Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 77


__ADS_3

Kini waktu sudah menunjukan pukul 04.00 sore, Alesa dan kedua orang tuanya saat ini sedang menikmati suasana sore hari di halaman belakang sembari memperhatikan Azzam yang sedang bermain tanah sendirian.


Alesa dan kedua orang tuanya juga asyik mengobrol bahkan menceritakan tentang masa-masa kecil Alesa dan kedua kakak laki-lakinya, Alesa yang anak perempuan satu-satunya di rumah ini masa kecilnya sering di jahili kedua kakak laki-lakinya itu.


Bahkan kedua kakak laki-laki Alesa ering kali membuat Alesa menangis sampai sang ibu marah, mendengar cerita dari kedua orang tuanya membuat Alesa tertawa sembari membayangkan bagaimana ia yang dulu pasti begitu lucu dan mengemaskan karena suka nangis.


Suaminya Alesa yang baru pulang dari masjid dan bahkan telah mengganti pakaiannya sembari mencari keberadaan orang-orang di rumah ini yang entah kemana, karena rumah tampak sepi seperti di tinggal pemiliknya.


Namun saat suaminya Alesa melangkahkan kaki ke arah dapur hendak mengambil air minum, suaminya Alesa yang mendengar Alesa tertawa baru tau jika semua orang di rumah ini ternyata sedang di halaman belakang.


Setelah minum suaminya Alesa melangkahkan kaki ke halaman belakang ingin bergabung, suaminya Alesa juga berniat ingin meminta maaf dengan ayahnya Alesa karena sudah berapa hari ini tak bertegur sapa meski berada satu atap.


"Azzam, mainnya disini aja" kata Alesa kemudian mengejar Azzam yang sudah berlari hendak mendekat ke arah kolam ikan


Kedua orang tua Alesa hanya tersenyum melihat cucu mereka yang terus berlari, sedangkan Alesa juga berusaha mengejar sampai akhirnya Azzam ke tangkap dengan Alesa meski Alesa mendapatkan Azzam dalam keadaan ngos-ngosan.


"Yah..." panggil Mas Ilham yang berdiri tak jauh dari ayah mertuanya itu


Sang ayah dan sang ibu langsung menoleh ke arah menantu mereka yang memanggil, sang ibu yang bisa membaca situasi memilih beranjak dari situ dan menyusul Alesa yang sedang bermain dengan Azzam di dekat kebun sayur miliknya.


"Yah, maafin Ilham kalau Ilham ada salah" kata Mas Ilham duduk di dekat ayah mertuanya sembari menundukkan kepala

__ADS_1


"Ayah sudah maafkan, ayah juga minta maaf kalau ada salah dengan Ilham" kata Ayahnya Alesa sembari menepuk pundak menantunya itu


"Terima kasih, yah. Ilham gak negur ayah karena tak punya muka yah, rasanya malu banget" jelas Mas Ilham kepada ayah mertuanya itu


"Yang lalu biarlah berlalu, cuma ayah minta tolong dengan mu. Jaga Alesa bahagiakan dia, perlakukan dia sebagaimana kami memperlakukannya. Jika memang tak bisa, kembalikan Alesa secara baik-baik dengan kami" kata Ayahnya Alesa dengan tenang sembari menatap kedua bola mata menantunya itu


"Iya yah, Ilham janji akan membahagiakan Alesa. Ilham gak sanggup yah kehilangan atau pun berpisah dengan Alesa, Ilham sangat mencintainya" kata Mas Ilham dengan mantap


Sang ayah tersenyum sembari menganggukkan kepala, sang ayah bisa melihat dari kedua bola mata suaminya Alesa bahwa perkataan barusan benar-benar serius dan sang ayah berharap ke depannya Alesa bahagia.


Setelah mengobrol membahas hal serius, kini sang ayah mengajak suaminya Alesa untuk bermain catur yang sudah lama mereka tak mainkan sembari ngobrol-ngobrol ringan mengisi kekosongan di sore hari.


