
Setelah Alesa melewati 40 hari lebih pasca melahirkan, kini sang ibu terpaksa harus kembali ke kediamannya yang sudah hampir dua bulan di tinggalkannya bahkan meninggalkan suaminya yang beruntungnya di temani anak sulung dan menantunya serta kedua cucunya.
Alesa masih tak mau melepaskan pelukannya dari sang ibu, seolah-olah memberi isyarat jangan meninggalkannya sendirian apalagi ia akan sibuk mengurus pekerjaan rumah sendirian belum lagi menjaga dan merawat bayi Azzam meski saat ini masih tak terlalu repot.
Alesa begitu takut jika sang ibu tak ada di dekatnya pasti suaminya akan kembali seperti dulu lagi kasar padanya, Alesa belum sanggup untuk melewati masa itu apalagi ia baru habis melahirkan jadi pikiran harus jernih dan ia tak mau terkena baby blues yang berdampak ke bayi Azzam.
"Udah nangisnya, udah punya bayi pulak. Udah jadi ibu sekarang kok masih cengeng aja" kata Ibunya Alesa menghapus air mata Alesa
"Sedih aja di tinggal Ibu" jawab Alesa sembari cemberut dan menghapus sisa air mata yang ada di kedua pipinya
"Ibu kan pulang ke rumah, terus kemarin awal-awal kamu nikah gak tu sampe nangis gini ninggalin ibu. Kenapa sekarang ibu yang mau ninggalin kamu, kamu nangis" kata Ibunya Alesa yang sebenarnya heran dengan kelakuan Alesa
Alesa berusaha menyunggingkan senyuman meski terpaksa, ia tak mungkin juga harus bergantung dengan sang ibu terus menerus dan kakak sulung yang tinggal di rumah orang tuanya saat ini juga tak mungkin terus menerus tinggal disana.
Dan mana mungkin Alesa tega membiarkan sang ayah sendirian di rumah, Alesa pun siap gak siap harus siap menerima apapun yang terjadi ke depan dan ia hanya bisa berdoa untuk saat ini semoga suaminya tak pernah kasar lagi dengannya setelah melihat perjuangannya yang melahirkan bayi mereka kemarin.
Alesa pun mengandeng tangan sang ibu sampai ke depan ruko, lalu sang ibu pamit kemudian segera naik ke jok belakang sepeda motor milik suaminya yang memang hendak mengantar sang ibu sampai di pusat kota dan selanjutnya sang ibu naik mobil travel sendirian.
"Hati-hati di jalan Mas, jangan ngebut" ujar Alesa memperingati suaminya setelah mencium punggung tangan suaminya dan sang ibu dengan takzim
"Iya, jaga bayi Azzam. Warung gak usah di jagain kalau ada yang mau beli bilang aja tutup" kata Mas Ilham lalu mulai melajukan sepeda motornya meninggalkan ruko miliknya
__ADS_1
Selepas kepergian sang ibu dan suaminya, Alesa memilih masuk ke dalam ruko hendak melihat bayi Azzam takutnya ke bangun namun ternyata masih tertidur dengan sangat pulas dan Alesa pun memilih untuk melangkahkan kaki ke arah dapur.
Di lihatnya di dalam lemari yang ada di dapur itu banyak sekali makanan yang di masak sang ibu waktu habis sholat subuh tadi, sepertinya sang ibu sengaja memasak banyak karena tau ia akan tinggal sendirian karena suaminya mengantar sang ibu ke pusat kota.
Jarak ke pusat kota dari ruko milik suaminya memakan waktu tiga jam lebih, kalau suaminya langsung putar balik ke sini setelah mengantar sang ibu otomatis suaminya membutuhkan waktu hampir delapan jam di perjalanan yang artinya sore nanti suaminya baru sampai ruko.
Kriuk...kriuk....kriuk....
