Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Tidak Akan Membiarkan Mu Terluka


__ADS_3

"Kenapa?"


Liara memicingkan kedua matanya pada Lionel, saat melihat pria itu mengambil pisau buah dari tangannya.


"Pisau ini bisa melukai mu, Tuan Putri. Jangan menekannya terlalu keras, buah Apel yang kau pegang bisa terjatuh, dan pisaunya bisa mengenai tangan mu,"


Lionel meraih buah Apel di tangan Liara, mengupasnya dengan mudah- tanpa kesulitan sedikit pun.


"Kalau kau ingin memotongnya, minta tolonglah!"


Liara hanya diam, gadis kecil itu menatap dalam pada pengawal pribadinya. Tanpa berkedip, Liara meraih potongan Apel yang di berikan oleh Lionel padanya.


"Kau dari mana? kenapa tidak memakai baju?"


Liara memindai tubuh Lionel dari atas hingga bawah. Menelisik tubuh kekar dan bertato pengawal pribadinya.


"Aku baru menyelesaikan tugas ku,"


Lionel menoleh, pria bertato itu memakan potongan Apel milik Sang Tuan Putri. Bahkan Lione menipiskan bibirnya saat melihat Liara memicing, gadis kecil itu tidak rela saat melihat buah kesukaannya dilahap habis oleh Lionel.

__ADS_1


"Aku mau Apel lagi! kau menghabiskannya!" pekikan tertahan Liara, membuat Lionel menaikan sebelah alisnya.


"Aku akan mengambilkannya lagi untuk mu, Tuan Putri!"


Lionel segera bangkit, sepertinya Lionel tidak ingin terlalu lama melihat wajah masam Liara. Entah kenapa, Lionel tidak ingin terlalu lama melihat gadis kecilnya cemberut. Lionel akan lebih senang, saat Liara mengoceh atau pun marah padanya.


"Tunggu disini, jangan kemana pun!" titah Lionel mutlak, sebelum dirinya menjauh dari tempat Liara berada.


πŸ’


πŸ’


πŸ’


"Apa yang akan Alfuttain lakukan, setelah mereka mengetahui kalau aku sudah dapat melihat?" gumaman Sheena membuat Erkan membuka kedua matanya.


Pria bertato itu mendongak, tangannya terulur menyentuh dagu serta rahang istrinya. Membelainya lembut, penuh sayang dan cinta. Netra keduanya bertemu, saling mengunci dan bertautan- tidak ingin berpaling jauh.


"Apa pun yang akan mereka lakukan padamu, aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh apa lagi melukai mu, Sunshine!"

__ADS_1


Sheena tersenyum teduh, kedua tangannya menangkub kedua rahang Erkan, lalu mendekat dan mengecup pelan ujung hidung mancung suaminya.


"Aku yakin kau tidak akan membiarkannya. Tapi aku juga tidak ingin kau terluka karena melindungi ku,"Β  lirih Sang Princess.


Sheena tidak ingin kebencian yang di Alfuttain tunjukan padanya, membuat Erkan dan keluarga Albarack ikut kena imbasnya. Sheena tidak ingin melihat orang orang yang di sayangi terluka karenanya- termasuk Bibi Jumma.


Cukup saat dia buta, kala mengetahui kalau Bibi Jumma sempat mendapatkan hukuman hanya karena membawanya keluar dari menara. Bibi Jumma terkena hukuman kurungan, dan hanya di berikan makanan seadanya.


Disaat dirinya buta saja, Sheena tahu apa yang tengah Bibi Jumma alami dan rasakan. Apa lagi saat kedua matanya berfungsi, Sheena tidak yakin kalau hati dan raganya akan sekuat dulu.


"Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun, melukai mu dan keluarga kita. Aku berjanji akan selalu baik baik saja, karena kalau aku tidak baik- siapa lagi yang akan melindungi dan memanjakan istri ku ini?"


Sheena memekik pelan saat Erkan menarik ujung hidungnya. Gadis itu memberengut, Sheena menggosok pelan hidungnya yang memerah. Satu pukulan cukup keras Sheena layangkan di bahu kekar Erkan, pukulan yang membuat Sang Lord tertawa. Karena menurut Erkan, pukulan yang di berikan Sheena tidak dapat menyakitkan apa lagi melukainya.


"Dengar, aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuhmu! termasuk keluarga tidak tahu diri itu!"



**GREGETAN πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


SEE YOU TOMORROW


BABAYYY MUUUAAACCHHH😘😘😘**


__ADS_2