
Baru saja selesai mencuci pakaian-pakaian tersebut dan hendak membilasnya, sudah terdengar suara bayi Azzam menangis bahkan sangat kencang dari biasanya dengan buru-buru Alesa mencuci kedua tangannya dan keluar dari kamar mandi meninggalkan cucian pakaiannya begitu saja.
Alesa segera menghampiri bayi Azzam yang tengah menangis bahkan sendirian di ruang TV, sedangkan suaminya mau pun ibu mertuanya tak nampak di sekitar sini kemudian Alesa memakai jilbab lalu mengendong bayi Azzam dan membawa ke depan hendak mencari keberadaan suaminya serta ibu mertuanya.
"Mas, bu. Bayi Azzam nangis masak gak denger, terus kenapa di biarin aja" kata Alesa yang sudah di dekat suaminya dan ibu mertuanya yang tengah ngobrol dengan Bu Sri
"Iya kan ada kamu, ibunya" jawab Ibu mertuanya Alesa judes
"Ya allah bu, Mas. Kalian kan tau aku lagi nyuci pakaian tolong lah jagain bayi Azzam sebentar, belum juga aku bereskan barang-barang yang berantakkan di dalam ruko" kata Alesa begitu memelas kepada suaminya dan ibu mertuanya
Bu Sri yang melihat pertengkaran antara keluarga itu hanya diam, ia tak mau ikut campur jadi pura-pura tak mendengar dan memilih memainkan gawainya keluaran terbaru yang baru saja di belikan suaminya kemarin siang dan datang ke ruko milik suaminya Alesa sedang memamerkan dengan suaminya Alesa dan ibu mertuanya Alesa.
"Aku jaga warung, mana bisa jagain bayi Azzam" jawab Mas Ilham memilih masuk dan duduk di kursi yang tersedia di warung
"Ya Mas ngomong lah dengan ibu buat jagain bayi Azzam sebentar" kata Alesa yang mengikuti suaminya ke warung
"Kamu itu masak dikit-dikit minta bantu ibu buat jaga bayi Azzam, gimana kalau ibu pulang nanti. Jadi jangan manja, ibu dulu aja bisa jagain kami pas masih kecil padahal sering di tinggal bapak pergi nelayan" kata Mas Ilham mulai emosi mendengar rengekan Alesa yang minta tolong jagain bayi Azzam
Alesa terdiam mendengar perkataan suaminya barusan, kemudian ia pergi dari hadapan suaminya sembari meneteskan air mata ia merasa sakit hati dengan perkataan suaminya yang tak mengerti keadaannya saat ini padahal ia benar-benar sedang membutuhkan bantuan suaminya mau pun ibu mertuanya untuk menjaga bayi Azzam.
__ADS_1
Alesa pun terduduk lemas di ruang TV sembari bersandaran di dinding, ia segera menyusui bayi Azzam dengan air mata yang terus mengalir padahal rasa lelahnya belum hilang sama sekali karena kemarin siang tak istirahat belum semalam kurang tidur dan sekarang pekerjaannya masih menumpuk.
"Kapan Mas Ilham bisa ngertiin aku" kata Alesa dalam hati
Selesai bayi Azzam menyusu Alesa terpaksa mengerjakan pekerjaan rumah sembari mengendong bayi Azzam, satu persatu Alesa membereskan keadaan ruko yang seperti kapal pecah karena sampah dan barang berserakan dimana-mana.
Setelah semuanya beres Alesa memandikan bayi Azzam dahulu, hanya berapa belas menit bayi Azzam selesai mandi dan segera Alesa memakaikan pakaian lengkap dengan bayi Azzam kemudian Alesa kembali mengendong bayi Azzam dan menyelesaikan bilasan pakaian-pakaian yang sudah di cuci Alesa tadi.
Kini tinggal menjemur pakaian-pakaian itu ke halaman belakang, namun Alesa tak bisa sambil mengendong bayi Azzam karena harus turun tangga yang terbuat dari kayu belum lagi mau membawa pakaian-pakaian tersebut sangat susah karena sangat lah banyak.
