Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Modus


__ADS_3

Erkan menatap lekat sang kekasih, bibir tipisnya tersenyum kala melihat Sheena memejamkan kedua matanya. Tungkai kokoh Sang Lord mendekat, mengikis jarak pada Sang princess. Perlahan dan sangat pelan, sebisa mungkin Erkan tidak membuat suara.


Niat hatinya ingin memberikan kejutan pada sang pujaan hati, tapi-


"Kau sudah kembali?"


Langkah Erkan terhenti saat mendengar Sheena bersuara. Sang Lord berdecak pelan, dan mempercepat langkahnya. Erkan segera memeluk tubuh Sheena dari belakang, mengecup pucuk kepalanya berkali kali dengan gemas.


"Ck, kenapa kau selalu tahu Sunshine," decaknya kesal.


Sheena tergelak kecil, satu tangannya terulur mengusap lengah kokoh kekasihnya. Menepuk pelan, dan mengabsen jari jemari besar Erkan yang meremas pelan lengan atasnya.


"Aku buta Akara, bukan tuli," sahut Sheena.


Sang Princess masih tertawa kecil, entah kenapa Sheena tidak mempermasalahkan kekurangan yang di berikan Tuhan padanya. Sheena selalu mensyukuri apa pun yang ada pada dirinya. Maka dari itu, saat Erkan menyatakan kalau pria itu mencintainya- mencintai segala kekurangannya, Sheena amat berterimakasih karena sudah sudi mencintai gadis cacat sepertinya.


"Kau tidak buta, kau itu spesial Sunshine," tegas Erkan.


Sang Lord sama sekali tidak menyukai kata buta dan cacat, yang selalu di sematkan orang lain pada Sheena. Gadisnya tidak cacat, Sheena itu spesial di matanya- sangat spesial.


"Aku spesial di mata mu, tapi tidak di mata orang lain- itu kenyataannya Akara, dan aku tidak bisa mengelak," balasnya.


Sheena menghela napas pelan, Sang Princess menjeda ucapannya sejenak. Sheena berbalik, menghadapkan tubuhnya pada Erkan. Kedua sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk senyuman manis, satu tangannya terulur untuk mengusap rahang kekasihnya.


"Terimakasih kerena sudah mencintai gadis spesial seperti ku," lirihnya.

__ADS_1


Kedua netra sebiru lautan itu menatap lurus, terlihat kosong- tapi Sheena yakin kalau dirinya saat ini tengah menatap wajah Sang Lord.


"Aku yakin, kalau kau sangat tampan. Bagaimana caranya agar aku dapat membayangkan wajah mu, sedangkan wajah ku saja aku tidak tahu bagaimana rupanya," sambungnya lagi.


Senyuman Sheena tidak luntur sedikit pun, jari jemari lentik nan putihnya terus saja meraba permukaan wajah Erkan. Seakan jari jemari Sheena tengah merasakan betapa tampannya seorang Putra Mahkota Albarack.


"Kau sangat cantik Sayang. Sangat cantik, bahkan orang yang memiliki wajah sepertimu- tidak sebanding dengan mu. Kau terlalu sempurna sebagai manusia, kau tahu- aku serasa tengah memacari seorang dewi,"


Sheena tergelak, gadis itu menjauhkan wajahnya saat merasakan hembusan napas hangat Erkan sudah berada tepat di depan wajahnya.


"Aku ingin mencium mu," ujar gemas Erkan.


Pria itu menggesekkan ujung hidungnya pada pipi Sheena, merasakan betapa lembut dan halusnya permukaan kulit Sang Princess.


"Kenapa? tidak seperti biasanya. Bukannya Yang Mulia tidak pernah meminta izin dari ku, saat melakukan itu?"


"Aku tidak ingin kau merasa tidak nyaman," lirihnya.


Kedua mata Erkan terus saja tertuju pada bibir tipis semerah Cherry milik Sheena. Bibir manis yang pernah Erkan rasakan, sangat lembut dan membuatnya candu. Ingin sekali Erkan merasakan lagi manisnya, merasakan kelembutan serta kekenyalannya.


"Aku hanya terkejut," ujar Sheena apa adanya.


Jujur, dirinya juga ikut menikmati pagutan Erkan kemarin. Walaupun Sheena pasif, tapi Sang Princess tidak munafik- dia juga sangat menikmati keintiman mereka kemarin.


"Dan takut pada larangan Mommy. Aku takut kita tidak bisa mengontrolnya, aku takut Mommy kecewa pada ku nanti," sambungnya lagi.

__ADS_1


Erkan menghela napas kasar, Sang Lord mengangguk paham. Sang Mommy memang tidak membatasi mereka dalam berpacaran, tapi tidak untuk se*ks sebelum menikah. Mungkin kalau sekedar ciuman, Sang Mommy tidak akan mempermasalahkannya- pikir Sang Lord.


"Iya baiklah," Erkan mengalah.


"Besok Mommy pulang, aku ingin memberikan kejutan untuknya dan Daddy. Kau sudah siap, Sunshine," sambungnya lagi.


Sheena mengangguk pelan, dia harus siap kembali kedalam istana Albarack. Mempertahankan dan menyingkirkan sesuatu yang harus dia pertahankan serta singkirkan dalam satu waktu.


"Bagus, sudah malam ayo kita masuk!" Erkan segera menuntun Sheena, satu tangannya melingkar indah di pinggang kecil Sang Princess.


"Sunshine," panggilnya.


"Hm,"


"Kau harus tau, ciuman itu tidak akan membuat mu hamil. Jadi, apa kita akan mencobanya lagi, hm?" bisik rendah Erkan, membuat Sheena kembali menegang.


Tidak bisa membuatnya hamil, tapi bisa membuat keperawanan bibir dan tubuhnya hilang.


Dasar kang modus!



**MODUS AE LU BANG


HOLLA MET PAGI MENJELANG SIANG EPRIBADEH

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH😘😘**


__ADS_2