
Waktu terus berjalan tak terasa hari ini idul fitri, pagi-pagi semua anggota di rumah mertuanya pada sibuk bersiap-siap hendak pergi ke masjid untuk sholat 'id berjamaah dan yang paling sibuk iyalah ibu mertuanya dan kakak iparnya.
Ibu mertuanya dan kakak iparnya bolak balik melihat penampilan mereka di cermin besar yang ada di ruang keluarga, bahkan berputar-putar melihat penampilan mereka ingin memastikan kalau penampilan mereka sudah perfect.
Alesa yang melihat tingkah ibu mertuanya dan kakak iparnya hanya geleng-geleng kepala sembari tersenyum, ada-ada saja kelakuan mereka seperti sedang mempersiapkan diri ingin ikut kontes padahal hanya ingin sholat.
"Alesa mana baju koko yang kamu setrika kemarin?" tanya Mas Ilham setelah selesai mandi dan menghampiri Alesa yang duduk di sofa ruang keluarga sedang menyuapi Azzam makan
"Ada di kamar, Mas. Aku gantung di belakang pintu" jawab Alesa menoleh sekilas ke arah suaminya dan kembali menyuapi Azzam
Suaminya segera melangkahkan kaki masuk kamar miliknya, kemudian memakai baju koko yang di maksudnya tadi dan baju koko yang berwarna hitam serta hijau botol itu terlihat cocok di tubuh suaminya dan baju koko suaminya itu couple dengan gamis Alesa serta jubah Azzam.
Alesa sengaja memesan baju couple keluarga itu untuk mereka bertiga biar terlihat kompak saja, apalagi ini pertama kali ia lebaran idul fitri di kediaman mertuanya dan kata suaminya setelah sholat 'id di daerah sini ada perkumpulan antar kerabat suaminya.
Setelah semua anggota di rumah mertuanya pergi ke masjid untuk sholat 'id berjamaah, hanya Alesa yang tidak ikut sholat soalnya ia tak bisa apalagi ada Azzam yang masih kecil tentu susah jika di ajak ke masjid untuk sholat berjamaah.
Meski Alesa memang pengen sholat 'id berjamaah di masjid namun mau bagaimana lagi, Alesa pun memilih memandikan Azzam karena memang Azzam belum mandi kalau ia sudah mandi sebelum sholat subuh tadi namun Alesa belum bersiap-siap bahkan masih memakai daster.
Selesai Azzam mandi Alesa membawa Azzam ke kamar suaminya dan segera memakaikan Azzam jubah yang couple dengan baju koko suaminya serta gamis miliknya, terlihat Azzam sangat tampan dengan jubah yang pas di tubuh Azzam yang mungil itu.
"Masyaallah, jagoan Bunda tampan sekali" kata Alesa kemudian mencium pipi kanan dan pipi kiri Azzam
Azzam yang dapat pujian dari Alesa hanya tersenyum, Alesa yang mendapat senyuman dari Azzam justru semakin gemes bahkan Alesa terus mendaratkan ciuman di kedua pipi Azzam yang tampak sedikit gembul.
__ADS_1
Setelah itu Alesa yang mengganti dasternya dengan gamis yang couple dengan baju koko suaminya dan jubah Azzam, gamis itu terlihat pas di tubuh Alesa yang kini agak kurusan karena sering begadang dan selama puasa ia ikut puasa meski sedang menyusui.
Alesa memoles sedikit make-up ke wajahnya lalu memakai lipstik berwarna pink, setelah itu Alesa memakai jilbab segiempat yang di kasihnya bros di samping pundaknya membuat Alesa nampak cantik meski hanya berdandan natural.
"Assalamualaikum" ucap Mas Ilham yang ternyata lebih dulu pulang dari yang lain
"Walaikumsalam. Minal aidin wal faizin, Mas. Maaf jika aku banyak salah" kata Alesa sembari mengandeng jari jemari mungil milik Azzam menghampiri suaminya kemudian mencium punggung tangan suaminya dengan takzim
"Iya, Mas juga minta maaf" kata Mas Ilham kemudian mencium pucuk kepala Alesa yang terhalang jilbab
"Azzam salim dengan Ayah" ujar Alesa kepada Azzam
Dengan patuh Azzam menuruti perkataan Alesa, setelah Azzam mencium punggung tangan suaminya dengan takzim lalu suaminya mengendong Azzam sembari di ciumnya pipi kanan pipi kiri milik Azzam.
