
Erkan mengusap kasar rambutnya yang basah, kedua matanya menatap penuh rasa bersalah pada gadis yang ada di hadapannya saat ini.
Gadis yang sudah membersihkan diri dan berpakaian lengkap, dan tengah menikmati sereal coklat sebagai camilannya.
"Maaf," ujar Erkan penuh penyesalan.
Satu tangannya terulur untuk meraih jari jemari sang kekasih. Menggenggamnya erat namun penuh kelembutan, menatap lekat kedua netra sebiru lautan yang kini tengah menatap lurus padanya.
"Aku sudah membuat mu tidak nyaman," lanjutnya.
Sheena yang sedari tadi menikmati sereal-nya, kini hanya terpaku- menatap kosong ke arah depan. Membiarkan sereal yang ada di dalam mulutnya meleleh dengan sendirinya.
Perlahan Sang Princess menarik kedua sudut bibirnya, meletakan sendok yang di genggam- lalu meraih tangan Erkan yang saat ini tengah membelit jari jemarinya. Sheena membalas genggaman Erkan, mengusap lembut punggung tangan kekasihnya- menandakan kalau dirinya baik baik saja.
"Aku hanya terkejut," ucapnya polos.
Sheena tidak berbohong atau pun bersikap kalau dia tidak tahu apa pun soal berciuman. Sheena memang bodoh dan buta tentang hal ini, jangankan berciuman di bibir- di pipi saja Erkan yang memperawaninya.
"I'am sorry," sahut Erkan sarat akan penyesalan.
Pria itu bangkit dan segera mendekap tubuh kekasihnya, memberikan banyak kecupan di pucuk kepala Sheena.
"Terimakasih karena sudah memperingatkan ku tadi, kalau tidak- mungkin kita sudah-,"
__ADS_1
"Akara bisa ambilkan aku air!" Sheena segera menyela ucapan kekasihnya.
Jujur Sheena masih malu membahasnya, bahkan sekarang saja dia ingin segera berlari ke kamar dan menenggelamkan wajahnya di bantal. Sementara Erkan, Sang Lord malah terkekeh geli saat melihat wajah merona Sang Princess. Erkan tahu kalau kekasihnya ini pasti tidak ingin membahas kejadian tadi.
Tapi rasanya menggoda Sheena akan menjadi candu untuknya, apa lagi saat melihat wajah merona kesayangannya.
Cup!
"Tunggulah, aku akan mengambilkannya,"
Sheena mengigit bibirnya, saat Erkan kembali mengecup singkat sudut bibirnya.
🍒
🍒
🍒
Beberapa gaun itu sama sekali belum tersentuh oleh Sheera, Bibi Jumma segera mengamankannya karena gaun gaun cantik itu biasa dipakai oleh Sang Princess. Sederhana namun sangat indah di tubuh Sang Princess, Sheena selalu memilih gaun sederhana untuk dia pakai selama berada di istana Albarack. Padahal di dalam 4 lemari yang ada di kamarnya, gaun mewah dan indah sudah tersedia lengkap.
Tapi Sang Princess hanya akan menyuruh Bibi Jumma untuk memilihkan gaun yang biasa dan nyaman untuknya. Tapi saat Sheera menguasai kamar ini, semua gaun indah yang tidak pernah keluar dari lemari- akhirnya menampilkan eksistensinya.
Mudah sekali tertebak, kalau gadis cantik yang ada di istana Albarack bukan Sang Ratu milik Sang Lord, melainkan gadis lain yang serupa dengannya. Cara berpakaiannya saja sudah membedakan mereka, begitu pula dengan cara memanggil Lord Erkan, sangat berbeda sekali dengan panggilan yang biasa Sheena sematkan.
__ADS_1
"Bibi Jumma sedang apa?"
Tubuh Bibi Jumma mematung, gerakan tangannya terhenti saat melihat Sheera tengah mendekat padanya. Gadis itu berjalan tertatih dan meraba, berakting seperti orang buta.
'Aku mendoakan mu agar tetap seperti itu selamanya,' desis Bibi Jumma dalam hati.
Wanita paruh baya itu berdecih pelan, doa buruknya selalu terucap saat dirinya melihat Sheera. Gadis tidak tahu diri, selain Sheera berhasil merebut semua hak yang seharusnya di nikmati Sheena- gadis licik itu pun ingin merebut sumber kebahagian Sang Princess.
Tidak akan! Bibi Jumma tidak akan membiarkan gadis licik itu bersikap sesuka hatinya.
"Bibi hanya sedang membereskan pakaian, Tuan Putri,"
'Bukankah kau tidak buta iblis kecil, kau bisa melihat apa yang sedang aku lakukan saat ini,' lanjutnya dalam hati.
Ingin sekali Bibi Jumma berbicara seperti itu, tapi dirinya harus bertahan sebentar lagi- demi rencana Sang Putra Mahkota.
"Oh, aku ingin istirahat- tolong bangunkan aku kalau Erkan sudah kembali,"
Bibi Jumma tidak menyahut, wanita itu hanya mengangguk pelan seakan tidak berminat sama sekali.
'Aku harap kau tidur selamanya, putri sialan!' harapnya dalam hati.
__ADS_1
**APE LU LIAT LIAT
SEE YOU MUUUAACCHH😘😘😘**