
Setelah melewati nifas selama 40 hari dan kedatangan tamu bulan tiga hari setelah nifas kemarin, hari ini Alesa sudah bisa sholat lagi seperti biasa dan selesai sholat subuh Alesa langsung mengerjakan pekerjaan rumah mumpung bayi Azzam masih tidur karena kalau sudah bangun takut Alesa tak bisa ngapa-ngapain.
Sedangkan suaminya dari kemarin di minta tolong sekedar buat jaga bayi Azzam tidak mau, alasannya selalu capek padahal suaminya tidak lagi habis ngapa-ngapain hanya menjaga warung saja bahkan semenjak bayi Azzam lahir mereka sekarang tak pernah tidur sekamar lagi.
Karena Alesa dari awal lahiran memilih tidur di ruang TV, selain leluasa bayi Azzam yang masih kecil juga takut jatuh jika tidur di ranjang tidur yang ada di kamar jadi selama ini Alesa sendirian yang mengurus bayi Azzam jika malam-malam bayi Azzam rewel meski kemarin ada sang ibu namun berbeda sekarang.
Selesai semua pekerjaannya kini Alesa tinggal menjemur pakaian yang sudah di cucinya barusan jika matahari sudah mulai tampak nanti, masak untuk makan siang juga sudah dan ia sengaja masak sekarang agar nanti tak repot-repot lagi makanya Alesa mulai beberapa hari yang lalu menyetok sayur serta bahan yang lain di kulkas.
Kini matahari malu-malu menampakkan diri dari ufuk timur menyapa seluruh makhluk di muka bumi, setelah memastikan ada terik matahari Alesa segera menjemur pakaian yang sudah di cucinya pagi tadi di halaman belakang ruko milik suaminya.
Oweng....Oweng....Oweng
Ketika sedang menjemur pakaian Alesa samar-samar mendengar suara bayi menangis sangat kencang, ia yakin itu pasti bayi Azzam yang menangis karena hanya ia yang memiliki bayi di daerah sini Alesa tak bisa buru-buru melihat bayi Azzam karena pakaian yang hendak di jemurnya masih banyak.
Bukankah ada suaminya juga di ruko jadi masak suaminya membiarkan bayi Azzam menangis, jadi Alesa kembali melanjutkan pekerjaan yang menjemur pakaian tersebut yang masih lumayan banyak dan lagi-lagi ia mendengar suara bayi menangis bahkan kali ini makin kencang.
"Alesa...." teriak Mas Ilham di ambang pintu belakang dan bersamaan bayi Azzam menangis makin kencang
__ADS_1
"Bentar Mas, aku masih nyelesain ini dulu" kata Alesa yang begitu buru-buru menjemur pakaian setelah itu baru ia berlari masuk ke dalam ruko
Kemudian Alesa meletakkan baskom bekas menjemur pakaian sembarangan dan langsung mengambil alih bayi Azzam dari gendongan suaminya, Alesa menenangkan bayi Azzam dahulu dalam gendongannya dengan perlahan-lahan.
"Kalau udah denger bayi Azzam nangis buru-buru samperin dan tinggalkan pekerjaan yang sedang kamu kerjakan, aku kan sibuk jaga warung" kata Mas Ilham kemudian berlalu begitu saja.
Alesa hanya geleng-geleng kepala lagi-lagi ia yang di salahkan padahal jelas-jelas suaminya lah yang salah karena tak bisa melihat keadaan, apa susahnya menenangkan bayi Azzam sebentar dan yang membuat bayi Azzam menangis semakin kencang akibat suaminya sediri karena berteriak memanggilnya tadi.
Setelah bayi Azzam lebih tenang Alesa meletakkan bayi Azzam di kasur bayi namun bayi Azzam masih sesenggukan karena terlalu lama menangis tadi, Alesa jadi kasihan melihat bayi Azzam sampai sesenggukan seperti itu ia merasa kesal masak suaminya sedikitpun tak bisa menenangkan bayi Azzam.
