
Selesai menyuapi Azzam, Alesa menitipkan Azzam dengan anak bungsu kakak iparnya itu sejenak karena ia hendak ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan hanya berapa menit Alesa sudah keluar dari kamar mandi.
"Salsa masih mau main dengan adik Azzam?" tanya Alesa sembari menghampiri anak bungsu kakak iparnya dengan Azzam
"Iya tante" jawab Anak bungsu kakak iparnya itu
"Ya sudah, ayo ikut tante ke kamar bersama adik Azzam" kata Alesa mengendong Azzam sembari mengandeng tangan anak bungsu kakak iparnya menuju kamar suaminya
Alesa melangkahkan kaki melewati ruang keluarga yang hanya ada suaminya sedang menonton TV, sedangkan kedua mertuanya memilih masuk kamar ingin tidur siang apalagi panas-panas begini sangat enak untuk tidur bagi yang menjalankan ibadah puasa.
Tiba di kamar Alesa segera meletakkan Azzam di atas kasur dan anak bungsu kakak iparnya itu langsung ikut duduk di atas kasur samping Azzam, mereka berdua mulai sibuk bermain sedangkan Alesa mulai mengerjakan sholat dzuhur empat raka'at dengan begitu khusyuk.
Selesai sholat Alesa ikut bermain dengan Azzam dan anak bungsu kakak iparnya itu, terlalu asyik bermain dan sudah lumayan lama membuat Azzam dan anak bungsu kakak iparnya itu mengantuk hingga Alesa oun mengajak mereka untuk tidur siang.
Mereka bertiga segera berbaring di atas kasur tanpa butuh waktu lama mereka bertiga pun akhirnya tertidur, namun baru saja Alesa tertidur suaminya sudah membangunkan Alesa membuat Alesa mau tak mau membuka kedua kelopak matanya.
"Ada apa, Mas?" tanya Alesa sembari beranjak duduk
"Itu ibu manggil, di suruh ke dapur" kata Mas Ilham kemudian melangkahkan kaki keluar kamar dan kembali ke ruang keluarga
Alesa pun segera beranjak meninggalkan Azzam yang masih tertidur dengan sangat pulas bersama anak bungsu kakak iparnya, Alesa keluar dari kamar dan melangkahkan kaki menuju dapur yang ternyata sudah ada ibu mertuanya yang mengeluarkan semua bahan-bahan di kulkas.
"Ini masak buat makan malam nanti, sekalian bikin makanan buat berbuka nanti" kata Ibu mertuanya kemudian beranjak dari situ
"Alesa masak sendirian, bu?" tanya Alesa yang masih diam mematung di hadapan semua bahan-bahan itu
__ADS_1
"Iya-iyalah memang kamu mau minta bantu dengan siapa, ibu gak bisa. Kamu kan menantu jadi harus nurut apa kata mertua" kata Ibu mertuanya kemudian berlalu begitu saja dari hadapan Alesa
Alesa hanya menghela napas panjang, padahal ia baru berapa jam tiba di kediaman mertuanya ini tapi sudah di perintah untuk masak bahkan tadi mau istirahat saja tak sempat karena baru saja tertidur sudah di bangunkan oleh suaminya.
Tanpa menunda waktu Alesa pun segera duduk di hadapan bahan-bahan yang hendak di masak itu, segera ia memilih bahan-bahan yang di perlukannya untuk di masak buat makan malam dan membuat makanan untuk berbuka puasa nanti.
Tiba-tiba terlintas di pikiran Alesa ingin membuat gorengan tahu isi toge dengan pisang goreng, setelah menyiapkan semua bahan yang di perlukan untuk membuat tahu isi toge dan pisang goreng Alesa memasak lauk terlebih dahulu.
Baru nanti membuat tahu isi toge dengan pisang goreng soalnya biar pas ketika di makan saat berbuka puasa nanti masih terasa hangat, kini Alesa mulai berkutik dengan beberapa masakannya yang sudah mulai matang.
.
.
Akhirnya adzan magrib berkumandang di masjid, Suaminya dan keluarganya segera berbuka puasa dengan makanan yang di buat Alesa tadi siang di meja makan sedangkan Alesa memilih duduk di lantai dapur bersama Azzam agar Azzam bisa leluasa makan makanannya.
Namun karena Alesa merasa sangat lelah ia membiarkan saja meja makan yang berantakkan itu, dan memilih masuk kamar suaminya bersama Azzam kemudian di kuncinya pintu kamar dari dalam biar anggota keluarga di rumah ini tak mengandalkannya.
