Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 75


__ADS_3

Matahari malu-malu mulai muncul dari ufuk timur membuat suasana pagi ini terasa sejuk, Alesa dan sang ibu serta kedua istri kakaknya saat ini sedang di halaman belakang memetik sayur-sayuran untuk mereka masak buat sarapan dan makan siang nanti.


Sedangkan sang ayah dan kedua kakak laki-laki Alesa kini sibuk memancing di kolam ikan yang juga ada di halaman belakang, namun kali ini tak bersama suaminya Alesa karena suaminya Alesa masih merasa canggung kepada sang ayah dan kedua kakak laki-laki Alesa.


Namun tak masalah untuk mereka semua karena ada dan tidak adanya suaminya Alesa tak berpengaruh sama sekali, sedangkan para anak-anak masih pada tidur di kamar orang tua mereka masing-masing karena saat ini juga masih sangat pagi.


Selesai memetik sayur-sayuran yang di butuhkan Alesa dan sang ibu serta kedua istri kakaknya segera mencuci bersih sayur-sayuran hasil petikan mereka itu di air kran yang memang ada di halaman belakang, Alesa yang jahil langsung memercikan air kran itu ke arah kedua istri kakaknya.


Membuat wajah dan jilbab yang di pakai kedua istri kakaknya itu basah, karena mereka terlanjur basah mereka pun membalas perbuatan Alesa tapi belum sempat membalas Alesa sudah berlari ke belakang sang ibu sehingga yang kena percikan air adalah sang ibu.


"Maaf bu" kata Istri pertama kakak Alesa sembari menundukkan kepala


"Kalian ini, udah pada punya anak masih juga kayak anak kecil" kata Ibunya Alesa namun berapa detik kemudian ikut-ikutan memercikan air wajah kedua menantunya dan anak bungsunya itu


"Ahhhh....." teriak kedua istri kakak Alesa bersama Alesa sembari berlari kesana kemari apalagi sang ibu bukan hanya memercikan air tapi juga menyirami mereka bertiga seperti tanaman


"Hahaha....." tawa Kedua kakak laki-laki Alesa saat melihat kedua istri mereka basah kuyup bersamaan adik bungsu mereka


Alesa dan kedua istri kakaknya itu hanya bisa menghela napas panjang setelah basah kuyup oleh sang ibu, namun karena merasa tak adil Alesa segera berlari ke arah kedua kakak laki-lakinya itu dan tanpa aba-aba mendorong kedua kakak laki-lakinya itu sampai tercebur ke dalam kolam ikan.


"Hahaha...."

__ADS_1


Kini kedua istri kakaknya tertawa melihat kedua suami mereka tercebur di dalam kolam ikan yang airnya sangat keruh bahkan sedikit bau, Alesa juga ikut tertawa tapi setelah mendorong kedua kakak laki-lakinya ia segera berlari masuk ke dalam rumah meski tubuhnya basah kuyup.


"Ya ampun, kalian ini. Mati semua ikan peliharaan Ayah di dalam kolam" teriak Ayahnya Alesa frustasi melihat kedua anak laki-laki tercebur di dalam kolam ikannya


"Ini semua gara-gara Alesa, yah" kata Kakak pertama Alesa sembari berusaha naik ke permukaan


"Iya yah, jangan salahkan kita. Salahkan tuh anak bungsu kesayangan ayah" sahut Kakak kedua Alesa yang berpegangan dengan kakak pertama ingin naik ke permukaan juga


Namun bukannya bisa naik kedua kakak laki-laki Alesa justru kembali tercebur ke dalam kolam ikan, mereka terus mengumpat Alesa dan akan membalas dendam kepada adik bungsu mereka itu karena telah membuat mereka basah dan bau oleh air kolam tersebut.


