
Kabar meninggalnya Alesa dan suaminya telah terdengar oleh para tetangga yang ada daerah tempat tinggal Alesa dan suaminya sebelumnya, bahkan menantu Bu Sri yang menjadi teman baik Alesa masih belum percaya.
Namun itulah kenyataan yang sesungguhnya, dan siang ini Sisil memutuskan akan datang ke ruko milik sang kakak ingin melihat keadaan ruko yang sudah hampir dua minggu tak di tempati pastinya sangat kotor.
Sisil datang sendirian ke ruko milik sang kakak bahkan Sisil mengendarai kendaraan sendiri dan terpaksa meninggalkan putrinya dengan ibu mertuanya, Sisil segera keluar dari mobil dan melangkah mendekat ke arah pintu rolling door itu.
Tanpa membuang-buang waktu Sisil segera mengeluarkan kunci rolling door yang sudah di berikan oleh pihak polisi waktu mengamankan tempat kecelakaan kemarin, saat pintu rolling door terbuka dengan sempurna pengap dan sangat kotor.
Kemudian Sisil segera melangkahkan kaki masuk ke dalam ruko, di bukanya semua jendela dan pintu yang ada di ruko itu agar udara sedikit masuk karena keadaan ruko sangat kotor terlihat seperti rumah hantu.
"Uhh" keluh Sisil berusaha menghirup udara di luar jendela
Setelah hidungnya terasa lebih enakkan, Sisil melihat semua barang yang ada di dalam ruko milik sang kakak yang terlihat masih bagus dan tentu layak di pakai lalu Sisil pun menghubungi temannya yang memiliki agen jual beli barang bekas.
Sisil ingin menjual semua barang yang ada di dalam ruko milik sang kakak, dan setelah kosong rencananya ruko tersebut akan di sewakan dengan orang lain dengan harga murah saja dan uangnya akan Sisil kirim untuk Azzam.
Setelah menghubungi temannya yang memiliki agen jual beli barang bekas, Sisil mulai mengepak pakaian milik Alesa dan sang kakak untuk di berikannya kepada para tetangga yang ada disini agar menjadi amal jariyah.
Pakaian Azzam juga akan dipak Sisil dan tentunya akan di kirim Sisil ke alamat orang tua Alesa, saat sedang membongkar lemari pakaian milik Alesa Sisil terkejut menemukan sebuah celengan plastik yang transparan dan terlihat disitu banyak sekali uang berwarna merah dan berwarna biru.
__ADS_1
"Bismillah buat umroh"
Sisil membaca tulisan yang tertempel di celengan itu, niat Alesa ingin pergi umroh sudah lama sekali dan saat hendak pergi ke tanah suci justru Alesa dan suaminya mengalami kecelakaan dan tentu keberangkatan itu langsung batal.
Syukurnya uang buat umroh itu bisa di kembalikan dan saat ini ada pada Sisil, Sisil yang mengurus semuanya yang pastinya uang itu di simpannya untuk masa depan Azzam dan ini lagi-lagi ada tabungan Alesa.
Mungkin secara materi Azzam takkan kekurangan apapun karena ternyata sebelum Alesa dan suaminya meninggal dunia, Alesa dan suaminya tanpa sengaja meninggalkan aset buat masa depan Azzam.
Sisil segera membuka celengan itu dan memasukkan semua uang itu ke dalam plastik lalu di masukannya ke dalam tas miliknya, di rumahnya nanti akan di hitungnya dan setelah itu akan di tabungnya bersamaan dengan uang umroh yang batal kemarin.
Sisil kembali melanjutkan bongkar-bongkar pakaian milik Alesa dan di masukkannya ke dalam kardus bahkan barang-barang Alesa juga di bongkarnya, dan lagi-lagi Sisil menemukan sebuah kertas namun sepertinya bukan sembarangan kertas soalnya di amplop itu ada nama rumah sakit.
"Tunggu, bukannya ini rumah sakit pusat kota dan tanggal ini waktu mbak Alesa main ke rumah" gumam Sisil saat melihat kertas itu
Ting....ting....
Sisil yang mendengar bunyi klakson mobil segera tersadar dari lamunannya, segera ia beranjak dari situ dan melangkahkan kaki keluar dari ruko milik sang kakak ternyata temannya yang memiliki agen jual beli barang bekas sudah tiba dengan mobil pick-up nya.
Temannya juga membawa dua kernek untuk membantu mengangkat barang-barang yang ada di dalam ruko milik sang kakak, Sisil memandu mereka untuk masuk ke dalam ruko dan memberi tau jika semua barang itu akan di jualnya.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama dua kernek bawaan temannya Sisil itu segera masuk dan mengangkat barang-barang yang ada di dalam ruko satu persatu, para tetangga yang melihat itu tak terlalu ikut campur karena mereka sudah tau bahwa Sisil adalah adik kandung Ilham.
"Mau di bawa pulang ya, mbak Sisil barang-barang itu?" tanya Bu Sri yang kebetulan ikut memperhatikan dan tentu sangat kepo
"Gak bu, di rumah saya udah ada barang itu. Jadi saya jual saja, biar uangnya bisa di kirim buat Azzam" jawab Sisil dengan ramah
"Ohh begitu" jawab Bu Sri sembari menganggukkan kepala
Setelah semua barang sudah pindah posisi, temannya Sisil langsung melakukan transaksi disitulah namun dalam bentuk transfer kemudian temannya Sisil pun pamit pada Sisil ingin segera kembali ke tokonya sekalian mengantarkan barang-barang tersebut.
Sisil menganggukkan kepala yang artinya mengizinkan temannya itu segera pergi, selepas kepergian temannya, Sisil kembali masuk ke dalam ruko yang kini sudah terlihat lengang karena semua barang disitu sudah tak ada.
Kemudian Sisil membawa kardus yang berisi pakaian milik sang kakak dan milik Alesa lalu di letakannya di teras depan, setelah itu ia kembali masuk lagi mengambil kardus berisi pakaian milik Azzam namun langsung di masukannya ke dalam bagasi mobilnya.
"Ibu-ibu, ini ada pakaian milik Mas Ilham dan Mbak Alesa. Kalau saja para ibu-ibu ada yang minat buat di pakai lagi, ini masih layak semua kok" kata Sisil pada para tetangga yang saat ini duduk di bawah pohon mangga
Para tetangga itu pun segera mendekat ke teras depan ruko, mereka semua langsung berebut hendak mengambil pakaian-pakaian itu namun Sisil menengahi mereka dan meminta mereka untuk berbagi rata agar semua dapat.
Tentu para tetangga itu menurut, setelah itu Sisil kembali masuk ke dalam ruko milik sang kakak dan kembali menutup serta mengunci jendela serta pintu yang tadi di bukannya karena ia ingin segera kembali ke kediamannya.
__ADS_1
Setelah berada di teras depan, Sisil memasang sebuah spanduk yang bertulisan "Ruko ini di kontrakan" yang memang sudah di siapkannya jauh-jauh hari dan di spanduk itu juga ada nomor gawainya yang tertera agar jika ada yang minat bisa menghubunginya.
"Ibu-ibu saya pamit ya, sebelumnya tolong di maafkan kesalahan Mas Ilham dan Mbak Alesa jika mereka pernah membuat kesalahan dan minta doanya agar almarhum dan almarhumah tenang disana" kata Sisil dan disambut oleh para tetangga dengan anggukkan kepala.