
Ibu mertuanya mau tak mau mengambil uang berwarna merah satu lembar tersebut dari pada tidak di kasih suaminya sama sekali, dengan wajah di tengkuk dan bibir maju ke depan ibu mertuanya pergi dari hadapan Alesa dan suaminya.
"Hahahaha....." tawa Alesa akhirnya pecah juga setelah sekian lama menahannya
Di tambah Alesa melihat wajah ibu mertuanya yang di tekuk dan bibir maju ke depan tentu sangatlah lucu, Alesa merasa kejadian barusan seperti hiburan untuknya yang sudah jarang sekali menonton film comedy semenjak terlalu sibuk dengan pekerjaan rumah dan menjaga bayi Azzam.
"Kamu kenapa ketawa?" tanya Mas Ilham yang mengerutkan keningnya bingung melihat Alesa tiba-tiba tertawa
"Ibu kamu itu lucu ya, Mas" kata Alesa kepada suaminya dan langsung menutup mulutnya takut keceplosan kalau ia sedang menertawakan ibu mertuanya
"Maksud kamu apa?" tanya Mas Ilham yang sepertinya tak terima ibu kandungnya di bilang lucu
"Gak kok, aku hanya heran saja masak ibu kamu minta duit dengan kamu. Bukannya sebelum kesini dapat duit banyak dari Mas Dimas" kata Alesa mengalihkan pembicaraan
"Iya terserah ibu lah, kan ibu aku juga" jawab Mas Ilham yang sepertinya kesal kemudian beranjak dan berjalan masuk ke dalam ruko
Alesa tak mencegah suaminya pergi begitu saja, ia justru menggerutuki kelakuannya barusan yang hampir saja keceplosan soal ia yang menertawakan ibu mertuanya karena berdandan sangat menor serta melihat tingkah ibu mertuanya yang tengah merajuk tadi.
Hari yang sudah semakin sore Alesa pun mengajak bayi Azzam masuk ke dalam hendak di mandikannya, kemudian Alesa melepas semua pakaian yang melekat di tubuh bayi Azzam lalu mengendong bayi Azzam ke kamar mandi dan mulai memandikan bayi Azzam.
__ADS_1
Bayi Azzam yang usianya semakin bertambah sekarang sudah tak mau di mandikan dengan air hangat, jadi sekarang Alesa tak perlu susah lagi harus merebus air dulu karena sekarang bayi Azzam maunya mandi dengan air biasa seperti orang dewasa mandi air di bak kamar mandi.
Cukup berapa belas menit bayi Azzam sudah selesai mandi, Alesa segera mengendong bayi Azzam ke ruang TV dan mulai memakaikan minyak telon serta bedak ke seluruh tubuh bayi Azzam baru setelah itu di pakaikan Alesa piyama tidur lengan panjang.
"Nah, baksonya" kata Ibu mertuanya Alesa setelah hampir satu jam pergi baru kembali sembari menyodorkan plastik yang berisi bakso
"Taruh di dapur aja dulu bu, Alesa lagi nyusui bayi Azzam" kata Alesa yang memang tengah menyusui bayi Azzam
Suaminya yang kebetulan sudah lapar akhirnya mengambil mangkuk sendiri untuk mewadahi bakso yang di belikan ibu mertuanya barusan tanpa minta tolong dengan Alesa, sedangkan ibu mertuanya langsung menuju kamar mandi setelah meletakkan bakso tadi di dapur hendak mandi karena sudah sore.
Selesai suaminya makan bakso ternyata suaminya juga mewadahi bakso milik Alesa dan memberikan kepada Alesa yang tengah menyusui bayi Azzam, setelah bayi Azzam selesai menyusu suaminya menjaga bayi Azzam dahulu dan membiarkan Alesa memakan bakso tersebut.
