Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 79


__ADS_3

Hingga tak terasa mobil travel yang di tumpangi Alesa dan suaminya sudah berhenti tepat di depan ruko milik suaminya, Alesa dan suaminya pun segera keluar dari mobil travel itu setelah membayar ongkos kepada supir mobil travel.


Mobil travel pun kembali melaju setelah Alesa dan suaminya keluar, kini Alesa dan suaminya segera melangkahkan kaki ke arah ruko milik suaminya lalu suaminya segera mengeluarkan kunci ruko miliknya dari tas dan membuka rolling door ruko.


Alesa dan suaminya sudah berada di dalam ruko mengistirahatkan tubuh mereka yang terasa sangat lelah karena melakukan perjalanan berapa jam, Azzam bahkan sudah tertidur lagi dan sekarang sudah tidur dengan nyaman karena berada di kasur.


.


.


Menjelang sore Alesa hendak masak lauk buat makan malam nanti, namun karena kebetulan tak ada banyak bahan di dalam kulkas Alesa pun memutuskan untuk memasak seadanya dan ia mengambil satu kaleng sarden ukuran besar yang akan di olahnya.


Setelah memasak sarden kemasan kaleng itu, Alesa beralih ingin memasak sayur dan karena kebetulan hanya ada sayur sawi di dalam kulkas jadi mau tak mau ia hanya memasak tumis sawi putih itu dengan di tambah sedikit ikan teri kecil.


Selesai dunia perdapurannya selesai kini Alesa menghampiri Azzam yang sedang asyik bermain dengan suaminya, karena sudah sore Alesa hendak memandikan Azzam lalu ia segera mengendong Azzam ke kamar mandi dan melepas semua pakaian yang melekat di tubuh Azzam.


Alesa tersenyum melihat Azzam begitu senang jika bermain air bahkan Azzam terus menepuk-nepuk air yang ada di dalam baskom sehingga membuat air itu memercik kemana-mana, dan setelah Azzam puas bermain air Alesa segera membawa Azzam ke ruang TV.


Seperti biasa Alesa melumuri tubuh Azzam dengan minyak telon dan bedak, kemudian segera di pakaikannya piyama tidur lengan panjang karena sedang musim hujan Alesa tak mau Azzam sampai kedinginan dan digigit nyamuk.


"Titip Azzam lagi, Mas. Aku mau mandi" kata Alesa pada suaminya sembari mendudukkan Azzam di warung milik suaminya


"Iya, agak cepat ya. Aku juga mau mandi" kata Mas Ilham kemudian duduk di samping Azzam


Selama Alesa di dalam kamar mandi, suaminya sedang bermain sapi-sapian dengan Azzam posisinya Azzam saat ini duduk di belakang suaminya yang merangkak kesana kemari membuat suasana warung penuh dengan tawa Azzam saking keasyikan bermain.


Alesa yang sudah selesai mandi segera keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk, suaminya yang kebetulan di dapur hendak mengambilkan Azzam air minum melihat Alesa membuat suaminya terus menatap Alesa dari atas sampai ke bawah.

__ADS_1


Glek


"Apaan sih, Mas. Lihat aku kayak gitu" tegur Alesa sedikit judes karena suaminya menatapnya dengan tatapan nafsu


"Ahhh, gak apa-apa" jawab Mas Ilham gelagapan dan segera membawa seperempat air minum ke warung depan


"Ingat aku lagi datang bulan" kata Alesa saat suaminya melangkahkan kaki ke depan


Suaminya pun baru teringat bahwa Alesa saat ini sedang datang bulan, dan tentu lagi-lagi suaminya tak bisa menuntaskan hasratnya yang begitu menggebu ingin menikmati tubuh Alesa yang sudah hampir setengah bulan tak di sentuhnya.


Suaminya segera memberikan seperempat gelas air minum yang di ambilnya tadi kepada Azzam, setelah itu suaminya duduk di dekat Azzam yang sedang bermain puzzle balok-balok yang di susun memanjang.


Alesa telah memakai pakaian lengkap dan segera menghampiri suaminya dengan Azzam yang duduk di warung milik suaminya itu, lalu suaminya pun beranjak setelah ada Alesa yang menjaga Azzam dan menjaga warung.


