Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 49


__ADS_3

Setelah cukup lama mengobrol dengan menantu Bu Sri itu, Alesa pun pamit pulang karena hari sudah sore di tambah ia juga harus bergantian dengan suaminya untuk menjaga warung milik suaminya itu soalnya suaminya pasti ingin mandi.


Alesa melangkahkan kaki menuju ruko milik suaminya sembari terus tersenyum bercanda dengan bayi Azzam yang ada di gendongannya itu, kemudian Alesa masuk ke dalam ruko dan menghampiri suaminya yang ada di warung.


"Mas udah sore, kalau mau mandi. Mandilah, biar aku yang jaga warung" kata Alesa sembari meletakkan bayi Azzam di lantai warung yang sudah di pasanginnya karpet


"Iya" jawab Mas Ilham kemudian melangkahkan kaki ke kamar ingin mengambil handuk untuk di bawa ke kamar mandi


Alesa memperhatikan bayi Azzam yang tengah merangkak kesana kemari bahkan berusaha menggapai apapun yang ada di warung itu, kemudian Alesa memberikan sebuah mainan gigitan bayi kepada bayi Azzam bersama mainan yang lain.


Beberapa saat kemudian ada para pembeli yang berdatangan hendak belanja, seperti biasa Alesa menyapa para pembeli dengan ramah bahkan senyuman di wajah Alesa terus mengembang saking tak henti-henti dan dengan teliti Alesa menghitung belanjaan para pembeli itu.


"Mbak Alesa, ini berapaan?" tanya Ibu-ibu itu sembari memperlihatkan sebuah mie bihun kepada Alesa


"Ohh kalau yang ukuran kecil ibu pegang itu 3.000, kalau yang ukuran besarnya 6.000" jelas Alesa melihat sekilas ke arah ibu-ibu tadi kemudian kembali melanjutkan memasukan belanjaan pembeli yang ada di hadapannya


Satu persatu para pembeli menyelesaikan belanjaan mereka, hingga tak terasa suaminya sudah selesai mandi bahkan sudah menghampirinya yang berada di warung namun suaminya memilih untuk duduk di samping bayi Azzam.


Selesai melayani para pembeli dan tak ada lagi yang mau belanja, Alesa ikut menghampiri suaminya yang tengah duduk di samping bayi Azzam dan ia juga memperhatikan suaminya yang begitu antusias meminta bayi Azzam mengambil mainan di tangan suaminya itu.


Saat bayi Azzam berhasil meraih mainan yang ada di tangan suaminya, Alesa dan suaminya begitu senang dan sama-sama memberikan tepuk tangan kepada bayi Azzam sembari bersorak atas keberhasilan tersebut.


Yang membuat Alesa lebih senang suaminya sekarang mau berinteraksi dengan bayi Azzam meski hanya sesekali, bahkan Alesa sangat bersyukur melihat pemandang mereka bertiga barusan dan suasana seperti inilah yang di rindukan Alesa selama ini.

__ADS_1


"Assalamualaikum" ucap Seseorang dengan ramah dan lembut, seketika membuat lamunan Alesa buyar mendengar suara yang sangat di kenalnya yaitu menantu Bu Sri


Alesa hendak beranjak, namun di dahului suaminya bahkan suaminya menjawab salam dari menantu Bu Sri dengan begitu ramah dan lembut serta jangan lupakan senyuman di wajah suaminya yang sangat mengembang membuat Alesa jadi cemburu.


Bagaimana tak cemburu suaminya tak pernah memperlakukannya seperti itu, tapi sedangkan dengan orang lain bahkan menantu Bu Sri yang terlihat sangat cantik dan anggun itu justru berlaku sangat lembut bukan hanya itu tatapan suaminya terlihat seperti kagum dengan menantu Bu Sri.


Alesa tak ingin diam saja, jadi beranjak sembari mengendong bayi Azzam ingin melihat menantu Bu Sri mau belanja apa di warung milik suaminya sampai harus dandan segala padahal hanya pergi ke warung bukan mau pergi ke acara arisan.


