
Tiga bulan kemudian
Usia bayi Azzam sudah semakin bertambah, bahkan bayi Azzam semakin aktif dan sekarang bayi Azzam juga sudah bisa merangkak sehingga membuat Alesa terkadang kewalahan ketika bayi Azzam sering mengobrak-abrik barang-barang yang bisa di gapainya.
Tentu Alesa juga harus siap siaga takut bayi Azzam memainkan benda tajam yang bisa melukai bayi Azzam, tapi dari itu Alesa sangat bahagia serta bersyukur melihat bayi Azzam tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat seperti usia bayi pada umumnya.
Selesai Alesa dan bayi Azzam mandi barengan, kini Alesa dan bayi Azzam segera memakai pakaian terbaik mereka menurut Alesa karena hari ini Alesa dan bayi Azzam serta suaminya hendak pergi kondangan yang tak jauh dari ruko jadi harus terlihat lebih baik dari hari-hari biasa.
Yang mempunyai acara adalah Bu Sri yang bulan kemarin sudah menikahkan anak sulungnya dan acara pernikahan itu berlangsung di tempat mempelai perempuan, kini tinggal acara ngunduh mantu namun acara tetap meriah bahkan hampir sama dengan acara pernikahan kemarin.
"Mas, kita udah siap" kata Alesa sembari mengendong bayi Azzam mengunakan gendongan depan
"Kamu gak dandan?" tanya Mas Ilham yang melihat Alesa hanya memoleskan lipstik sangat tipis
"Udah gini aja, Mas" kata Alesa yang memang agak malas untuk berdandan terlalu menor
Suaminya tak menyahut lagi dan segera melangkahkan kaki ke luar ruko di ikuti Alesa yang ada di belakang sembari mengendong bayi Azzam, untuk hari ini warung milik suaminya di tutup sebentar karena semua orang sini juga sibuk mau pergi kondangan.
Tak begitu jauh hanya berapa langkah Alesa dan suaminya serta bayi Azzam sudah tiba di tempat acara, mereka bertiga segera duduk di salah satu kursi yang masih kosong dan para tamu undangan lain ternyata sudah berdatangan bahkan acara terlihat sangat meriah.
Selama acara berlangsung Alesa duduk diam menonton acara demi acara sembari sesekali bermain dengan bayi Azzam yang terlihat bahagia berada di tengah-tengah orang ramai, bahkan bayi Azzam dari tadi terus berceloteh meski tak kedengaran karena bunyi musik sangat keras.
__ADS_1
Kini acara salaman untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, kemudian di lanjut dengan memakan hidangan yang di sedia oleh yang punya acara lalu Alesa bersama suaminya pun mulai beranjak dari kursi mereka dan berjalan naik ke pelaminan.
"Selamat ya, Bro" kata Mas Ilham sembari menepuk pundak anak sulung Bu Sri
"Thanks, Bro" jawab Anak sulung Bu Sri dengan ramah
"Ehh mbak Alesa ternyata ikut hadir juga, tapi kok gak dandan sih mana wajahnya kelihatan kusam. Lihat semua para wanita yang kondangan terlihat cantik semua" kata Bu Sri menyapa Alesa sembari tersenyum mengejek
"Bu..." tegur Suaminya Bu Sri sembari menyenggol lengan Bu Sri
Alesa hanya tersenyum mendengar perkataan Bu Sri yang sempat-sempatnya menghinanya walau acara sedang berlangsung, memang salah jika ia tak berdandan dan memangnya danda itu wajib apa ketika kondangan bahkan jika dandan terlalu mencolok di luar rumah akan menimbulkan hal buruk seperti di pandangi para laki-laki yang bukan mahram.
Suaminya yang mendengar hinaan Bu Sri terhadap Alesa segera menarik tangan Alesa untuk turun dari pelaminan tersebut, kemudian suaminya melangkahkan kaki segera menjauh dari acara tersebut dan mengajak Alesa pulang ke ruko milik suaminya.