Waktu terus berjalan dengan begitu cepat, tubuh Azzam sudah sangat kotor bahkan Azzam seperti sedang mandi lumpur hingga mau tak mau Alesa harus segera memandikan Azzam apalagi hari juga sudah semakin sore terlihat dari matahari yang sudah semakin turun.


Alesa memandikan Azzam di air kran yang ada di halaman belakang, Azzam yang suka bermain dengan air justru begitu keasyikan saat di mandikan Alesa di air kran bahkan Azzam sesekali memercikan air kran itu ke wajah Alesa.


Sedangkan sang ibu memilih masuk ke dalam rumah hendak mengambilkan handuk buat Azzam yang sedang di mandikan oleh Alesa, Alesa tertawa saat wajahnya dan jilbab yang di pakainya sudah basah kuyup karena ulah Azzam.


"Sini Azzam-nya kalau udah selesai di mandiin, ini handuk buat kamu" kata Ibunya Alesa mengambil Azzam dari Alesa lalu memberikan handuk


"Terima kasih, ibuku sayang" kata Alesa mencium sang ibu karena sangat bahagia sang ibu begitu tau apa yang di inginkan Alesa

__ADS_1


"Bukan anak kecil lagi, udah punya anak juga" kata Ibunya Alesa menggelengkan kepala kemudian melangkahkan kaki meninggalkan Alesa sembari membawa Azzam masuk ke dalam rumah


Alesa juga sudah mengeringkan tubuhnya dengan handuk lalu segera masuk ke dalam rumah hendak mandi karena sekalian sudah basah, Alesa masuk ke dalam kamar mandi dan mulai menyiram seluruh tubuhnya dengan air.


Hanya berapa menit Alesa telah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk, kemudian Alesa melangkahkan kaki menuju kamarnya sembari sekilas melihat Azzam di ruang TV bersama sang nenek yang sudah memakai piyama tidur lengan panjang.


Suaminya Alesa sudah selesai bermain catur dengan ayahnya Alesa karena ayahnya Alesa hendak mandi karena hari sudah sangat sore, suaminya Alesa pun memilih masuk kamar hendak mengambil handuk dan ingin mandi juga setelah nanti ayahnya Alesa keluar dari kamar mandi.


Glek


Tiba di kamar dalam kamar suaminya Alesa menelan ludahnya saat melihat tubuh Alesa yang hanya memakai dalaman, Alesa tak sadar jika suaminya barusan masuk kamar karena saat ini Alesa tengah membongkar koper milik mereka mencari piyama tidurnya yang entah kemana.


Suaminya Alesa pun melangkahkan kaki mendekati Alesa, lalu tiba-tiba suaminya Alesa memeluk Alesa dari belakang membuat Alesa hampir saja berteriak jika tak cepat-cepat mulutnya di bekap suaminya


"Mas apa-apain sih, masuk kamar gak ketuk dan nyelonong main peluk-peluk aja" kata Alesa kesal dengan semuanya sembari berusaha melepaskan tangan suaminya yang masih melingkar di perutnya


"Aku jadi pengen lihat kamu kayak gini" bisik Mas Ilham di telinga Alesa bukannya menjawab perkataan Alesa justru mencium tengkuk leher Alesa


Alesa tak mau saat ini bercinta apalagi ia sebenarnya masih kesal dengan suaminya belum lagi ia baru saja mandi masak harus mandi lagi, Alesa akhirnya bisa melepaskan tangan suaminya dan buru-buru mengambil daster yang bisa di pakainya


Setelah memakai daster Alesa langsung keluar dari kamar malas berlama-lama di kamar meladeni suaminya yang lagi nafsu-an itu, suaminya Alesa terpaksa menuntaskan hasratnya di kamar mandi karena Alesa terang-terangan menolaknya yang lagi kepengen.

__ADS_1


__ADS_2