Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 97


__ADS_3

Adzan ashar berkumandang


Alesa terbangun dari tidurnya saat mendengar suara adzan yang sangat merdu, segera ia beranjak duduk dan menoleh ke samping ternyata Azzam sudah bangun bahkan sudah tak ada lagi di sampingnya.


"Aku dan Azzam berangkat sholat dulu, Assalamualaikum" kata Mas Ilham kemudian mencium pucuk kepala Alesa sedangkan Azzam langsung mencium punggung tangan Alesa dengan takzim


"Walaikumsalam" jawab Alesa sembari menyunggingkan senyuman


Setelah kepergian suaminya dan Azzam Alesa pun segera berdiri kemudian melangkahkan kaki menuju kamar mandi, setelah itu Alesa segera mengambil air wudhu untuk menunaikan kewajibannya sebagai hamba-NYA.


Selesai sholat Alesa berdoa kepada ALLAH banyak mengucapkan terima kasih karena akhirnya suaminya berubah juga, momen yang di tunggu-tunggu ia selama ini dan memang Alesa tak pernah berhenti meminta kepada ALLAH untuk di ketukkan hati suaminya.


Setelah itu Alesa menyempatkan diri untuk membaca al-quran dan bertepatan suaminya pulang dari masjid, masuk ke dalam sembari mengucap salam dan di jawab Alesa sembari menghampiri suaminya lalu mencium punggung tangan suaminya dengan takzim.


"Ohh ya, gimana kalau semua sisa barang sembako di warung kita bagi-bagi ke para tetangga kita" kata Mas Ilham berunding dengan Alesa


"Terserah, Mas. Aku setuju, setuju aja" jawab Alesa tak mau membantah


"Baiklah, nanti bantu aku membagi rata ya" kata Mas Ilham sembari tersenyum mengelus pucuk kepala Alesa


Alesa hanya menjawab dengan anggukkan kepala lalu melanjutkan membaca al-quran, sedangkan suaminya memilih melangkahkan kaki masuk kamar tidur hendak mengganti baju kokonya dengan baju kaos.


Seperti janji suaminya tadi yang hendak membagikan barang sembako yang tinggal beberapa lagi di warung miliknya, Alesa membantu memasukan barang-barang sembako itu ke dalam plastik yang sudah di bagi beberapa oleh suaminya.

__ADS_1


Selesai semua pekerjaan itu, Alesa dan suaminya mulai mengantarkan barang sembako itu ke rumah ke rumah para tetangganya yang kebetulan jaraknya hanya berapa meter dan untuknya semua dapat kebagian.


"Jadi sekarang gak perlu lagi jualan apapun di warung, aku juga udah kerja" kata Mas Ilham setelah mereka kembali ke ruko selesai membagikan barang sembako barusan


"Iya, Mas" jawab Alesa sembari tersenyum bahagia karena suaminya bukan hanya berubah baik dengan Alesa melainkan dengan orang lain juga


"Ini sudah pukul 04.15 sore, Azzam mungkin udah selesai belajar mengajinya. Jemput sekarang nanti Azzam pulang sendirian" kata Mas Ilham mengingatkan Alesa


"Ohh iya, ya sudah aku ke masjid dulu mau jemput Azzam" kata Alesa segera beranjak dan melangkahkan kaki menyeberang jalan


Waktu berjalan begitu cepat sore telah berganti malam, selesai sholat magrib dan membaca al-quran Alesa segera menata semua makanan yang di beli tadi siang di atas karpet setelah itu memanggil suaminya dan Azzam.


Suaminya dan Azzam yang sedang asyik menonton TV segera bergegas ke dapur saat mendengar panggilan Alesa, dengan cekatan Alesa mengambilkan makanan untuk suaminya dan Azzam lalu mengambil untuknya juga.


Kini mereka bertiga mulai menyantap makanan tersebut dengan lahap, bahkan suaminya dan Azzam berapa kali nambah tak seperti Alesa yang memang selalu kurang nafsu soal makan meski makanan itu sudah di belikan di tempat yang paling lezat.