"Haii, mbak Alesa" sapa Menantu Bu Sri pada Alesa dengan ramah


"Haii" jawab Alesa sedikit ketus


Entah mengapa Alesa jadi tidak suka dengan menantu Bu Sri itu, apalagi menantu Bu Sri suka dandan membuat Alesa takut suaminya jadi naksir dengan menantu Bu Sri meski ia tau kalau menantu Bu Sri itu begitu bucin dengan anak sulungnya Bu Sri tapi tetap saja ia harus waspada sebelum terjadi.


"Mas...." panggil Alesa sembari menatap suaminya yang kembali bermain dengan bayi Azzam


"Hemm" jawab Mas Ilham tanpa menoleh karena begitu keasyikan bermain dengan bayi Azzam


"Menantu Bu Sri cantik iya" kata Alesa mulai mengeluarkan keluh kesahnya


"Iya, kenapa?" tanya Mas Ilham kemudian menoleh ke arah Alesa sembari mengerutkan keningnya


"Mas, suka dengan menantu Bu Sri" kata Alesa menatap kedua bola mata suaminya ingin melihat suaminya menjawab dengan jujur apa berbohong

__ADS_1


"Suka, dia cantik. Pinter bikin orang senang melihatnya" kata Mas Ilham apa apa adanya


"Jadi menurut, Mas. Aku gak cantik" kata Alesa yang kecewa dengan suaminya karena terang-terang memuji wanita lain di hadapannya


Suaminya terdiam mendengar perkataan Alesa, kemudian suaminya kembali memperhatikan bayi Azzam yang terus ingin merebut mainan yang ada di tangan suaminya itu dan sesekali terdengar tawa bayi Azzam yang memenuhi warung milik suaminya itu.


"Mas, kok gak di jawab sih" kata Alesa yang sudah cemberut dari tadi menanti jawaban yang keluar dari mulut suaminya


"Gimana mau terlihat cantik, kalau seluruh tubuh kamu aja gak kamu rawat lagi" kata Mas Ilham kemudian beranjak dan kembali berdiri karena ada yang mau belanja


Alesa terdiam bukan ia tak mau merawat tubuhnya tapi ia tak sempat, karena dari habis sholat subuh ia harus mengerjakan semua pekerjaan di ruko ini belum lagi mengurus bayi Azzam dan ketika bayi Azzam tertidur ia juga harus bergantian dengan suaminya untuk menjaga warung.


Alesa jadi sedih mendengar perkataan suaminya tadi apa mungkin suaminya selama ini mencintainya karena dulu ia sangat cantik dan begitu merawat tubuhnya, berbeda dengan sekarang ia sudah tak sempat untuk perawatan dan bahkan ia tak secantik dulu lagi mungkin saja itulah menjadi penyebab rasa cinta suaminya berkurang.


Terlalu larut dalam kesedihan Alesa tak mendengar jika suaminya sudah menutup rolling door warung miliknya karena sebentar lagi sholat magrib, dan adzan magrib berkumandang tak membuat Alesa bergerak dari sana seperti tubuhnya tiba-tiba mati rasa karena merasa kecewa dengan suaminya.


"Ada apa, Mas?" tanya Alesa terlonjak kaget saat suaminya menyentuh pundaknya


"Adzan magrib udah selesai, aku mau ke masjid. Tapi kamu dari tadi melamun, nanti kesambet gimana?" kata Mas Ilham yang merasa heran dengan Alesa yang tiba-tiba melamun


"Hah, udah adzan magrib. Kapan perasaan aku gak denger" kata Alesa yang baru tersadar sembari menoleh ke arah depan melihat rolling door sudah tertutup


"Kamu ini kenapa sih?, gak usah banyak melamun ini lagi magrib. Aku berangkat dulu, Assalamualaikum" kata Mas Ilham kemudian berlalu dari hadapan Alesa

__ADS_1


Alesa yang sepenuh baru sadar menoleh ke arah bayi Azzam, yang syukurnya tidak kenapa-napa bahkan masih anteng bermain mainan gigitan bayi itu sembari berbaring dan sesekali memasukan jari jemari kakinya ke dalam mulutnya.


__ADS_2