"Iya apa salahnya sih, Mas. Hanya gak dandan, memangnya aku yang bakal jadi pengantinnya harus dandan cantik" jawab Alesa sembari meletakkan bayi Azzam di kasur bayi
"Iya kamu memang gak pernah mau di salahkan, apa salahnya coba dandan biar gak malu-maluin kayak gini barusan" kata Mas Ilham semakin emosi mendengar jawaban yang keluar dari mulut Alesa
Alesa diam kemudian menarik napasnya panjang dan menghembuskan secara perlahan, ia memilih menyibukkan diri di dapur menyiapkan makan siang untuknya dan suaminya karena di acara ngunduh mantu Bu Sri tadi gak sempat menikmati hidangan disana karena suaminya langsung mengajaknya pulang.
Sedangkan suaminya memilih membuka warung meski di sebelah masih ada acara ngunduh mantu, kalau saja ada yang hendak belanja di warung makanya memilih membuka mereka juga udah ke acara untuk menghargai undangan dari keluarga Bu Sri meski tak sempat untuk menikmati hidangan disana.
__ADS_1
"Mas, ayo makan" kata Alesa setelah makanan tertata rapi di atas karpet
Suaminya langsung mendekati Alesa yang sudah di dapur, Alesa segera mengambilkan makanan untuk suaminya di wadahinya dengan piring sesuai porsi suaminya kemudian di berikannya pada suaminya yang memang langsung menerima piring yang sudah berisi aneka makanan.
Lagi-lagi mereka makan dalam diam, hanya terdengar suara bayi Azzam yang sedang memainkan berapa barang karena sengaja Alesa memberikannya agar bayi Azzam diam dan tak mendekati makanan yang ada di atas karpet tersebut.
Selesai makan dan langsung di bereskan Alesa, kini Alesa membawa bayi Azzam ke ruang TV hendak di susuinya sekalian menidurkan bayi Azzam karena sudah siang dan bertepatan adzan dzuhur pun berkumandang di masjid yang memang tak jauh dari sini.
"Aku mau ke masjid, nanti jaga warung selesai menyusui bayi Azzam" kata Mas Ilham yang sudah siap untuk berangkat ke masjid
"Iya" jawab Alesa singkat
Tak berapa lama bayi Azzam tertidur setelah puas menyusu dengan Alesa, Alesa segera membenarkan posisi tidur bayi Azzam kemudian melangkahkan kaki ke depan hendak menjaga warung milik suaminya yang kebetulan ada yang hendak belanja.
Cukup lama menunggu akhirnya suaminya pulang dari masjid dan bergantian dengan Alesa menjaga warung, Alesa beranjak dari warung dan melangkahkan kaki ke arah kamar mandi hendak mengambil air wudhu seperti biasa untuk menunaikan kewajiban sebagai hamba-NYA.
Setelah sholat Alesa menyempatkan diri untuk membaca al-quran setelah itu ia memilih untuk berbaring di samping bayi Azzam sambil menyalakan TV untuk menonton, apalagi ia tak memiliki pekerjaan jadi di habiskannya waktu siang ini untuk istirahat sekalian menikmati acara bermalas-malasan.
"Assalamualaikum" ucap Seseorang yang terdengar seperti suara perempuan begitu lembut
"Walaikumsalam" jawab Mas Ilham dengan lembut juga
__ADS_1
Membuat Alesa yang tengah berbaring langsung beranjak dan berjalan menghampiri suaminya karena ia sangat penasaran dengan suara lembut dari seorang perempuan, saat tiba di dekat suaminya ternyata menantu Bu Sri yang kesini bersama anak sulung Bu Sri mengantarkan makanan.
Acara ngunduh mantu tadi telah di selesaikan karena ternyata ada kabar di ujung desa ada orang meninggal, jadi untuk menghargai orang meninggal acara pun di selesaikan secara mendadak dan semua orang berbondong-bondong hendak ke tempat orang meninggal barusan.