
"Wah akhirnya kalian sampai juga, ibu dengan bapak udah nungguin dari tadi" kata Ibu mertuanya dengan ramah mencium pipi menantunya
Alesa hanya menyunggingkan senyumannya kemudian mencium punggung tangan kedua mertuanya dengan takzim, di iringi dengan suaminya juga melakukan hal yang sama kepada kedua orang tuanya.
Sanak saudara suaminya ternyata sudah berkumpul di kediaman orang tua suaminya untuk menyambut kedatangan Alesa dan suaminya, Alesa menyapa dan menyalami mereka satu persatu dengan takzim.
Kebetulan Alesa dan suaminya baru tiba di kediaman orang tua suaminya pada siang hari dan waktunya makan siang, jadi sekarang mereka semua bersama-sama makan siang untuk pertama kalinya bagi Alesa semenjak menikah dengan suaminya.
Dengan malu-malu Alesa mengambil makanan hanya sedikit karena takut salah di mata suaminya, setelah mengambilkan makanan untuk suaminya yang biasa di layaninya dari awal menikah hingga detik ini.
"Kok mengambil makanannya sedikit sih, kamu kan sedang hamil jadi harus makan yang banyak. Tambah ini, ini dan ini" kata Ibu mertuanya sembari mengambil satu potong rendang daging berukuran sedang, dengan sayur dan lainnya
"Ahh iya, bu. Terima kasih" kata Alesa mengangguk sopan pada ibu mertuanya
"Jangan malu-malu, kamu itu menantu perempuan ibu satu-satunya di rumah ini" kata Ibu mertuanya lagi dengan mulut manyun-manyun karena terisi penuh oleh makanan
Alesa pun kembali mengangguk dengan sopan, kemudian segera menyantap makanan yang ada di piringnya yang terisi sangat penuh dan ia mau tak mau harus menghabiskan makanan tersebut karena tak enak kalau ada sisa meski sedikit.
Namun saat tengah menikmati makanannya Alesa merasa ada seseorang sedang memperhatikan cara ia makan, karena begitu risih Alesa pun mendongakkan kepalanya mencari seseorang yang sedang memperhatikannya yang ternyata kakak iparnya yang dari tadi fokus melihat ke arahnya.
"Ada apa mbak?" tanya Alesa dengan sopan kepada kakak iparnya
__ADS_1
"Gak apa-apa, karena kemarin gak ikut hadir di acara pernikahan kalian jadi mbak penasaran dengan kamu. Makanya mbak memperhatikan kamu terus" kata Kakak iparnya Alesa
"Mbak kayak gak ada kerjaan aja, habisin tu makanan yang ada piring mbak" tegur Mas Ilham kepada Kakak perempuannya
Kakak iparnya Alesa pun langsung kembali menyuapkan makanannya setelah mendapat teguran dari sang adik yang di segani di rumah ini, apalagi suaminya Alesa anak satu-satunya laki-laki maka dari itu menjadi anak kesayangan dan kebanggaan atas pencapaiannya yang sukses di perantauan.
Selesai makan Alesa langsung di minta suaminya untuk merapikan pakaian milik mereka untuk di letakkan di lemari yang ada di kamar milik suaminya sewaktu masih bujangan dulu, Alesa pun langsung mengerjakan apa perintah suaminya karena ia tak mau suaminya marah-marah gak jelas di kediaman mertuanya.
"Alesa, sana bantuin mbak siti mencuci piring di halaman belakang" ujar Mas Ilham masuk-masuk kamar langsung memerintah Alesa lagi
Padahal Alesa baru saja selesai merapikan pakaian mereka, kini sudah di perintah mencuci piring bekas mereka makan tadi yang sangat banyak karena semua sanak saudara suaminya tadi makan bersama di kediaman mertuanya.
