
Adzan dzuhur berkumandang
Suaminya langsung saja keluar dari ruko hendak pergi ke masjid tanpa pamit atau pun mengucap salam, Alesa juga memilih segera beranjak setelah Azzam tertidur dan melangkahkan kaki ke kamar mandi hendak mengambil air wudhu.
Setelah itu Alesa mulai menunaikan kewajiban sebagai hamba-NYA dengan khusyuk Alesa mengerjakan sholatnya, selesai sholat Alesa berdoa dan memohon kepada SANG KHALIK meminta kekuatan agar bisa selalu sabar menghadapi setiap cobaan yang di hadapinya.
Kemudian Alesa menyempatkan diri untuk membaca al-quran agar hatinya kembali tenang seperti sedia kala, tak lama kemudian Alesa mendengar pintu samping di buka dan ia sangat yakin itu pasti suaminya meski tak ada mengucapkan salam sama sekali.
Selesai membaca al-quran Alesa segera merapikan alat sholatnya dan kembali menggantungnya di gantungan yang ada di ruang TV, kemudian Alesa melangkahkan kaki ke dapur menyiapkan makan siang untuknya dan suaminya.
Alesa menata semua masakannya di atas karpet, tak perlu memanggil lagi suaminya sudah melangkahkan kami menuju dapur dan duduk di atas karpet yang sudah terhidang semua masakan Alesa yang terlihat sangat lezat meski masakan itu sederhana.
Seperti biasa Alesa masih telaten mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk suaminya, kemudian di letakkannya di hadapan suaminya piring yang sudah terisi dengan nasi dan lauk pauk itu lalu ia juga mengambil untuknya.
Byuurr......
"Makanan apaan ini, asin banget. Kamu sengaja, biar darah tinggi aku kumat" bentak Mas Ilham setelah menyemburkan makanan di dalam mulutnya sampai mengenai Alesa yang di hadapannya
"Asin, maaf Mas. Aku gak tau" kata Alesa sembari membersihkan wajah yang penuh dengan makanan yang di sembur suaminya tadi
"Ahh, bikin nafsu makan hilang saja" kata Mas Ilham kemudian beranjak dari duduknya
__ADS_1
Klontang.....
Bunyi piring yang berisi lauk di tendang oleh suaminya sampai semua isi lauk pauk itu tumpah kemana-mana, Alesa hanya diam menatap lauk pauk yang sudah tumpah di atas karpet bahkan piringnya yang berisi nasi dan lauk pauk juga jadi korban tendangan suaminya.
Selepas kepergian suaminya, Alesa terpaksa mengambil lauk pauk yang sudah tumpah itu yang masih layak untuk di makan karena ia sudah sangat kelaparan dan Alesa pun segera memakan makanan tersebut, setiap kali menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya air mata Alesa juga ikut menetes.
Setelah perutnya terisi dan Alesa sudah merasa kenyang baru Alesa membereskan semua yang berantakkan itu, dari memberishkan karpet yang sangat kotor lalu beralih ke lantai yang terasa licin dan baru ia mencuci semua piring bekas lauk pauk tadi.
Syukurnya semua piring tadi tak ada yang pecah karena Alesa mewadahi lauk pauk tadi mengunakan piring-piring berbahan melamin, dan memang semua piring di ruko milik suaminya sudah di ganti Alesa semenjak piring beling sering pecah.
Selesai semua pekerjaannya Alesa melangkahkan kaki ke ruang TV dan sekilas melihat ke arah depan warung milik suaminya, namun tak ada suaminya di warung dan kemungkinan suaminya duduk di luar atau pergi tapi Alesa tak peduli.
Alesa pun memilih berbaring di samping Azzam, ia ingin mengistirahatkan tubuhnya dan ingin tidur apalagi ia memang belum tidur dari semalam hanya berapa menit Alesa pun akhirnya terlelap dan tertidur dengan sangat pulas.
"Wah, udah lama ya Mas Ilham gak makan di warung kami" kata Pemilik warung makan yang ada di seberang ruko milik suaminya Alesa
"Iya bu, di banyakin lauknya bu. Berapa pun aku bayar" kata Mas Ilham yang sedang memesan makanan
"Oke, tunggu ya" kata Pemilik warung makan itu kemudian ke belakang mengambilkan pesanan suaminya Alesa
Tak berapa lama pemilik warung makan itu sudah mengantarkan pesanan suaminya Alesa bahkan kali ini porsi yang di pesan suaminya Alesa sangat banyak, dengan lahap suaminya Alesa memakan semua makanan yang di pesannya itu
__ADS_1
Sampai habis tak bersisa, selesai makan suaminya Alesa tak langsung beranjak dan memilih duduk dulu di warung makan itu sembari memainkan gawainya dan menikmati minuman jus buah naga yang di pesannya yang memang masih banyak.
"Ehh ada Mas Ilham, habis makan tapi kok sendirian kemana mbak Alesa dan kenapa makan disini jangan bilang mbak Alesa gak masak" kata Bu Sri yang kebetulan hendak membeli nasi bungkus di warung makan tersebut
"Ya begitulah bu" jawab Mas Ilham sembari sesekali menyeruput jus buah naga yang ada di hadapannya
"Makanya cari istri itu jangan sembarangan, lihat anak saya pinter kan nyari istri. Udah pinter dandan, pinter masak juga" kata Bu Sri membanggakan menantu kesayangannya itu
"Kalau pinter masak kenapa Bu Sri beli nasi bungkus" kata Mas Ilham tanpa mengalihkan penglihatan dari gawainya
"Lah menantu saya kan lagi pergi dengan anak saya, lagi mau pemilihan kepala sekolah. Kalau saja nanti anak saya yang ke pilih jadi kepala sekolah, saya duluan ya Mas Ilham nasi bungkus saya udah siap" kata Bu Sri kemudian berlalu dari warung makan tersebut
Suaminya Alesa terdiam mencerna perkataan Bu Sri tadi mencari istri sembarangan, suaminya Alesa pun akhirnya berpikir apa iya ia telah salah mencari istri sampai Alesa itu gak pernah becus memasak dan berdandan pun tak pandai memang berbeda dengan menantu Bu Sri yang selalu terlihat cantik.
Setelah jus buah naga-nya habis suaminya Alesa pun beranjak dari warung makan itu dan tak lupa membayar makanan yang sudah di makannya tadi, kemudian segera melangkahkan kaki ingin menyebrang jalan menuju ruko miliknya.
Tiba di ruko miliknya semuanya tampak sama seperti tadi saat suaminya Alesa keluar warung miliknya sekarang semakin hari semakin sepi, bahkan sekarang uang simpanan suaminya Alesa sudah mulai terpakai semenjak pendapatan di warung tak lagi banyak.
Saat masuk ke dalam ruko suaminya melihat Alesa tertidur di samping Azzam, karena malas berdebat suaminya pun membiarkan saja Alesa tidur dan suaminya memilih duduk di warung miliknya sembari memainkan gawai milik Alesa yang kini di pakai suaminya karena suaminya telah memaksa Alesa memberikan gawai tersebut.
Sedangkan Alesa yang tak bisa memberontak hanya pasrah ketika suaminya meminta gawainya, suaminya ingin membeli gawai baru tak punya uang apalagi sekarang pendapatan di warung miliknya sudah semakin sedikit bahkan uang simpanan yang awalnya untuk masa depan Azzam terpaksa harus di pakai.
__ADS_1
Ingin mencari pekerjaan tapi suaminya bingung soalnya suaminya telah lama tak bekerja di luaran karena sudah terbiasa hanya duduk santai di warung miliknya, jadi jika mencari pekerjaan tak tau mau pekerjaan apa yang bisa di gelutinya.
Suaminya pun mulai mencari-cari di sosial media tentang usaha apa yang sedang viral saat ini agar suaminya itu tak terlalu fokus lagi dengan usaha sembako-nya ini yang saat ini sudah sepi, dan kalau bisa suaminya ingin usaha itu tetap di ruko inilah agar suaminya tak perlu susah payah keluar dari ruko miliknya ini.