
"Dia? Putri keluarga Alfuttain kan? yang bermain biola itu?"
Sheena menelan salivanya susah payah, kedua tangannya saling bertautan satu sama lain. Sheena gugup, tidak percaya diri, apa lagi saat mendengar ucapan wanita yang belum dia kenal.
Ternyata wanita ini mengetahui tentang putri keluarga Alfuttain. Walaupun tebakannya memang benar, dia yang bermain biola saat di pesta itu- tapi Sheena yakin kalau bukan dirinya lah yang di maksud, melainkan Sheera- saudari kembarnya.
Tubuh Sheena semakin menegang saat merasakan belaian lembut di lututnya, dia yakin kalau yang melakukan itu adalah Akara, kekasihnya.
Dia masih berkutat dengan pikirannya, kenapa wanita ini bisa mengetahui tentang keluarga Alfuttain? siapa keluarga Akara sebenarnya? apa mungkin wanita ini ikut menghadiri pesta itu, hingga mengetahui Sang Putri Mahkota Alfuttain.
"Iya, dia yang bermain biola di pesta itu, Mom," sahut Erkan tenang, satu tangannya meraih jari jemari Sheena yang saling bertautan.
Erkan membelai jari jemari lentik itu, memberikan ketenangan kalau semuanya akan baik baik saja.
"Jadi, dia Putri Sheera?"
Deg!
Sheena sudah menduganya, dirinya pasti akan dikenal sebagai Sheera- bukan Sheena. Sheena menipiskan bibirnya, Sang Putri menggeleng pelan. Dia akan mengelak, Sheena tidak akan mengiyakan ucapan wanita yang ternyata Ibu dari kekasihnya.
Sheena akan menerima semua keputusannya, Sheena tidak akan membiarkan Akara berbicara bohong tentangnya. Dia akan menceritakan semuanya, kalau dia bukan-,
"Bukan Mom! ini Sheena, saudari kembar Sheera. Putri sulung keluarga Alfuttain, yang selama 17 tahun ini mereka sembunyikan,"
Sheena menegakan kepalanya, kedua mata sebiru lautannya kembali menatap kosong. Dia tidak percaya kalau kekasihnya akan menyangkal, sama seperti yang ada didalam pikirannya saat ini.
__ADS_1
"Ma-maksud kamu?" Yasmine sampai tergagap, bahkan Elvier yang tadinya terlihat masa bodoh- kini terlihat tertarik setelah mendengar ucapan putranya.
"Apa yang kau katakan? jangan membuat kami berpikir, Erkan!" tegas Elvier.
Erkan menghela napas kasar, bahkan dia sampai tidak menyadari kalau Elvier memanggil nama depannya. Untung saja Sheena sama sepertinya, tidak menyadari- karena pikirannya tengah berkelana.
"Sheena adalah Putri sulung keluarga bangsawan Alfuttain yang di sembunyikan. Mommy mau tahu di mana Sheena disembunyikan oleh mereka selama ini?" sambung Erkan, kali ini Sang Lord benar benar terlihat begitu serius.
Bahkan Liara yang sedari tadi bermain game di ponsel milik Lionel, sama tertariknya seperti Elvier. Gadis kecil itu mendekat pada Daddynya, lalu mendudukkan diri di atas pangkuan pria yang menjadi cinta pertamanya.
"Ada yang aneh dengan tatapannya? ya kan Dad?" bisik Liara.
Elvier menghela napas pelan, pria dewasa itu mengangguk tanpa bersuara. Kedua tangannya melingkar di tubuh Sang Princess Albarack, princess yang sering mengganggu waktunya bersama Yasmine.
Semua orang terdiam, mereka tidak sabar menunggu kelanjutan ucapan Erkan.
"Sheena dikurung di sebuah menara tua, yang cukup jauh dari kawasan istana utama Alfuttain. Dia di kuring selama belasan tahun, hanya di temani pengasuhnya," jelas Erkan.
Genggaman tangannya semakin mengerat, kedua mata Erkan menatap datar saat kembali mengingat bagaimana nasib kekasihnya selama berada di tempat menakutkan itu.
"Ini tidak masuk akal, kenapa Tuan Alfuttain sampai melaku-,"
"Karena Sheena terlahir tidak sempurna!" sela Erkan.
Sementara Sheena, Sang Princess sudah menundukkan kepalanya dalam. Kedua matanya terpejam, dia tidak bisa menghalangi kekasihnya untuk tidak menceritakan kisah hidupnya di masa lalu. Sheena tidak ingin di kasihani, Sheena tidak mau hidup dari belas kasihan orang lain.
__ADS_1
"Maksud kamu?" kini Elvier yang bertanya, dia semakin di buat penasaran.
Bahkan Liara pun terlihat turun dari pangkuannya, gadis kecil itu mendekat pada Sheena. Satu tangannya terulur untuk meraih dagu Sang Princess, Liara menaikan wajah Sheena.
Hingga Liara dan yang lainnya dapat melihat kedua netra indah itu secara sempurna. Netra biru eksotis yang terlihat kosong, seakan tidak ada kehidupan didalamnya.
"Sheena tidak bisa melihat sejak lahir. Karena itu keluarga Alfuttain menyembunyikan Sheena dari khalayak. Mereka hanya memperkenalkan Sheera sebagai putri tunggal keluarga Alfuttain. Sheena mereka buang dengan begitu saja, dan satu hal yang harus kalian tahu Mom- beberapa waktu yang lalu Sheena hampir kehilangan nyawanya karena Alfuttain dengan sengaja membuang dia ke-,"
"Tolong jangan dilanjutkan!" lirih Sheena.
Kedua mata Sang Princess sudah berembun, bibirnya bergetar. Sheena tidak ingin kekasihnya itu berbicara lagi, ini sudah cukup. Jangan menjual kemalangannya hanya demi bisa di terima oleh kedua orang tua kekasihnya.
"Tolong Akara," pintanya.
Kali ini air mata Sheena tidak dapat dia tahan lagi, tubuhnya melemas saat merasakan dekapan erat seseorang. Sang Princess kembali menangis, dia menangisi nasibnya- kenapa harus menjual kesedihan demi mendapatkan simpatik orang lain.
"Jangan menjual kesedihan hidupku, demi restu kedua orang tua mu," lirih Sheena, sebelum kegelapan menelannya.
**BERASA JADI DAKI NYA TAU GAK 😭😭😭
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
__ADS_1
SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH**