Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 22


__ADS_3

Waktu terus berjalan hari berganti minggu berganti bulan, kini Alesa sudah kembali seperti biasa setiap hari ia hanya menghabiskan waktu di ruko milik suaminya dan mengerjakan seluruh pekerjaan rumah dari pagi hingga sore namun tak membuat Alesa bosan karena ia tau begitulah menjadi seorang ibu rumah tangga.


"Assalamualaikum" ucap Seseorang dari belakang Alesa yang tengah membersihkan halaman depan ruko milik suaminya


Alesa merasa suara itu sangat tidak asing di telinganya jadi buru-buru ia menoleh, ia terpaku saat melihat siapa yang berdiri di belakang dengan perasaan terharu Alesa langsung memeluk seseorang itu.


"Walaikumsalam, ibu naik apa kesini? terus mana ayah?" kata Alesa di pelukan sang ibu sembari memberi pertanyaan bertubi-tubi


"Masak ibunya langsung di tanyain, bukannya di ajak masuk ke ruko suamimu" kata Ibunya Alesa bukannya menjawab tapi mengalihkan pembicaraan


"Hah, iya Alesa lupa. Ayo bu masuk, Mas Ilham pasti lagi sibuk merapikan warung sembakonya" kata Alesa merangkul lengan sang ibu dan berjalan beriringan


Alesa dan sang ibu pun masuk ke dalam ruko milik suaminya, suaminya yang melihat kedatangan ibu mertuanya tentu terkejut namun ia sedikit bersyukur karena ia sedang tidak memperlakukan hal buruk kepada Alesa lalu ia segera mencium punggung ibu mertuanya dengan takzim.


"Ibu sendiri, ayah mana?" tanya Mas Ilham duduk berdekatan dengan ibu mertuanya yang kini tengah duduk bersama Alesa di ruang TV


"Iya ibu sendirian kesini karena mau menginap, boleh kan" kata Ibunya Alesa menatap sang anak dan sang menantu secara bergantian


"Boleh kok bu, tapi kenapa ibu gak minta jemput Ilham kalau mau kesini" kata Mas Ilham begitu khawatir karena ibu mertuanya hendak menginap di ruko miliknya


"Tapi kenapa ayah gak ikut bu, kan lebih enak menginap disini berdua. Iya kan Mas" kata Alesa berusaha terlihat baik-baik saja hubungannya kepada suaminya di depan sang ibu

__ADS_1


"Ayah gak mau ikut karena sedang mengurus ikan peliharaannya, ibu lumayan lama loh menginap. Apa gak masalah, ibu sengaja mau menginap karena sebentar lagi Alesa mau melahirkan jadi ibu mau membantu mengurus Alesa" kata Ibunya Alesa menjelaskan tujuannya yang menginap di tempat sang anak dan sang menantu


Suaminya Alesa menganggukkan kepalanya mengerti dengan penjelasan ibu mertuanya, namun suaminya Alesa juga menjelaskan bahwa di ruko miliknya hanya ada satu kamar jadi ia meminta maaf hanya bisa membiarkan ibu mertuanya untuk tidur di ruang TV.


Sang ibu tak masalah yang terpenting baginya ia sudah di izinkan menginap disini pun sudah sangat senang, apalagi ini impiannya dari dulu ingin mengurus anak bungsunya jika hendak melahirkan nanti.


"Ibu istirahatlah dulu, Ilham mau ke depan lagi menjaga warung. Kalau butuh apa-apa tinggal bilang dengan Alesa" kata Mas Ilham pamit undur diri dari hadapan ibu mertuanya dan Alesa


Alesa pun beranjak juga dari duduknya lalu masuk kamar mengambil kasur lantai yang di simpan suaminya di bawa ranjang, dan di bawanya ke ruang TV kemudian di bentangkannya untuk sang ibu istirahat karena habis perjalanan cukup jauh.


Setelah memastikan sang ibu istirahat dengan layak dan tenang, Alesa pamit ke dapur hendak memasak lauk buat makan siang mereka nanti dan sang ibu sebenarnya ingin membantu namun Alesa menolak apalagi sang ibu baru datang.


