Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 8


__ADS_3

Cahaya matahari malu-malu untuk menampakkan diri pada makhluk di muka bumi, Alesa masih tertidur sangat lelap karena semalam ia tak bisa tidur karena kedua kelopak matanya tak mau terpejam dan ia baru tertidur sehabis sholat subuh pagi tadi.


Kapal fery yang membawa beberapa bus pariwisata kini mulai mendekati pelabuhan tanjung pinang, setelah tiba di pelabuhan dan berbaris bersama kapal-kapal yang lain para kernek bus pariwisata meminta satu persatu untuk para penumpangnya segera naik ke bus masing-masing.


"Alesa, cepat bangun kita harus masuk ke dalam bus kita. Kita akan melakukan perjalanan di darat lagi" kata Mas Ilham menggoyangkan tubuh Alesa sedikit keras


Alesa pun langsung membuka kedua kelopak matanya saat terasa tubuhnya di goyangkan oleh seseorang, sembari mengucek kedua kelopak matanya Alesa beranjak duduk dan setelah nyawanya sepenuhnya terkumpul baru Alesa berdiri ikut mengantri untuk naik ke bus mereka.


"Haii..." sapa Sinta melambaikan tangan kepada Alesa yang tengah mengantri


"Haii, kita satu bus ya?" tanya Alesa setelah membalas sapaan dari Sinta


"Iya, mungkin daerah yang akan kita tuju sama. Aku duluan" kata Sinta kemudian menaiki anak tangga satu persatu untuk masuk ke dalam bus


Suaminya Alesa yang melihat interaksi Alesa dengan seorang perempuan yang menyapa Alesa barusan, menaikkan sebelah alisnya bingung kenapa bisa Alesa mengenal perempuan itu bahkan terlihat sangat akrab padahal ini pertama kali Alesa naik kapal bersamanya serta kapan mereka kenal setahunya Alesa terus bersamanya selama dua puluh empat jam.


Setelah semua para penumpang sudah duduk di kursi masing-masing dan berada di bus mereka masing-masing, kini satu persatu secara bergiliran bus pariwisata tersebut menyebrang dari kapal fery ke pelabuhan dengan perlahan dan tentunya sangat hati-hati karena jika salah belok sedikit bisa membuat bus tersebut jatuh dan tercebur ke dalam lautan.


"Alhamdulilah" ucap Para penumpang dalam bus


Setelah bus yang akan membawa mereka ke perjalanan selanjutnya tiba di pelabuhan dan mulai melaju meninggalkan pelabuhan, Alesa yang di beritahu suaminya bahwa perjalanan mereka tinggal berapa jam lagi jadi tak sabar untuk tiba di kediaman kedua mertuanya.

__ADS_1


Yang kata suaminya tak jauh dari pantai tempat yang sangat di inginkan Alesa dari dulu selain sebuah pengunungan, Alesa yang masih merasa ngantuk memilih untuk kembali memejamkan kedua kelopak matanya agar tiba di kediaman kedua mertuanya ia tak merasakan kantuk lagi.


"Alesa..." panggil Mas Ilham


Padahal Alesa baru saja memejamkan kedua kelopak matanya, suaminya sudah memanggilnya membuat tidurnya terganggu dan mau tak mau Alesa segera membuka kembali kedua kelopak matanya sembari menatap ke arah suaminya dengan maksud bertanya melalui isyarat mengapa suaminya memanggilnya.


"Kamu kenal perempuan tadi dimana?" tanya Mas Ilham yang tau maksud isyarat Alesa barusan


"Perempuan yang mana?" tanya Alesa bukan menjawab ia justru bertanya balik dengan suaminya karena bingung suaminya tiba-tiba bertanya soal perempuan


"Yang tadi, yang menyapa kamu pas kita mau masuk ke dalam bus. Itu tu orangnya" kata Mas Ilham kemudian menunjuk ke arah Sinta yang duduk di bagian paling depan


"Ohh, Sinta. Semalam kami kenalan pas aku keluar sebentar, ya ternyata orangnya asyik makanya kami jadi akrab" jawab Alesa yang tadi melihat arah jari telunjuk suaminya


Suaminya langsung melihat tas yang terselendang di tubuhnya lalu di bukanya sembari melihat isinya, syukurnya semua uang yang ada di dalam tas masih utuh dan sedikit pun tak ada yang berkurang selain yang di pakainya waktu beli tiket dan beli makanan kemarin.


