
Adzan dzuhur berkumandang
Seperti biasa suaminya pasti akan pergi ke masjid untuk sholat berjamaah dan tugas Alesa menjaga warung, untungnya bayi Azzam sudah tidur dari tadi jadi tak membuat Alesa sedikit repot jika harus menjaga warung sambilan menjaga bayi Azzam yang kini semakin aktif dan semakin lincah.
Bahkan sering kali barang yang ada di warung di acak-acak oleh bayi Azzam dan beruntungnya tak ada yang berbahaya namun ia yang harus kerepotan membereskan barang-barang yang telah di acak bayi Azzam jika tidak di bereskan bisa-bisa suaminya marah.
Alesa duduk termenung memandangi jalanan siang ini yang terlihat agak sepi terlihat tak ada kendaraan yang berlalu lalang, apalagi terik matahari begitu menyengat membuat semua orang malas untuk keluar karena sangat panas.
Bahkan keringat di kening Alesa sudah yang berapa kali menetes saking panasnya padahal ia hanya duduk saja tak melakukan kegiatan apapun, gimana dengan orang yang bekerja di luar tentu lebih kepanasan.
"Aku berangkat, Assalamualaikum" kata Mas Ilham sebelum melangkahkan kaki keluar dari ruko
"Iya, Walaikumsalam" jawab Alesa menoleh sekilas ke arah suaminya
Selepas keberangkatan suaminya sampai detik ini belum ada juga yang datang hendak belanja ke warung milik suaminya ini, membuat Alesa yang duduk termenung jadi mengantuk bahkan ia mulai menguap saking ngantuknya.
Karena tak bisa menahan lagi rasa kantuknya, Alesa memejamkan kedua kelopak matanya sembari kedua tangannya bertumpuk di lemari kaca yang ada di hadapannya di jadikannya bantal untuk kepalanya dan ia pun tertidur dalam keadaan menunduk.
Dari kejauhan suaminya berjalan sembari mengobrol dengan anak sulung Bu Sri yang sama-sama habis sholat berjamaah di masjid, saat nyeberang jalan mereka pun berpisah menuju rumah mereka masing-masing.
Suaminya melihat sekilas ke arah Alesa yang sedang menundukkan kepala, namun suaminya belum sadar kalau ternyata Alesa tertidur saking mengantuk menunggui para pembeli yang tak kunjung datang dari tadi.
Suaminya melangkahkan kaki masuk ke dalam ruko sembari mengucap salam, namun tak ada jawaban dari Alesa membuat suaminya mengerutkan keningnya karena masak Alesa tak denger suaminya mengucap salam.
__ADS_1
Kemudian suaminya segera menghampiri Alesa dan suaminya pun baru tau ternyata Alesa tertidur, pantas saja salam yang suaminya ucapkan tak di jawab Alesa sama sekali dan suaminya pun menggoyangkan pundak Alesa hendak membangunkan Alesa.
Karena jika tertidur posisi seperti itu leher Alesa pasti akan terasa sakit, suaminya tak mau Alesa sampai jatuh sakit soalnya jika Alesa sakit tentu uang simpanannya berkurang selain untuk berobat pasti Alesa tak mau masak jadi terpaksa beli.
Jika beli nasi bungkus seharga 10.000 di kali mereka berdua untuk makan siang dan malam tentu sudah 40.000, sedangkan kalau Alesa memasak atau membeli sayur 25.000 selalu cukup untuk makan siang dan makan malam.
Tentu suaminya sudah rugi 15.000 belum lagi buat sarapan bisa-bisa sehari jadi 100.000 pengeluarannya, makanya suaminya tak mau Alesa sampai sakit lagi seperti waktu itu dan yang membuat suaminya tak mau Alesa sakit.
Jadi tak ada yang mengerjakan semua pekerjaan di ruko dan suaminya tak mau melihat keadaan ruko seperti kapal pecah lagi seperti waktu itu, suaminya memang selalu perhitungan jika sudah menyangkut soal uang karena baginya uang itu adalah segalanya.
