
"Sini biar ibu aja yang mengurus bayi Azzam, ibu mau ngajak bayi Azzam jalan-jalan ke depan" kata Ibu mertuanya Alesa mengambil bayi Azzam di kasur bayi setelah Alesa selesai memakaikan bayi Azzam pakaian sehabis mandi
"Tapi tolong jangan izinkan orang-orang mencium bayi Azzam ya bu, soalnya takut terkena bakteri atau virus" kata Alesa memperingati ibu mertuanya
"Aii pelit banget masak bayi Azzam gak boleh di cium, orang mencium itu kan tandanya suka dan gemes dengan bayi Azzam" sahut Ibu mertuanya Alesa tak terima dengan peringatan Alesa
Alesa yang tak mau berdebat dengan ibu mertuanya memilih diam, ia hanya khawatir bayi Azzam sakit lagi seperti kemarin meski awal mula bayi Azzam sakit bukan di sebabkan oleh orang yang menciumnya tapi setidaknya ia ingin mencegah sebelum terjadi lagi.
Apalagi bayi Azzam masih bayi tentu sangat rentang terkena penyakit dari mana saja, mana juga jika bayi Azzam sakit tentu ia yang harus mengurus bayi Azzam yang sangat rewel malam-malam dan akan membuat ia kewalahan lagi seperti waktu itu.
Enak jika suaminya atau ibu mertuanya mau membantunya mengurus bayi Azzam, bagaimana kalau tidak sama sekali bisa-bisa ia stress belum lagi ia yang di tuntun untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan memasak untuk makan siang dan makan malam.
Ahh, membayangkannya saja Alesa tak sanggup ia hanya bisa berdoa semoga bayi Azzam tetap dalam lindungan agar di jauhkan dari segala penyakit serta dari apapun yang pastinya jangan sampai membuat Alesa jadi khawatir.
Alesa yang tak mempunyai pekerjaan lagi karena semua udah di kerjakannya pagi tadi jadi memilih membersihkan kamar mandi saa yang sudah lama sekali tidak di bersihkannya, bahkan kloset dan dinding kamar mandi sudah terlihat sangat kotor.
"Alesa...Alesa...." teriak Ibu mertuanya Alesa sembari mengendong bayi Azzam menghampiri Alesa di dapur
"Ada apa bu, kok teriak-teriak" kata Alesa yang kebetulan telah selesai membersihkan kamar mandi segera mendekati ibu mertuanya
__ADS_1
"Kamu ini gimana sih, lihat bayi Azzam pup di celana dan gak kamu pakaikan pampers lagi jadi kena baju branded ibu kan" kata Ibu mertuanya Alesa yang kesal sembari memberikan bayi Azzam ke Alesa
"Iya mau bagaimana lagi bu namanya masih bayi gak bisa ngomong kalau mau pup, dari awal lahir kan bayi Azzam memang gak Alesa biasain pakai pampers" sahut Alesa kemudian membawa bayi Azzam ke kamar mandi hendak membersihkan tubuh bayi Azzam
Ibu mertuanya masih kesal dengan kejadian barusan terlihat dari wajahnya yang di tekuk, Alesa justru tertawa dalam hati melihat ibu mertuanya yang kena pup bayi Azzam dan mensyukuri ibu mertuanya karena awal niat mengajak bayi Azzam jalan-jalan hanyalah perantara saja.
Padahal Alesa tau kalau ibu mertuanya hendak bertemu para tetangga mereka ingin memamerkan baju branded yang di belinya waktu sebelum berangkat kesini karena habis dapat uang dari menantu kesayangannya siapa lagi kalau bukan Mas Dimas.
Alesa mengetahui itu karena ia masih sering berkirim pesan dengan adik iparnya yang begitu menyayanginya layaknya seperti saudara kandung, dan dari adik iparnya lah ia bisa tau tentang semua yang terjadi di kediaman mertuanya selama ini.