Satu jam Alesa berkutik di dapur akhirnya semua masakannya telah matang, semua pekerjaannya juga udah selesai dari pagi tadi jadi sekarang Alesa tinggal membersihkan tubuhnya yang agak berkeringat apalagi tadi habis membersihkan halaman depan ruko milik suaminya yang penuh dengan dedaunan pohon mangga.


"Ibu duluan saja kalau mau sholat, Alesa harus jaga warung sembako Mas Ilham dulu. Soalnya dia sholat di masjid berjamaah dengan masyarakat sini" jelas Alesa setelah adzan selesai dan suaminya juga tengah bersiap hendak berangkat ke masjid


"Ohh ya sudah kalau begitu" jawab Ibunya Alesa sembari beranjak ke kamar mandi ingin mengambil air wudhu


Sedangkan Alesa langsung menuju ke depan duduk di warung sembako milik suaminya, sembari menunggu pembeli datang Alesa memainkan gawainya sebentar seperti biasa ia selalu berkirim pesan dengan adik iparnya.


"Aku berangkat ke masjid dulu, Assalamualaikum" kata Mas Ilham pamit dengan Alesa lalu melangkahkan kaki keluar ruko

__ADS_1


"Walaikumsalam" jawab Alesa tanpa beralih dari gawai yang ada di tangannya karena keasyikan bercanda dengan adik iparnya


Tak lama kemudian suaminya sudah pulang dari masjid, namun mengganti pakaian sholatnya dahulu baru bergiliran dengan Alesa untuk menjaga warung setelah itu baru Alesa beranjak ke kamar mandi ingin mengambil air wudhu untuk menunaikan kewajiban sebagai hamba-NYA.


Selesai sholat Alesa langsung menyiapkan makanan untuk mereka makan siang ini, Alesa dengan cekatan menata semua masakannya tadi di atas karpet yang biasa menjadi alas untuk mereka makan dan tentu tak lupa alat makan serta yang lainnya.


Alesa pun mengajak suaminya beserta sang ibu untuk makan bersama-sama, dan kini mereka bertiga mulai menyantap makanan yang terhidang dengan sangat lahap bahkan suaminya menambah berapa kali karena hari ini lauk yang Alesa masak berbeda dari lauk biasanya jika hanya berdua.


Apalagi suaminya yang tadi turun tangan belanja dengan tukang sayur bahkan belanjaan suaminya lebih banyak dari biasa, suaminya beralasan karena ada ibu mertuanya namun Alesa tau maksud suaminya karena tak mau sang ibu melihat bahwa suaminya memperlakukannya biasa saja selama ini.


"Udah bu, biar Alesa saja. Lebih baik Ibu istirahat lagi" kata Alesa melarang sang ibu membereskan sisa makan mereka barusan


"Gak apa-apa, Ibu bosan kalau gak ngerjain apa-apa. Kan Ibu juga udah istirahat dari tadi" kata Ibunya Alesa keras kepala ingin tetap membantu sang anak membereskan sisa makan mereka


"Hem, ya sudah Alesa juga gak mau berdebat dengan Ibu" kata Alesa mengalah membiarkan sang ibu yang ingin membantunya


Selesai membereskan sisa makan mereka serta mencuci piring-piring kotor Alesa mengajak sang ibu untuk kembali ke ruang TV melanjutkan acara menonton film india lagi, tiba di ruang TV sembari menonton Alesa juga mengobrol dan bercerita dengan sang ibu tentang daerah sini.


Keasyikan bercerita dengan sang ibu Alesa tak mendengar suaminya yang memanggilnya dari tadi hingga suaminya menghampirinya baru Alesa tau, suaminya memberikan Alesa sebuah plastik transparan yang terlihat di dalam plastik itu seperti ada dua bungkus siomay.


"Ini beli dimana Mas?" tanya Alesa yang baru kali ini terlihat ada yang berjualan siomay

__ADS_1


"Tadi ada yang jual keliling pake sepeda motor, jadi aku beli" jawab Mas Ilham kemudian kembali ke depan


__ADS_2