Suaminya bergegas ke kamar mandi hendak menuntaskan hasratnya yang tak tersalurkan itu, setelah merasa lebih baik suaminya segera menguyur seluruh tubuhnya dengan air hendak membersihkan tubuhnya dari hadas besar.


"Mas, aku mau duduk di bawah pohon mangga dengan Azzam" kata Alesa izin dengan suaminya ingin keluar ruko sebentar


"Iya" jawab Mas Ilham singkat


Alesa segera mengandeng jari jemari mungil milik Azzam kemudian memakaikan Azzam sendal, lalu Alesa dan Azzam melangkahkan kaki keluar dari ruko menuju pohon mangga yang ada di samping ruko milik suaminya.


Selama mereka pulang warung milik suaminya belum ada satu pun orang yang datang hendak membeli, membuat suaminya sedikit kesal karena tumben-tumben warung miliknya sepi apa mungkin orang mengira mereka masih mudik sehingga belum tau kalau warung sudah buka.


"Haii, mbak Alesa. Apa kabar? Gimana mudiknya?" kata Menantu Bu Sri menyapa Alesa yang sedang duduk dengan Azzam di bawah pohon mangga


"Haii, alhamdulilah baik. Ya begitulah kalo mudik ole-ole nya melelahkan" kata Alesa sembari tersenyum ramah

__ADS_1


"Bener banget, ole-ole mudik itu kelelahan. Tapi sangat menyenangkan bukan berkumpul dengan keluarga jauh" kata Menantu Bu Sri itu yang kini sudah duduk di samping Alesa


"Iya benar banget, aku aja udah dua tahun gak ketemu kedua abangku dan keponakan-keponakanku akhirnya bisa ketemu juga" kata Alesa membenarkan perkataan menantu Bu Sri


Alesa dan menantu Bu Sri pun terus berbincang-bincang hangat menceritakan kegiatan mereka masing-masing selama mudik di kampung halaman mereka, bahkan mereka juga bercerita sesuatu yang lucu waktu selama mudik.


Tawa Alesa dan menantu Bu Sri menggema di bawah pohon mangga yang mereka duduki, jika mereka berada di dalam ruangan mungkin orang akan mendengar suara tawa mereka saking begitu asyiknya tertawa.


Setelah cukup lama Alesa dan menantu Bu Sri berbincang-bincang akhirnya Alesa memutuskan hendak pulang karena hari sudah semakin sore, menantu Bu Sri juga ingin pulang karena ingin mandi juga karena kebetulan belum mandi sore.


Alesa sembari mengendong Azzam melambaikan tangan kepada menantu Bu Sri begitu juga dengan menantu Bu Sri, Alesa senang meski ia baru tinggal di daerah ini dan baru mengenal menantu Bu Sri setidaknya ia memiliki seorang teman.


Sehingga membuat ia tidak kesepian, dan kini Alesa sudah tiba di dalam ruko milik suaminya bersama Azzam karena hari sebentar lagi mau magrib Alesa pun memutuskan untuk menyuapi Azzam makan agar ia tak repot lagi nantinya.


Alesa mendudukkan Azzam di ruang TV lalu ia ke dapur untuk mengambilkan makanan buat Azzam, setelah itu ia kembali ke ruang TV dengan membawa piring yang berisi nasi serta lauk pauk lalu Alesa mendudukkan bokongnya di samping Azzam.


"Emmm...." kata Azzam sembari menggelengkan kepalanya menolak membuka mulut


"Ayo Azzam buka mulutnya sayang, kita makan dulu sebentar" kata Alesa berusaha menyodorkan makan tersebut ke dalam mulut Azzam


"Gak au, Bun" kata Azzam menutup mulutnya dengan kedua tangannya


"Azzam gak mau makan ini, terus Azzam mau makan apa?" tanya Alesa masih berusaha sabar


"Au tu" kata Azzam menunjuk sebuah snack yang ada di dalam kresek yang di beli waktu di jalan hendak pulang tadi


Alesa menoleh ke arah jari telunjuk yang Azzam dan ternyata Azzam menginginkan snack itu, namun Alesa tak mau menuruti kemauan Azzam karena jika sudah makan snack pasti Azzam tak kan mau makan nasi.

__ADS_1


"Makan nasi dulu, nanti baru Bunda kasih itu" kata Alesa yang terus berusaha membujuk Azzam makan nasi


__ADS_2