Setelah bersusah payah hendak naik ke permukaan akhirnya kedua kakak laki-laki Alesa bisa juga naik ke permukaan, mereka berdua segera menyiram tubuh mereka di air kran yang ada di halaman belakang karena tak mungkin mereka masuk ke dalam rumah dalam keadaan basah kuyup dan bau.


Karena sudah waktunya sarapan mereka semua berkumpul lagi di dapur menyantap sarapan pagi ini yaitu lontong sayur buatan sang ibu, dan para anak-anak juga sudah pada bangun bahkan tadi sudah pada di mandikan oleh ibu mereka masing-masing.


"Apa kalian berdua hanya membersihkan tubuh saja, gak pakai sabun sama sekali. Bau busuk masih ke cium" kata Ibunya Alesa menegur kedua anak laki-lakinya itu


"Apa iya bu, masih bau?" tanya Kakak pertama Alesa yang mulai mendengus-dengus tubuh kakak kedua Alesa


"Iya ternyata kita masih bau" kata Kakak pertama Alesa setelah mencium bau badan di tubuh kakak kedua Alesa


Sang ibu dan sang ayah hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua anak laki-laki mereka itu, bahkan kedua istri kakak Alesa hany menyunggingkan senyum melihat tingkah suami mereka begitu juga dengan Alesa.

__ADS_1


Berbeda dengan suaminya Alesa dan para anak-anak yang tak tau menau atas kejadian tadi, namun karena sudah merasa sangat lapar kedua kakak laki-laki Alesa itu memilih melanjutkan acara sarapan mereka dan nanti setelah sarapan mereka berdua akan mandi ulang.


"Tunggu pembalasan kita" kata Kakak kedua Alesa kepada Alesa sembari menatap Alesa dengan seringai tipis di bibirnya


Alesa justru menjulurkan lidahnya kepada kakak keduanya itu, karena ia tak takut apapun akan terjadi dengannya nanti yang penting saat ini ia sangat senang telah berhasil menjahili kedua kakak laki-lakinya itu soalnya kapan lagi mumpung ada kesempatan dan mumpung sedang berkumpul di kediaman orang tua mereka.


Dengan begini Alesa merasa beban di pikirannya dan di hatinya terasa plong, padahal ini sesuatu kejadian hal kecil namun sudah membuatnya sangat bahagia apalagi bersama dengan orang-orang yang sangat di sayanginya.


Selesai sarapan Alesa dan kedua istri kakaknya seperti biasa langsung membereskan bekas makan mereka dan mencuci semua piring kotor, setelah itu Alesa memilih ke ruang depan bergabung dengan sang ayah dan sang ibu yang tengah mengobrol di ruang depan.


"Lusa abang-abang mu pulang ke rumah mereka, kalau kamu kapan pulang?" tanya Ibunya Alesa saat Alesa sudah duduk di salah satu kursi kosong


"Gak tau bu, entar aku tanya Mas Ilham" jawab Alesa merasa sedih harus meninggalkan kediaman orang tuanya yang membuat hari-harinya selalu bahagia


"Sepertinya Ilham sudah tak betah lama-lama disini, lihat saja dia sering mengurung diri dalam kamar" kata Ayahnya Alesa yang juga sudah tak menyukai menantunya itu


"Ayah ngomong apa sih, gak boleh gitu" tegur Ibunya Alesa yang tak mau menantunya itu jadi tersinggung dan berakibat ke anak mereka


Alesa hanya diam tak menjawab atau pun memprotes perkataan sang ayah, ia juga sebenarnya masih ingin berlama-lama berada di kediaman orang tuanya saat ini apalagi ia masih belum siap untuk kembali ke ruko milik suaminya yang penuh dengan drama.


Mungkin suaminya telah berjanji dengannya akan berubah namun bukankah kata-kata janji itu sudah sering di ucapkan suaminya, namun lagi-lagi suaminya pasti mengulangi kesalahan yang sama dan masih melakukan kekerasan terhadapnya.

__ADS_1


__ADS_2