadar telah mendzolimi Alesa selama mereka menikah bahkan bukan Alesa saja yang terdzolimi Azzam juga.
Jadi mumpung masih bisa di perbaiki suaminya ingin memperbaiki semuanya dari awal lagi, meski sedikit terlambat namun tak masalah dari pada tidak sama sekali dan suaminya tersadar sekarang karena sering kali bermimpi di tinggal oleh Alesa.
Entah kemana Alesa akan pergi meninggalkannya, karena di dalam mimpinya hanya ada bayangan Alesa pamit kemudian menghilang begitu saja itu membuat suaminya jadi takut mimpi itu jadi kenyataan meski suaminya selalu mengatakan itu hanya bunga tidur.
Namun jika sekali mungkin suaminya bisa beranggapan hanya bunga tidur, namun mimpi itu setiap malam terjadi sampai kadang suaminya memilih tidak tidur dari pada terus memimpikan Alesa yang pergi.
"Azzam mainnya udah ya, kita makan siang dan sebentar lagi masuk waktu sholat" kata Mas Ilham sembari menghampiri Azzam yang terlihat kelelahan karena kebanyakan bermain
"Iya yah, Azzam juga udah mulai lapar" kata Azzam sembari mendekati ayahnya dan menyeka keringat di keningnya
Suaminya segera mengendong Azzam kemudian mengandeng tangan Alesa, dan mereka bertiga pun segera melangkahkan kaki menuju tempat makan yang kebetulan ada di samping toko tersebut.
Tiba di dalam tempat makan itu, suaminya mengajak Alesa dan Azzam duduk di salah satu kursi lesehan yang kosong kemudian suaminya memanggil pelayan disitu ingin segera memesan makanan.
Pelayan tempat makan itu segera bergegas menghampiri Alesa sekeluarga, kemudian menanyakan menu makanan dan minuman yang ingin di pesan Alesa sekeluarga setelah menyebutkan beberapa makanan dan mencatat pelayan itu pun pamit akan secepatnya menyiapkan pesanan Alesa sekeluarga.
Dan syukurnya hanya berapa menit pesanan Alesa sekeluarga sudah tiba, pelayan itu dengan telaten dan hati-hati menata semua pesanan itu di atas meja setelah itu mengucapkan selamat menikmati kepada Alesa sekeluarga.
__ADS_1
"Makan yang banyak, biar badan kamu kembali kayak dulu" kata Mas Ilham mengisi piring Alesa dengan berbagai jenis makanan sampai terlihat penuh