Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 102


__ADS_3

Ibunya Alesa yang mendengar kabar Alesa kecelakaan tentu sangat syok, bahkan ibunya Alesa langsung terduduk dan menjatuhkan gawai yang di pegangnya sembari menggelengkan kepala seperti tak percaya.


Ayahnya Alesa yang dari dapur hendak ke depan melihat sang istri seperti sedang ketakutan segera bergegas menghampiri sang istri, kemudian ayahnya Alesa memeluk sang istri berusaha menenangkan baru nanti akan bertanya.


"Yah, A...Alesa kecelakaan. Sekarang di larikan ke rumah sakit yang ada di pusat kota" kata Ibunya Alesa terbata-bata tak sanggup mengatakan hal itu


"Apa kecelakaan" kata Ayahnya Alesa terkejut mendengar kabar Alesa kecelakaan karena tentu bukan hanya Alesa saja termasuk menantu dan cucu mereka


Karena semalam Alesa mengabari bahwa hari ini akan ke pusat kota ingin menginap di rumah adik iparnya dengan mengendarai sepeda motor, yang pasti mereka berangkat bertiga dan tau-taunya keluarga Alesa dapat kabar bahwa Alesa kecelakaan.


Ayahnya Alesa pun segera mengambil gawai yang terjatuh tadi, kemudian menghubungi kedua kakak Alesa secara bergantian mengabarkan bahwa Alesa kecelakaan serta memberi tahu rumah sakit yang menangani Alesa saat ini.


Setelah itu Ayahnya Alesa juga bergegas menyadarkan sang istri bahkan mereka harus segera kesana juga, karena pihak keluarga suaminya Alesa tidak tau sudah di kabari belum oleh pihak kepolisian.


Ayahnya Alesa dan ibunya Alesa segera mengunci semua pintu yang ada di rumah mereka, kemudian mereka berdua bergegas mengendarai sepeda motor milik ayahnya Alesa ingin segera ke rumah sakit.


Sepanjang perjalanan ibunya Alesa terus berdoa semoga Alesa dan yang lain dalam keadaan baik-baik saja, apalagi Azzam yang masih anak-anak rasanya tak terbayang bagaimana anak sekecil itu harus mengalami kecelakaan.


Ternyata kedua kakak laki-laki Alesa bersama keluarga mereka masing-masing saat ini dalam perjalanan menuju rumah sakit juga setelah mendapat kabar dari ayah mereka tentang Alesa yang baru saja mengalami kecelakaan.


Tak ada yang tenang pikiran mereka semua kacau, terus memikirkan keadaan Alesa dan yang lain apalagi pihak kepolisian tadi tak menjelas apapun hanya memberi kabar bahwa Alesa mengalami kecelakaan.


.


.


Di tempat lain

__ADS_1


Sisil saat ini tengah asyik berkumpul dengan semua anggota keluarganya yang dari kepulauan riau di ruang keluarga dengan TV yang tetap menyala, namun tiba-tiba ada berita terkini yang memberi tahu bahwa barusan ada yang mengalami kecelakaan tragis.


"Kasihan sekali" celetuk Kakak iparnya Alesa tanpa melihat berita itu karena hanya mendengar


Sisil yang tadi begitu fokus dengan putrinya yang baru belajar merangkak, tiba-tiba penasaran dengan berita terkini hingga ia menatap layar TV itu dengan teliti sedangkan yang lain justru fokus dengan putrinya Sisil.


"A....Azzam" kata Sisil terbata-bata ketika melihat korban kecelakaan yang di tayangkan di TV itu


"Ada apa, Sil?" tanya Ibu mertuanya Alesa menatap Sisil sembari mengerutkan kening


"I...itu Azzam korban kecelakaan di berita itu sepertinya mas Ilham dengan mbak Alesa juga" kata Sisil menunjuk ke arah TV


Semua yang ada disitu pun segera memalingkan pandangan mereka ke layar TV, dan benar saja saat para anggota medis menaikkan satu persatu korban kecelakaan ke dalam ambulan terlihat jelas wajah Alesa, suaminya dan Azzam.