Alesa sudah memakaikan bayi Azzam pakaian lengkap lagi, di lihatnya jam di dinding yang menunjukan pukul 08.00 pagi itu artinya masih sangat pagi jika ingin menidurkan bayi Azzam lagi Alesa pun berpikir sebaiknya ia mengajak bayi Azzam bermain sekalian menstimulasi perkembangan bayi Azzam.
"Ini hanya sebentar bu cuma berapa detik, hanya menstimulasi saja" jawab Alesa kemudian membalikkan kembali tubuh bayi Azzam
"Mana ada stimulasi-stimulasi, semua ada waktunya untuk tengkurep sendiri. Kamu itu bisa gak jadi ibu yang benar" kata Ibu mertuanya Alesa makin cerewet memarahi Alesa
Lagi-lagi Alesa hanya bisa diam dan menghela napas panjang mendengar protes ibu mertuanya itu, padahal ia hanya menstimulasi dan ia juga tau semua ada waktunya hanya saja lebih baik sering-sering di stimulasi jadi perkembangan bayi Azzam bisa berjalan dengan sesuai usianya.
Karena malas berdebat dan tak mau mendengar protes yang keluar dari mulut ibu mertuanya lagi yang akan membuat telinga Alesa jadi sakit, Alesa pun memilih mengajak bayi Azzam bermain kerincingan saja sekalian melihatkan bayi Azzam mainan gantungan yang berwarna-warni.
__ADS_1
Sedangkan ibu mertuanya memilih untuk tetap duduk di dekat Alesa dan bayi Azzam dengan alasan menonton TV padahal tengah mengawasi Alesa layaknya Alesa seperti maling yang tertangkap basah, namun Alesa hanya cuek dan menganggap tak ada siapa diantaranya dan bayi Azzam.
"Sa, jaga warung. Aku mau mandi" kata Mas Ilham menghampiri Alesa yang tengah bermain dengan bayi Azzam
"Aku lagi jaga bayi Azzam, Mas" jawab Alesa sembari menoleh ke arah suaminya
"Bu jagain bayi Azzam bentar, aku mau mandi. Biar Alesa bisa jaga warung" kata Mas Ilham berbicara kepada sang ibu yang tengah menonton TV
"Iya, cepetan mandinya. Keenakan istrimu gak pernah ngurus bayi Azzam" kata Ibu mertuanya Alesa yang seperti masih kesal dengan Alesa
Suaminya tak menjawab dan memilih mengambil handuk kemudian berlalu dari hadapan ibu mertuanya dan melangkahkan kaki menuju kamar mandi, sedangkan Alesa langsung beranjak dari duduknya berjalan ke depan ingin menjaga warung.
Alesa hanya tersenyum ibu mertuanya tidak tau saja kalau anak kesayangannya itu kalau mandi sangat lama bahkan bisa-bisa satu jam di dalam kamar mandi, Alesa pun kadang heran dan bertanya-tanya apa yang membuat suaminya itu mandi sangat lama.
Padahal kalau di lihat dari atas ke bawah seharusnya Alesa lah yang mandinya lama karena rambutnya sangat panjang, tapi ini justru suaminya yang lama mandi seperti sedang bertelur saja di dalam kamar mandi atau bukan bertelur tapi nganggeremin telur (Hahahaha).
Dan benar saja hampir satu jam suaminya pun akhirnya keluar juga dari kamar mandi, sehingga membuat bau kamar mandi menyeruak keluar ke seluruh ruko yang sempit itu tapi baunya sangat harum bahkan saking suaminya lama di dalam kamar mandi tadi ibu mertuanya tertidur di samping bayi Azzam.
"Lihat Mas, saking lamanya Mas kalau mandi. Ibu sampai ketiduran dan meninggalkan bayi Azzam bermain sendirian" kata Alesa kepada suaminya sembari mengunakan dagunya menunjuk ibu mertuanya yang tertidur
__ADS_1
"Masak sih, perasaan cuma lima belas menit aku mandi" jawab Mas Ilham tak percaya dan segera memakai pakaian yang lengkap