Mau tak mau dan lagi-lagi Alesa menuruti perintah suaminya dan segera bergegas beranjak dari duduknya, kemudian melangkahkan kaki ke arah pintu belakang yang di maksud suaminya tadi dan ternyata disana tak ada siapa-siapa hanya ada piring kotor yang bertumpukan di dalam baskom besar.
"Ada apa?" tanya Mas Ilham sedikit membentak Alesa
Alesa yang tadi hendak bertanya kemana kakak iparnya yang minta bantu mencuci piring mengurungkan niatnya saat melihat semua sanak saudara suaminya tengah berkumpul di ruang keluarga sembari bercanda gurau dan ada kakak iparnya disana, Alesa langsung berpikir apa maksud ini semua ia tak ada di minta berkumpul dan justru di minta untuk mencuci piring.
"Gak jadi mas" jawab Alesa memutar tubuhnya dan melangkahkan kakinya lagi ke arah pintu belakang
Kedua mertuanya juga bahkan tak berniat mengajaknya untuk berkumpul justru seperti biasa saja menganggap kehadirannya, tak seperti pertama kali ia datang tadi padahal belum lama ia datang bersama suaminya tapi semuanya telah berubah 180 derajat.
__ADS_1
Alesa pun mulai mengerjakan tugas yang di perintah suaminya tadi, satu persatu ia mulai mencuci piring-piring kotor itu di bawah terik matahari yang begitu panas karena di halaman belakang tak ada atap atau pun peneduh sama sekali ada satu pohon mangga yang sangat besar tapi sepertinya tak berpengaruh sama sekali karena terik matahari tepat di atas kepala Alesa.
"Resiko jadi menantu ya gitu" kata Kakak iparnya Alesa berdiri di ambang pintu sembari melipat kedua tangannya di dada
Alesa tak menyahut dan tak peduli apapun saat ini karena baginya yang terpenting sekarang pekerjaannya cepat selesai, dengan cekatan ia membilas piring yang sudah di kasihnya sabun sembari sesekali ia menyeka keringatnya yang bercucuran.
"Ini baru hari pertama di rumah kita, lihat saja besok-besok bakal jadi babu di rumah ini. Jadi selamat menikmati" kata Kakak iparnya Alesa kemudian berlalu begitu saja
Alesa pun kini paham maksud ibu mertuanya yang memberinya makan makanan sangat banyak tadi, karena ia akan di jadikan babu di rumah ini selama ia tinggal disini dan jatuhnya ia seperti menumpang yang harus tau diri.
Selesai mencuci semua piring Alesa segera mengakut baskom yang berisi piring bersih itu satu persatu untuk masuk ke dalam rumah dan di bawa ke arah dapur, tiba di dapur Alesa langsung menata semua piring bersih itu di rak piring yang ada di dapur.
Kemudian Alesa masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu ingin mengerjakan sholat dzuhur yang sudah terlewatkan dari tadi, kini Alesa sudah berada di dalam kamar milik suaminya lagi dan mulai mengerjakan sholat dzuhur dengan khusyuk.
Setelah itu Alesa membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur beristirahat setelah melakukan pekerjaan yang lumayan menguras tenaganya, hingga Alesa pun terlelap dengan nyenyak karena saking kelelahan apalagi ia tengah hamil besar.
Byur.....
Alesa langsung terbangun dari tidurnya saat merasakan air yang membasahi wajahnya, Alesa pun buru-buru beranjak duduk dan ingin melihat siapa yang telah menyiramnya barusan.
"Enak banget ya, tidur siang hari seperti tuan putri di rumah ini" kata Mas Ilham berdiri tak jauh dari tempat tidur sembari masih memegang gelas bekas air yang di siramkan dengan Alesa barusan
__ADS_1
"Maaf Mas, tadi aku kelelahan makanya istirahat sebentar dan tau-taunya ketiduran" kata Alesa membela diri sembari menundukkan kepalanya dan mengelap wajahnya yang basah dengan baju yang melekat di tubuhnya