Semua yang ada disitu tentu terkejut, bahkan ibu mertuanya Alesa langsung pingsan ketika mendapat kenyataan anak kesayangannya kecelakaan dan di ruang keluarga pun jadi rusuh karena ibu mertuanya Alesa tiba-tiba pingsan.


"Mas Dimas tinggal aja dulu disini, nanti bisa susul bareng mbak Siti dan ibu pakai mobil yang ada di garasi. Biar aku dengan mas Rangga dan bapak aja dulu ke rumah sakit" kata Sisil berusaha tenang sembari mengendong putrinya kemudian segera melangkahkan kaki keluar rumah


Rangga sudah menyiapkan mobil, kemudian Sisil dan bapaknya segera masuk ke dalam mobil lalu mobil pun mulai di lajukan Rangga dengan kecepatan sedang meninggalkan kediaman mereka menuju rumah sakit yang kebetulan hanya setengah jam dari kediaman mereka.


Sepanjang perjalanan Sisil menitikkan air mata, ia yang tadi melihat keadaan Alesa dan sang kakak serta keponakannya yang bersimbah darah tentu terpukul karena sepertinya kecelakaan itu benar-benar tragis.


.


.


Mobil ambulan yang membawa Alesa dan suaminya serta Azzam pun tiba di depan rumah sakit, para anggota medis bergegas menurunkan brangkar yang membawa tubuh korban kecelakaan barusan.

__ADS_1


Namun saat para anggota medis hendak mendorong masing-masing brangkar korban kecelakaan itu, entah mengapa tiba-tiba ada kejadian tak terduga jam tangan yang ada di pergelangan suaminya Alesa tersangkut di pergelangan gamis Alesa.


"Masyaallah, sepertinya mereka dua insan yang saling mencintai" kata Para anggota medis itu sembari berusaha melepaskan sangkutan itu


"Iya benar, mungkin mereka pasangan dunia akhirat" kata Yang lain membenarkan perkataan temannya itu


"Sudah-sudah, ayo cepat korban harus segera di tangani" kata Yang satu lagi


Setelah sangkutan itu terlepas, para anggota medis pun akhirnya bisa mendorong brangkar masing-masing korban kecelakaan itu satu menuju ruang UGD dan satunya menuju ruang jenazah karena memang ada yang sudah meninggal di tempat kejadian tadi.


Pihak keluarga suaminya Alesa lebih dulu tiba di rumah sakit, mereka segera bergegas menuju resepsionis menanyakan dimana ruangan yang menangani korban kecelakaan barusan dan setelah mendapat petunjuk Sisil dan yang lain segera bergegas ke ruang UGD.


Dan tak berapa lama kedua kakak laki-laki Alesa dengan keluarganya juga tiba di rumah sakit, tanpa banyak bertanya mereka semua langsung menuju ruang UGD juga karena jika ada pasien kecelakaan pasti langsung di tangani di ruang UGD.


"Bagaimana kata Dokter?" tanya Kakak pertama Alesa kepada Sisil


"Belum tau, Dokter belum keluar" jawab Sisil sembari menggelengkan kepala


Tiga jam kemudian, kini semua anggota keluarga suaminya Alesa maupun anggota keluarga Alesa semua sudah lengkap dan berada di depan ruang UGD menunggu hasil dari Dokter yang menangani korban kecelakaan.


Kriek


Bunyi pintu ruangan terbuka dan memunculkan seorang Dokter dengan para perawat, Dokter keluar dengan raut wajah lelah dan tampak kecewa entah apa yang terjadi kemudian Dokter menarik napas perlahan.


"Apa semua disini anggota keluarga dari korban kecelakaan?" tanya Dokter itu sembari menatap satu persatu orang yang ada di depan ruang UGD


"Iya Dok, bagaimana keadaan adik kami?" tanya Kakak pertama Alesa yang mewakili yang lain

__ADS_1


"Maafkan kami, kami para tim Dokter sudah berusaha semaksimal mungkin namun korban yang perempuan tak bisa di selamatkan" jelas Dokter kemudian menghela napas panjang


__ADS_2