Alesa akhirnya terbangun saat merasakan ada yang menggoyangkan pundaknya, ia yang sepenuhnya belum sadar dan masih mengucek kedua kelopak matanya hingga baru tersadar jika tadi ia tertidur bahkan suaminya sudah pulang dari masjid.
"Ahh, ya ampun aku ketiduran. Maaf Mas" kata Alesa langsung beranjak dan menundukkan kepala
"Iya Mas" jawab Alesa kemudian melangkahkan kaki ke arah dapur hendak ke kamar mandi
Tiba di kamar mandi Alesa langsung mencuci wajahnya, terasa segar ketika terkena percikan air setelah itu Alesa kembali ke dapur dan menyiapkan makan siang untuk suaminya yang di tatanya semua masakannya di atas karpet.
Setelah siap Alesa memanggil suaminya untuk makan bersama mumpung bayi Azzam tidur, suaminya segera melangkahkan kaki ke arah kamar dahulu mengganti baju koko dan sarungnya dengan baju kaos serta celana pendek berbahan jeans.
Kemudian baru menghampiri Alesa yang sudah duduk di atas karpet dan di hadapan makanan, Alesa segera mengambilkan nasi serta lauk pauk untuk suaminya lalu setelah piring terisi penuh di berikannya piring tersebut pada suaminya.
Suaminya segera menyantap makanan yang di dalam piring, Alesa juga mulai mengisi piring miliknya dengan nasi serta lauk pauk dan kemudian mulai ikut menyantap makanan yang terlihat sangat lezat itu.
__ADS_1
Oweng....Oweng....Oweng
Baru berapa suap Alesa memasukan makanan ke dalam mulutnya, sudah terdengar tangis bayi Azzam di ruang TV dan kemudian Alesa memanggil bayi Azzam meminta bayi Azzam merangkak ke arahnya dan suaminya.
Dengan sangat patuh bayi Azzam langsung menurut dan merangkak menghampiri Alesa dan suaminya yang sedang makan di dapur, kemudian Alesa memberikan sebuah mainan kepada bayi Azzam agar bayi Azzam anteng dan tak menganggu acara makan mereka.
Selesai makan seperti biasa Alesa menyempatkan diri untuk membereskan bekas makan mereka sekalian mencuci piring, namun kali ini tak perlu buru-buru karena suaminya sudah membawa bayi Azzam ke depan.
Setelah semua pekerjaannya selesai Alesa menghampiri suaminya yang tengah bermain dengan bayi Azzam di lantai warung, setelah itu Alesa meminta izin dengan suaminya hendak menyusu bayi Azzam dan suaminya yang tau bayi Azzam belum menyusu dari tadi jadi mengizinkan.
Dan kebetulan juga ada yang hendak belanja, jadi suaminya memilih beranjak dan melayani orang yang hendak belanja itu dengan ramah suaminya menyapa kemudian datang lagi para pembeli lain hingga warung milik suaminya mulai ramai.
Hampir satu jam bayi Azzam baru selesai menyusu dan kembali di letakan Alesa di atas karpet bersamaan suaminya ikut duduk disitu ingin bermain dengan bayi Azzam lagi sesuatu yang jarang di lihat oleh Alesa namun akhir-akhir ini suaminya memang suka bermain dengan bayi Azzam.
"Mas, gak mau tidur siang?" tanya Alesa pada suaminya
"Gak ngantuk, bukannya kamu yang ngantuk tadi" kata Mas Ilham menoleh ke arah Alesa
"Udah gak ngantuk, Mas" jawab Alesa yang memang rasa kantuknya sudah hilang
Suaminya hanya mengangguk
Alesa pun memilih ikut bermain bersama bayi Azzam dan suaminya hingga warung milik suaminya itu penuh dengan canda tawa mereka bertiga apalagi ketika melihat bayi Azzam yang mundur-mundur hendak belajar duduk.
__ADS_1
Tapi masih belum juga bisa karena tubuh bayi Azzam yang gemoy jadi mungkin kerasa berat bagi bayi Azzam, tapi bayi Azzam terus berusaha seperti tak sabar ingin bisa duduk sampai siap kali merangkak pasti berusaha belajar duduk.