
Adzan dzuhur berkumandang
Kali ini Alesa terpaksa menjaga warung sembari mengendong bayi Azzam soalnya bayi Azzam sudah tidur tadi pagi jadi sekarang baru bangun, meminta tolong ibu mertuanya untuk menjaga bayi Azzam tak bisa karena seperti biasa ibu mertuanya selalu ikut suaminya sholat berjamaah di masjid.
Selepas keberangkatan suaminya dan ibu mertuanya yang hendak sholat berjamaah di masjid, para pembeli mulai berdatangan satu persatu dan lagi-lagi Alesa harus kewalahan karena para pembeli yang datang sangatlah ramai di tambah ia tak bisa cepat melayani para pembeli satu persatu karena sembari mengendong bayi Azzam.
"Terima kasih" ucap Alesa dengan ramah setiap kali ia memberikan kembalian dan belanjaan para pembeli
Tak berapa lama terlihat dari kejauhan suaminya pulang dari masjid bersamaan dengan ibu mertuanya di belakang yang kelihatan sedang ngobrol dengan seorang ibu-ibu, Alesa langsung mengerutkan keningnya saat melihat lawan bicara ibu mertuanya yaitu Bu Sri tak biasanya Bu Sri sholat berjamaah di masjid kenapa sekarang jadi ikutan seperti ibu mertuanya.
Ada pengaruh baik juga ibu mertuanya datang kesini sampai-sampai membuat seorang Bu Sri dengan gaya bak orang sosialita itu kini sholat berjamaah di masjid, Alesa harap ibu mertuanya dan Bu Sri benar-benar berniat untuk sholat bukan untuk pamer atau untuk ngegibahin orang lain.
"Assalamualaikum" ucap Mas Ilham berbarengan dengan ibu mertuanya melangkahkan kaki masuk ke dalam ruko
"Walaikumsalam" jawab Alesa sembari tersenyum menyambut suaminya dan ibu mertuanya
Suaminya langsung mengganti baju koko dan sarungnya setelah itu baru bergantian dengan Alesa menjaga warung, begitu juga dengan ibu mertuanya langsung menaruh mukena dan sajadahnya ke dalam kamar lalu mengambil alih bayi Azzam dari Alesa karena suaminya telah memperingati ibu mertuanya untuk membantu menjaga bayi Azzam jika Alesa hendak sholat.
Alesa pun langsung bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, selesai mengambil air wudhu Alesa mengambil mukena dan sajadahnya yang ada di gantungan di ruang TV dan mulai memakai mukena serta membentangkan sajadah dengan khusyuk Alesa menunaikan sholat dzuhur empat raka'at.
__ADS_1
Selesai sholat Alesa segera menyiapkan makan siang untuk suaminya dan ibu mertuanya, di tatanya semua masakannya di atas karpet yang biasa mereka gunakan untuk alas makan di lantai dapur setelah semuanya tertata dengan rapi, Alesa ke depan memanggil suaminya dan ibu mertuanya menawari mereka makan lalu ia mengambil bayi Azzam dari ibu mertuanya.
Selama suaminya dan ibu mertuanya makan Alesa kembali menjaga warung sembari duduk di lantai menyusui bayi Azzam agar bayi Azzam tidak kelaparan jika nanti ia tinggal untuk makan, baru berapa kali sedot bayi Azzam menyusu sudah ada pembeli datang hendak belanja dengan terpaksa Alesa menghentikan aktivitas bayi Azzam yang tengah menyusu.
"Cari apa pak?" tanya Alesa kepada bapak-bapak yang seperti sedang kebingungan
"Beli rokok s*mpoerna, mbak" jawab Bapak-bapak itu
"Ohh maaf pak, disini gak jual rokok" jawab Alesa dengan sopan sembari tersenyum
"Loh ini warung kenapa gak jual rokok, buat apa buka warung kalau gak jual rokok" celetuk Bapak-bapak itu sembari pergi dari warung milik suaminya
Alesa hanya geleng-geleng kepala sembari tersenyum mendengar celetukan bapak-bapak barusan, awalnya buka warung dulu suaminya memang jualan rokok namun semenjak menikah Alesa yang sedikit paham agama mengingatkan pada suaminya bahwasan haram hukum menjual rokok.