Alesa tersenyum saat lagi-lagi suaminya mau membantunya mengerjakan pekerjaan rumah, kemudian Alesa melangkahkan kaki ke ruang TV dan duduk di samping Azzam menemani Azzam yang sedang menonton TV.


Selesai membereskan bekas makan dan mencuci piring suaminya segera ikut bergabung dengan Alesa dan Azzam yang sedang menonton TV, Azzam yang sangat merindukan momen seperti ini dengan manja duduk di pangkuan ayahnya.


Suaminya yang gemas dengan kelakuan Azzam segera mengelitik pinggang Azzam, membuat Azzam tertawa karena kegelian dan Alesa melihat itu juga ikut tersenyum senang kedua laki-laki dalam hidupnya kini akur.


"Udah yah, cukup Azzam geli" teriak Azzam di sela-sela ketawanya

__ADS_1


Suaminya yang tak tega akhirnya berhenti mengelitik Azzam, dan mereka bertiga kembali fokus menonton TV entah film apa yang mereka tonton saat ini karena itu pilihan Azzam.


.


.


Malam semakin larut, Azzam pun sudah tertidur di kasur lantai yang ada di depan TV sedangkan Alesa dan suaminya segera masuk ke dalam kamar setelah mematikan TV yang tadi menyala.


"Mas, nanti kalau Azzam sekolah TK mau Mas sekolahin dimana?" tanya Alesa saat mereka sudah berada di dalam kamar dan posisi suaminya saat ini guling di paha Alesa sedangkan Alesa duduk bersandaran


"Dimana aja yang penting Azzam suka" jawab Mas Ilham sembari memejamkan kedua kelopak matanya menikmati sentuhan tangan Alesa yang memainkan rambutnya


"Mas, jika suatu saat aku udah gak ada di dekat kalian. Aku harap Mas menjaga Azzam dengan baik" kata Alesa sembari menatap wajah suaminya dengan begitu dalam


"Kamu ngomong apa, aku gak suka ya kamu ngomong seolah-olah ingin meninggalkan aku dengan Azzam" kata Mas Ilham langsung membuka kedua kelopak matanya dan beranjak duduk


"Maaf, Mas. Kita kan tidak tau usia manusia sampai kapan" kata Alesa sembari menundukkan kepalanya dan menitikkan air mata sedih karena penyakitnya memang sekarang makin parah


"Heii jangan menangis, tatap mata aku. Ingat aku gak mau kamu ngomong kayak gitu lagi, aku ingin kita sama-sama sampai kapanpun kalau pun kamu duluan menutup usia aku pastikan aku akan menyusul kamu" kata Mas Ilham sembari menangkup wajah Alesa dan menatap Alesa dengan penuh cinta


Kemudian suaminya mencium bibir Alesa dengan begitu lembut, suaminya yang sangat merindukan sentuhan dari Alesa dan Alesa yang juga merindukan sentuhan suaminya membalas ciuman itu sampai ciuman itu jadi menuntun.


Tanpa menunggu lama Alesa dan suaminya pun larut dalam buaian surga dunia yang sama-sama mereka berdua rindukan sehingga membuat suasana di dalam kamar terasa panas di tambah dengan peluh yang membasahi tubuh mereka berdua, selesai bercinta suaminya segera memeluk Alesa dan mereka berdua pun akhirnya tertidur.

__ADS_1


Tapi ternyata sebenarnya Alesa belum tidur, ia memilih menghadap ke arah suaminya dan memandangi wajah suaminya yang saat ini terlelap dengan sangat pulas sembari di elusnya wajah yang terlihat tenang itu.


"Maaf, Mas. Aku menyembunyikan soal penyakitku, dan aku bahagia disaat sisa usiaku tinggal sedikit Mas mau memperbaiki semuanya dari awal. Aku akan memanfaatkan sisa usiaku bersamamu dan Azzam" kata Alesa kemudian mencium pipi suaminya


__ADS_2