Kakak iparnya dengan suami kakak iparnya dan kedua mertuanya pun pulang dari masjid bersamaan dengan kedua keponakan suaminya Alesa, mereka semua saling salam menyalami kecuali Alesa ke suami kakak iparnya ia tak mau salaman karena bukan muhrim.
Saat menoleh ke arah suaminya Alesa, kakak iparnya pun baru sadar kalau gamis yang di pakai Alesa couple dengan Azzam dan suaminya Alesa membuat kakak iparnya makin iri melihat kekompakan keluarga Alesa.
Kini saatnya mereka semua pergi bersama-sama berjalan menuju ke kediaman kerabat suaminya, Alesa mengandeng jari jemari milik bayi Azzam sampai ke tempat tujuan mereka saat ini dan untungnya Azzam sangat senang di ajak berjalan yang biasanya selalu merengek minta gendong.
Tiba di kediaman kerabat suaminya, mereka di sambut dengan baik dan di minta untuk segera naik ke rumah yang memang rumah tersebut rumah panggung Alesa pun segera mengendong Azzam karena harus menaiki anak tangga lalu di naikinya anak tangga itu satu persatu.
"Ini lham istri dan anak kamu" kata Pemilik rumah itu kepada suaminya Alesa
__ADS_1
"Iya Bu de" jawab Mas Ilham sembari tersenyum
"Wah pinter ya kamu cari istri, cantik sekali. Anak kamu juga tampan mirip ibunya" kata Pemilik rumah itu lagi
Suaminya hanya tersenyum sembari menganggukkan kepala mendengar pujian Bu de yang memang baru mudik juga jadi baru tau dengan Alesa, kakak iparnya yang mendengar Alesa di puji tentu semakin iri dan kesal.
Cukup lama mereka semua berbincang-bincang mengisi keheningan di ruangan tersebut, dan para kerabat suaminya yang lain juga sudah banyak yang berdatangan membuat rumah yang tadi sepi dan luas itu jadi ramai dan penuh.
Kini waktunya acara makan makanan yang telah di sediakan pemilik rumah namun yang terlebih dahulu menyantap makanan rombongan kerabat laki-laki, Alesa yang melihat hal tersebut tersenyum karena baru tau adat di daerah ini seperti ini jika idul fitri.
Alesa menoleh ke arah jam dinding yang tertempel di dinding menunjukan pukul 11.00 siang, Alesa pun meminta izin kepada pemilik rumah ingin mengambil makanan untuk Azzam karena takut Azzam tertidur apalagi Azzam karena sudah siang.
"Biar Bu de yang ngambilin" kata Pemilik rumah itu sembari beranjak hendak mengambilkan makanan untuk Azzam
"Biar Alesa saja Bu de, entar jadi ngerepotin" kata Alesa yang tak enak hati
"Kamu kan memang suka ngerepotin orang lain" celetuk Kakak iparnya Alesa dengan tatapan tak suka kepada Alesa
"Gak apa-apa, kamu pasti repot harus mengendong Azzam segala" kata Pemilik rumah itu kemudian melangkahkan kaki ke ruang depan dan mulai mengambilkan makanan untuk Azzam
Desas desus di ruang belakang sangat ramai ngobrol dengan kakak iparnya, menjelek-jelekkan nama Alesa yang mengatakan bahwa Alesa menantu pemalas yang tak mau mengerjakan pekerjaan rumah dan tak mau membantu memasak yang selalu beralasan sedang mengurus Azzam.
Alesa yang mendengar hanya bisa diam, mau menjawab belum tentu semua orang percaya jadi ia memilih untuk menutup telinga menulikan pendengarannya yang telah di jelek-jelekin kakak iparnya yang memang tak suka dengannya dari awal ia menikah dengan suaminya.
__ADS_1
"Ini Alesa makanan buat Azzam" kata Pemilik rumah itu sembari menyodorkan piring yang berisi makanan
"Terima kasih, Bu de" ucap Alesa tersenyum sembari menerima piring tersebut