Hingga akhirnya suaminya pun tak mau lagi menjual rokok setelah mendengar khutbah tersebut, kini Alesa kembali duduk di lantai warung untuk melanjutkan menyusui bayi Azzam yang sepertinya masih kelaparan karena tadi baru berapa sedotan sudah terhenti.
Berapa puluh menit kemudian suaminya dan ibu mertuanya sudah selesai makan, sekarang gantian dengan Alesa yang kebetulan bayi Azzam juga telah selesai menyusu dan Alesa kembali menitipkan bayi Azzam kepada ibu mertuanya walau bayi Azzam hanya di letakkan Alesa di kasur bayi.
"Alesa....Alesa...." teriak Ibu mertuanya Alesa memanggil Alesa
__ADS_1
"Ada apa sih bu teriak-teriak, baru juga Alesa nyuap nasi" kata Alesa kesal karena acara makannya terganggu
"Bayi Azzam pup tu di kasur, kamu bersihin gih. Baunya udah kemana-mana, ibu gak mau bersihin bayi Azzam kan anakmu" kata Ibu mertuanya Alesa memberitahu Alesa bahwa bayi Azzam sedang pup
Alesa hanya menghela napas panjang, apa gak bisa ibu mertuanya itu sedikit saja membantunya apalagi saat ini ia sedang makan bahkan nasi yang masuk ke dalam mulutnya baru berapa suap tapi ia harus menghentikan acara makannya dan harus membersihkan pup bayi Azzam dulu.
Mau tak mau Alesa segera beranjak dari duduknya dan menghampiri bayi Azzam di ruang TV, Alesa segera membawa bayi Azzam ke kamar mandi dan mulai membersihkan seluruh tubuh bayi Azzam yang terkena pup setelah itu Alesa memakai pakaian bersih pada bayi Azzam dan di lanjut dengan mengganti alas di kasur bayi Azzam.
"Udah bu, titip bayi Azzam lagi. Aku mau lanjut makan" kata Alesa yang sudah meletakkan bayi Azzam ke kasur lagi
"Hemm" jawab Ibu mertuanya hanya dengan deheman dan mata tetap fokus dengan layar TV yang tengah menyala
Alesa buru-buru menyuap kembali makanan yang sempat tertunda dan kali ini Alesa hanya bisa menelan-nelan saja tanpa menguyah karena ia tak mau acara makannya terganggu jadi lebih baik ia makan dengan gaya cepat, selesai makan Alesa menyempatkan diri mencuci piring kotor bekas mereka makan barusan sekalian membereskan dapur yang terlihat sedikit berantakan.
Karena tak ada kerjaan Alesa memutuskan untuk beristirahat dan guling di samping bayi Azzam yang lagi-lagi di tinggal oleh ibu mertuanya sendirian, dan entah kemana lagi ibu mertuanya itu hilang seperti hantu saja kadang muncul kadang ngilang gak jelas.
"Alesa, jaga warung gih. Aku mau tidur siang ngantuk banget" kata Mas Ilham menghampiri Alesa yang sedang guling di samping bayi Azzam
"Tapi Mas....." kata Alesa hendak membantah namun terpotong oleh suaminya
__ADS_1
"Ahh sebentar doank kok aku tidur, kamu juga gak ada kerjaan dari tadi duduk saja main dengan bayi Azzam" kata Mas Ilham yang penyakit marah-marah kumat lagi
Alesa yang mendengar perkataan suaminya hanya membulat kedua kelopak matanya, suaminya barusan berkata ia tak ada kerjaan dari tadi cuma main dengan bayi Azzam. Hello... Pak Ilham haruskah Alesa menjabarkan semua pekerjaannya dari habis sholat subuh sampai sekarang biar tau bahwa ia juga butuh istirahat walau hanya sebentar saja.