Terpaksa Alesa meletakkan bayi Azzam dulu di kasur bayi dan di beri mainan kerincingan, kemudian Alesa bergegas turun ke bawa sembari membawa baskom besar yang berisi pakaian-pakaian yang sudah di cucinya tadi.
Setelah itu Alesa kembali naik dan masuk ke dalam ruko lalu meletakkan baskom yang bekas pakaian-pakaian tadi ke dalam kamar mandi, kemudian Alesa mencuci kedua tangannya dan kedua kakinya lalu menghampiri bayi Azzam yang menangis.
Di tenangkannya bayi Azzam sembari di tepuk-tepuk pantat bayi Azzam agar segera diam, ia sudah tak sanggup ingin mengendong bayi Azzam apalagi saat ini Alesa benar-benar kelelahan bahkan seluruh badannya terasa sangat remuk seperti habis di gebukin orang sekampung.
"Alesa jaga warung, aku mau mandi" kata Mas Ilham menghampiri Alesa yang sedang berbaring di samping bayi Azzam
"Gak bisa Mas, aku capek banget mau istirahat. Bahkan aku juga belum mandi" kata Alesa yang kali ini menolak perintah suaminya
__ADS_1
"Terus kamu nyuruh siapa jaga warung, ibu mana bisa" kata Mas Ilhan yang tampak marah mendengar penolakan Alesa
"Cepetan aja Mas mandi, biar warung gak terlalu lama di tinggal" kata Alesa cuek tanpa menoleh ke arah suaminya
Suaminya diam tak menyahut lagi dan memilih mengambil handuk yang tergantung lalu meninggalkan Alesa begitu saja, namun tiba-tiba terdengar suara bantingan pintu membuat Alesa terperanjat kaget dan Alesa sangat tau itu pasti ulah suaminya yang sedang emosi dengannya saat ini.
Karena tak mau berdebat lagi, Alesa memilih pura-pura tidur di samping bayi Azzam yang kebetulan tertidur juga karena mungkin saja bayi Azzam juga mengantuk karena semalam tidur sama seperti Alesa hanya dua jam lebih.
Alesa yang sebenarnya tak tidur mendengar pintu kamar mandi di buka dan sepertinya suaminya sudah keluar dari kamar mandi, Alesa masih tetap memejamkan kedua kelopak matanya agar suaminya mengira ia benar-benar tidur.
"Apa susahnya sih jagain warung sebentar, ini malah tidur" kata Mas Ilham menggerutu saat melewati Alesa yang sedang tidur di samping bayi Azzam
Suaminya segera memakai baju kaos oblong dan celana pendek berbahan jeans yang di bawah lutut, kemudian melangkahkan kaki ke arah depan dan kembali menjaga warung yang untungnya tidak ada pembeli saat ia sedang mandi tadi.
Ibu mertuanya masih sibuk ngerumpi dengan Bu Sri di teras depan sampai detik ini gak bosan-bosan entah apa yang dirumpikan mereka berdua seperti terasa sangat seru, bahkan sampai tak ingat waktu padahal belum tentu Bu Sri sudah mengerjakan semua pekerjaan rumah apalagi Bu Sri di ruko milik suaminya sudah dari tadi pagi.
Alesa yang tadinya pura-pura tidur akhirnya beneran tertidur karena ia memang sangat lelah dan mengantuk namun belum lama ia tidur, ia sudah merasakan ada sebuah sentuhan di pundaknya bahkan terasa sangat kasar seperti begitu memaksa ia untuk bangun.
"Alesa...Alesa....." panggil Ibu mertuanya Alesa dari tadi sembari menggoyangkan pundak Alesa
__ADS_1
Alesa pun akhirnya terbangun dan melihat ke belakang ternyata ibu mertuanya yang menganggu tidurnya barusan padahal ia baru saja merasakan indahnya mimpi di siang bolong.