"Udahkan Mas, gak ada perlu lagi kan. Aku mau tidur ngantuk banget" kata Alesa yang hanya heran dengan tingkah suaminya yang tak pernah percaya dengan orang baru


"Ya sudah, tidurlah" ujar Mas Ilham kepada Alesa


Alesa pun kembali memejamkan kedua kelopak matanya dan tanpa menunggu lama ia pun sudah terlelap ke alam mimpi, tak bisa menikmati perjalanan di darat sekarang karena ia lebih mementingkan rasa kantuk yang masih bersarang di kedua kelopak matanya hilang.

__ADS_1


Waktu menunjukkan pukul tujuh tiga puluh, bus yang membawa Alesa dan suaminya serta penumpang lain berhenti di salah satu kedai sarapan pagi karena supir dengan kernek ingin mengisi perut mereka yang mulai terasa lapar dan mungkin saja para penumpang juga ingin mengisi perut.


Lagi-lagi suaminya Alesa terpaksa membangunkan Alesa hendak mengajak Alesa untuk turun dan mengisi perut mereka yang memang sudah mulai terasa lapar, Alesa yang sudah tak mengantuk lagi dan malahan merasakan lapar akhirnya mau menerima ajakan suaminya.


"Lontong sayurnya dua bu, pakai telur rebus keduanya bu" kata Mas Ilham kepada pemilik kedai sarapan pagi itu


"Baiklah mas, di tunggu ya" ucap Ibu itu dengan sangat ramah


Bukan hanya Alesa dan suaminya saja yang memutuskan untuk sarapan dahulu para penumpang lain juga sehingga membuat kedai sarapan pagi ini penuh sampai satu pun kursi tak ada yang kosong, dan pemilik kedai pun jadi kewalahan untuk melayani mereka semua padahal ia hanya suami istri yang menjaga kedai tersebut.


Lontong sayur pesanan Alesa dan suaminya pun tiba, mereka yang sudah kelaparan segera menyantap makanan yang terhidang di atas meja mereka dengan begitu lahap apalagi ada sebuah kerupuk ikan yang menemani mereka makan lontong sayur dan tentu jadi semakin terasa nikmati sarapan kali ini.


Selesai sarapan Alesa dan suaminya segera membayar makanan yang telah mereka makan barusan, kemudian Alesa dan suaminya kembali ke bus mereka bersamaan dengan penumpang lain yang sudah selesai sarapan juga.


"Udah naik semua belum?" tanya Kernek bus tersebut


"Seperti udah bang" jawab Semuanya secara bersamaan


"Kita akan melanjutkan perjalanan yang tinggal berapa jam lagi" kata Kernek bus tersebut dan bus pun mulai kembali melaju


Alesa memandangi luar jendela yang jalanan ada beberapa rumah dan ada juga yang masih pepohonan hijau, pagi yang sangat cerah seperti cerahnya wajah dan hati Alesa saat ini karena akhirnya perjalanan mereka sebentar lagi sampai setelah melakukan perjalanan dari pagi ke malam sampai pagi lagi yang tentunya sangat lama.

__ADS_1


Namun karena perjalanan mereka masih sekitar 4 sampai 5 jam lagi, para penumpang lain memilih untuk tidur lagi sama seperti suaminya yang kini sudah terlelap dan bahkan mungkin sudah masuk ke alam mimpi berbeda dengan Alesa yang sama sekali tak merasakan kantuk lagi.


__ADS_2