"Ahh, tau aja kamu perut kalau di depan mataku sedang banyak makanan" kata Alesa berbicara sendiri sembari tersenyum mendengar perutnya berbunyi
Padahal sekarang waktu baru menunjukan pukul 09.00 pagi, sedangkan Alesa sarapan tadi sekitar pukul 07.00 pagi yang artinya baru dua jam yang lalu ia habis sarapan tapi sekarang perutnya sudah merasa lapar lagi membuat Alesa mau tak mau harus mengisi perutnya mumpung bayi Azzam tidur.
Alesa segera mengambil piring di rak piring lalu mengambil nasi di rice cooker dan lauk pauk yang ada di lemari tempat penyimpanan makanan yang sudah matang, setelah semuanya berada di piringnya Alesa pun langsung menyantap makanan dengan begitu lahap seperti orang tak makan selama tiga hari.
"Kok pipi ku kelihatan makin chubby, sepertinya berat badanku juga makin naik. Wajah juga makin kusam, aku harus perawatan setidaknya pelembab wajah jangan sampai gak ke pakai" kata Alesa berbicara dengan diri sendiri sembari memperhatikan wajahnya di pantulan cermin meja riasnya
Oweng...Oweng...Oweng.....
Baru saja Alesa hendak memakai pelembab di kulit wajahnya sudah terdengar bayi Azzam menangis yang memang berada di ruang TV, Alesa pun menutup kembali skincare-nya lalu langsung beranjak dari duduknya dan keluar kamar mendekati bayi Azzam yang menangis sangat kencang.
"Ulu-ulu jagoan Bunda kenapa nangis" kata Alesa dengan gemas mengajak bayi Azzam berbicara
__ADS_1
Saat sudah di gendongan Alesa, ia yang tak tau menau baru tau kalu ternyata bayi Azzam nangis karena pup sehingga daster yang melekat di tubuh Alesa terkena pup bayi Azzam juga apalagi bayi Azzam masih bayi jadi belum di pakaian pampers sama sekali.
"Ihh jagoan Bunda kok gak ngomong kalau lagi pup" kata Alesa yang kebauan karena dasternya terkena pup bayi Azzam
"Ahh Bunda lupa, kalau jagoan Bunda kan belum bisa ngomong. Hehehe" kata Alesa menertawakan diri sendiri
Alesa pun segera mengendong bayi Azzam ke kamar mandi lalu membersihkan tubuh bayi Azzam yang kena pup kemana-mana, setelah itu ia kembali ke ruang TV lalu segera memakaikan bayi Azzam baju bersih dan menyusui bayi Azzam dahulu baru nanti mengganti dasternya yang kena pup bayi Azzam kalau bayi Azzam sudah tertidur lagi.
Namun bayi Azzam bukannya tidur setelah menyusu dengan Alesa tapi justru bergumam mengajaknya berbicara, Alesa pun menghela napas panjang karena tak bisa mengganti dasternya yang sebenarnya sudah sangat bau dan ia pun mengajak bayi Azzam bermain serta sesekali di ajaknya ngomong.
"Assalamualaikum" ucap Seseorang dari depan
Alesa yang ada di ruang TV mendengar ucapan salam dan segera beranjak sembari mengendong bayi Azzam ke depan ingin melihat siapa yang barusan mengucap salam, tiba disana ternyata Bu Sri tetangga mereka yang tak terlalu jauh rumahnya dari ruko milik suaminya.
"Walaikumsalam, ada apa Bu Sri. Maaf kalau mau beli warung tutup dulu saat ini bu, soalnya aku sendirian" kata Alesa sembari berdiri di hadapan Ibu Sri yang terhalang oleh etalase
"Ohh gitu ya, ya udah gak jadi" jawab Bu Sri sembari mendenguskan hidungnya karena seperti mencium bau pup
"Kenapa Bu Sri?" tanya Alesa yang sebenarnya tau apa penyebab Bu Sri seperti itu
"Gak apa-apa, hanya mencium bau pup aja tadi sekali lewat. Ya sudah saya pulang dulu, permisi" kata Bu Sri pamit dengan Alesa
__ADS_1
Alesa hanya tersenyum pasti karena daster yang di pakainya belum di gantinya.