"Azzam duduk disini ya, Bunda mau sholat sebentar" kata Alesa kepada Azzam yang di letakkannya di atas kasur bersama beberapa mainan milik Azzam yang sengaja di bawa Alesa
Lalu Alesa membentangkan sajadah dan memakai mukenah, dengan khusyuk ia mulai mengerjakan sholat magrib tiga raka'at selesai sholat dan berdoa, ia lanjutkan sholat sunah ba'diyah magrib dua raka'at.
Brak...brak...brak
Oweng....Oweng....Oweng
__ADS_1
Bunyi pintu yang di gedor sangat keras dari luar membuat Azzam ketakutan dan langsung menangis sembari menghampiri Alesa yang sedang membaca al-quran, Alesa memeluk Azzam dengan erat karena ia tau pasti Azzam sangat ketakutan saat ini.
"Alesa,, buka pintunya. Enak sekali ya kamu, langsung masuk kamar aja. Apa gak lihat meja makan masih berantakkan begitu" teriak Ibu mertuanya Alesa di depan pintu kamar suaminya
Alesa tak menyahut sama sekali ia tak peduli dengan keadaan di luar, ia masih memeluk Azzam yang menangis semakin kencang apalagi mendengar suara teriakkan seperti itu membuat tubuh Azzam jadi gemetar ketakutan.
Apalagi Azzam memiliki trauma dari kecil karena waktu kecil pernah di marahi suaminya jadi sampai sekarang Azzam tak bisa terkejut, di tambah ketika mendengar suara yang sangat keras tentu membuat Azzam semakin histeris.
"Alesa,, cepat buka pintu. Kamu pasti dengar kan jangan pura-pura tuli, dasar menantu tak tau diri" kata Ibu mertuanya terus berteriak sembari mengumpat Alesa
"Udah bu, kan ada mbak Siti yang bisa beresin. Kasihan di dalam sepertinya Azzam menangis ketakutan" kata Mas Ilham pada ibunya
"Ehh kenapa juga harus aku yang membereskan meja makan, kan ada istrimu menantu di rumah ini sedangkan aku tuan rumah disini" sahut Kakak iparnya Alesa protes di minta membereskan meja makan
"Itu akibat kamu selalu memanjakan istrimu, Ilham" kata Ibu mertuanya Alesa justru menegur anak kesayangannya itu
"Ahh terserah kalian, aku pusing. Aku mau ke masjid saja mau sholat tarawih" kata Mas Ilham yang malas berdebat dengan ibu dan kakaknya itu kemudian melangkahkan kaki keluar rumah
Alesa yang mendengar hanya bisa diam, bahkan suaminya yang seharusnya sangat tegas membelanya tak bisa membelanya di depan keluarga suaminya itu dan inilah yang di takuti Alesa jika berada di kediaman mertuanya ia di jadikan babu bukan di anggap menantu disini.
Alesa pun mengendong Azzam yang sudah tak menangis lagi itu dan di bawanya ke atas kasur, kemudian berbaring bersama Azzam ingin di susuinya, agar Azzam segera tidur dan tak mendengar lagi kegaduhan di kediaman mertuanya ini.
Seketika di depan kamar suaminya juga senyap, mungkin ibu mertuanya lelah memintanya membukakan pintu namun tak kunjung di bukakannya dan mungkin saja ibu mertuanya memilih membereskan sendiri meja makan yang masih berantakkan tadi.
Untung wudhu Alesa tak batal jadi ia tak perlu mengambil air wudhu lagi meski sebenarnya di sunahkan untuk berwudhu lagi, namun ia tak mau keluar kamar apalagi harus bertemu dengan ibu mertuanya dan kakak iparnya itu benar-benar sangat malas.
__ADS_1
Alesa segera mengerjakan sholat isya' empat raka'at dengan khusyuk, setelah sholat dan membaca al-quran Alesa memilih segera berbaring di samping Azzam yang sudah tidur pas selesai menangis tadi dan Alesa tak membuka pintu kamar sama sekali.
Jika suaminya nanti hendak masuk kamar atau mau tidur di kamar ini, sepertinya lebih baik untuk saat ini suaminya tidur di depan TV saja karena selain menghindari perdebatan Alesa juga ingin tidur dengan nyenyak malam ini tanpa di ganggu oleh siapa pun termasuk suaminya.