"Bu, tolong jagain bayi Azzam ya. Alesa mau mencuci piring sekalian setelah ini mau mandi" kata Alesa kepada ibu mertuanya yang sudah selesai mandi bahkan sudah terlihat segar
"Iya, cepetan tapi. Awas aja kalau lama" kata Ibu mertuanya Alesa memperingati Alesa
Alesa hanya menganggukkan kepala dan langsung bergerak mencuci piring yang lumayan banyak karena sehabis makan siang tadi tak sempat dicucinya, selesai mencuci piring Alesa segera masuk ke dalam kamar mandi dengan kecepatan kilat ia menguyur air ke seluruh tubuhnya.
Hanya lima menit Alesa telah selesai mandi dan segera ke kamar untuk memakai daster lengan panjang yang jadi baju favoritnya ketika di dalam rumah, setelah itu Alesa mendekati ibu mertuanya yang sedang bermain dengan bayi Azzam sampai membuat bayi Azzam tertawa.
__ADS_1
"Alesa, kamu itu baru punya anak satu saja udah gak ke urus dengan badan, lihat ibu meski udah punya cucu tetap terlihat awet muda kan" kata Ibu mertuanya Alesa dengan pede ngomong dengan Alesa yang duduk di sampingnya
"Iya ibu terlihat awet muda bahkan melebihi Bunda Corla saking awetnya tapi harus tetap ingat umur bu dan ingat dengan bapak di rumah" kata Alesa sembari tersenyum dalam hati mengerutuki ibu mertuanya yang tak sadar dengan usia
"Memangnya kenapa? Ibu tadi kan bilangin kamu, badan kok hampir sama dengan gajah terus wajah kusam kayak pantat kuali" kata Ibu mertuanya Alesa tak terima di ingatkan soal usia
Alesa hanya diam saja ibu mertuanya menghinanya karena ia tak tersinggung sama sekali, apalagi sekarang ia memang tak sempat untuk mengurus badan dan wajahnya namun setidaknya suaminya tidak kelaparan dan bayi Azzam tidak kekurangan gizi.
Ibu mertuanya hanya bisa menghinanya tapi lupa bahwa mempunyai anak perempuan yang tak bisa mengurus anak, suami bahkan badan. Alesa masih ingat waktu ia menginap di kediaman mertuanya kemarin dan melihat kakak iparnya yang badannya juga melar karena kerjaannya cuma makan tidur.
Sedangkan anak-anak kakak iparnya itu yang mandiin iya ibu mertuanya, terus soal masak semuanya Alesa yang menyiapkan dan kakak ipar hanya tinggal makan bahkan suami kakak iparnya itu tak di urus dan menyiapkan segalanya sendiri hanya beruntung saja kakak iparnya memiliki suami yang tak menuntun ini itu.
Belum lagi karena kakak iparnya tinggal di rumah ibu kandung sendiri coba kalau memiliki tempat tinggal sendiri atau tinggal dengan mertua bisa-bisa kakak iparnya itu sudah lama di tendang, dapat ocehan dari ibu mertuanya itu anggap saja seperti angin berlalu yang masuk telinga kanan langsung keluar dari telinga kiri.
"Mas, biar aku aja jaga warung mumpung bayi Azzam main sama ibu" kata Alesa yang memang memilih beranjak dari hadapan ibu mertuanya dan menghampiri suaminya di depan
"Ya sudah kalau gitu" jawab Mas Ilham kemudian pergi dari hadapan Alesa
Alesa duduk santai di warung sembari memainkan gawainya dan berkirim pesan dengan adik iparnya yang menanyakan perilaku ibu mertuanya selama disini, Alesa menjawab seadanya seperti penilaiannya sekarang ibu mertuanya tak pernah kejam lagi memperlakukannya namun cerewetnya yang bikin telinga Alesa sakit.
__ADS_1
Tak berapa lama ada pembeli yang datang hendak belanja sembako, dengan ramah sembari menyunggingkan senyuman Alesa menyambut kedatangan pembeli tersebut