Alesa memberikan mainan dengan bayi Azzam ia hendak merebus air untuk di gunakan bayi Azzam mandi, hanya berapa menit air sudah mendidih di atas kompor Alesa pun segera menyiapkan tambahan air dingin untuk bayi Azzam yang di campur dengan air rebusan tadi ke dalam baskom bayi.
"Mas bisa kan ambil sendiri di lemari penyimpanan" jawab Alesa tetap fokus dengan bayi Azzam tanpa menoleh ke arah suaminya
"Ck.. Buat apa aku punya istri kalau gak mau melayani" kata Mas Ilham berdecak kesal lalu pergi dari hadapan Alesa
Suaminya pun mengambil mangkok untuk mewadahi bakso bikinan Alesa pagi tadi, lalu membawanya ke warung miliknya dan tiva di warung langsung di santapnya karena sudah sangat kelaparan menunggu Alesa menyiapkan sarapan tapi Alesa masih sibuk mengurus bayi Azzam.
__ADS_1
Alesa hanya menghela napas panjang mendengar perkataan suaminya tadi, memangnya kini prioritas Alesa suaminya saja sekarang sudah terbagi semenjak ada bayi Azzam setelah lahir dan seharusnya sebagai suami sedikit pengertian jika melihat istri sedang sibuk bukannya marah-marah tak jelas.
Setelah bayi Azzam mandi dan di pakaian Alesa baju serta celana, kini Alesa menyusui bayi Azzam dahulu agar bayi Azzam bisa tertidur dengan nyenyak sebelum ia melanjutkan pekerjaannya yang syukurnya tinggal sedikit lagi.
Mana Alesa juga belum sarapan pagi ini hanya saja tadi sempat makan sedikit itu pun hanya sekedar mengganjal perutnya serta mengisi tenaganya saja, dan sekarang Alesa sudah mulai merasa lapar lagi apalagi ia menyusui tentu aka merasa lapar terus menerus.
"Mas kok baksonya dihabisin, aku kan belum sarapan" kata Alesa yang melihat bakso buatannya pagi tadi tinggal kuah saja
Alesa baru saja mau sarapan setelah bayi Azzam tertidur dan di letakkannya di kasur bayi, tapi apa yang di lihatnya membuatnya sedih karena suaminya tak memikirkannya yang sama sekali belum mencicipi bagaimana rasa bakso yang di buatnya pagi tadi.
"Lah mana aku tau kalo kamu belum sarapan dan perasaan pagi tadi aku lihat kamu udah makan" kata Mas Ilham yang tak merasa salah sedikitpun dan meletakkan mangkok bekasnya makan di wastafel
"Aku hanya makan sedikit tadi pagi, itupun makan nasi dan lauk sisa semalam karena mengisi tenaga" jawab Alesa yang terlihat murung tak bisa makan bakso buatannya
"Ahh salah siapa gak ngomong kalo belum sarapan, masak aja mie kalo mau sarapan" kata Mas Ilham kemudian melangkahkan kaki ke depa meninggalkan Alesa
Alesa pun tak menjawab lagi dan memilih diam, ia pun memilih untuk langsung makan nasi saja meski jatah buat makan siang dan malam berkurang namun tak masalah dari pada ia kelaparan dan beruntungnya pagi tadi ia sudah masak jadi tak perlu masak mie buat sarapan.
__ADS_1
Selesai makan Alesa langsung mencuci piring bekas ia makan barusan dan mangkok bekas suaminya makan tadi, lalu setelah bersih di tatanya di rak piring kemudian ia ke kamar hendak mengambil handuk ingin mandi mumpung pekerjaan sudah beres dan bayi Azzam sudah tidur.
Setelah mandi dan pakai daster lengan panjang kesukaannya, Alesa duduk di samping bayi Azzam yang sedang tertidur di kasur bayi sembari menonton TV ingin mengistirahatkan tubuhnya sejenak.