Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Bagaimana Bisa?


__ADS_3

Elvier menerbitkan senyuman tipisnya kala melihat Hisham keluar dari mobilnya, disusul oleh Sang Permaisuri Alfuttain.


Keduanya berjalan cepat menuju istana Albarack. Hisham sedikit terkejut saat Elvier Albarack Milles mengundangnya. Hisham sempat bertanya, ada apa gerangan- tapi Elvier hanya mengatakan kalau undangan biasa saja. Berdalih undangan kerja sama mereka tempo lalu, yang Erkan usulkan. Hingga akhirnya Hisham menerima undangan dari Elvier, dan kini dia serta istrinya sudah disambut secara langsung oleh tuan rumah.


"Selamat datang, Tuan Alfuttain dan Permaisuri," sambutan ramah Elvier.


"Terimakasih atas sambutannya, Tuan Albarack,"


Elvier hanya mengangguk pelan menanggapinya, tanpa basa basi lagi- Sang Tuan Albarack segera membawa kedua orang itu masuk. Lewat sudut matanya mengkode pada Erkan agar segera menjemput Sheena dan Yasmine.


"Istana anda indah sekali," celetuk Sang Permaisuri Alfuttain.


Kedua mata Sang Permaisuri menatap kagum, bahkan terlihat berbinar saat mengedarkan pandangannya kesetiap penjuru istana.


"Permaisuri ku yang mengatur semuanya, dia memang sangat pintar dari pada aku- dalam memperindah istana kami," ujar Elvier seadanya, terkesan memuji Yasmine secara tidak langsung.


"Benarkah? boleh aku bertemu dengan Permaisuri Albarack?"


"Tentu, mari!" ajak Elvier ramah.


Ketiganya melangkah santai menuju sslah satu ruangan yang sudah di siapkan, di ikuti oleh beberapa pengawal Alfuttain dan seorang pelayan istana milik Sang Permaisuri.


Sementara Yasmine, wanita itu tengah membawa Sheena dengan pelan- diikuti oleh Sheera yang di kawal salah satu penjaga.


Yasmine tersenyum tipis saat melihat Erkan mendekat ke arah mereka, dengan lembut Yasmine memberikan tangan Sheena pada putranya.


"Daddy mencarimu Mom,"


Yasmine semakin melebarkan senyumannya, Sang Permaisuri segera melangkah cepat- dia tidak sabar ingin melihat tamu agungnya hari ini.

__ADS_1


"Ayo Sunshine,"


Sheena mengangguk, kedua tangannya merangkul lengan bertatto calon suaminya. Menatap lurus ke arah depan, dengan senyum yang terus saja mengembang.


Dia siap! Sheena siap bertemu dengan kedua orang yang pernah menjadi kedua orang tuanya- dulu, sebelum dia dibuang. Dibuang seperti barang yang tidak berguna, tidak pernah diinginkan oleh keluarga Alfuttain.


"Bagaimana kabar anda Tuan Alfuttain?" Elvier sedikit basa basi, sepertinya dia tengah mengulur waktu- menanti kedatangan Erkan dan calon menantunya serta Sheera.


"Baik, sangat baik," sahut Hisham senang.


Sang Tuan Alfuttain terus saja mengembangkan senyum, dia terlihat  bahagia karena Albarack mengundangnya secara pribadi. Hisham merasa di istimewa kan, karena setahu dirinya baru keluarga Alfuttain lah yang di undangan secara langsung- tanpa undangan atau pun surat resmi lainnya, melainkan utusan keluarga Albarack sendiri yang mendatangi kediaman Alfuttain.


"Maaf, aku terlambat menyambut kalian,"


Obrolan Elvier dan Hisham terhenti, saat melihat wanita berwajah khas Asia baru saja tiba- dan mendudukkan dirinya di dekat Elvier. Senyuman manis dan ramah dia tunjukan pada para tamunya.


"Tidak apa apa Permaisuri," sahut Hisham lembut.


"Dia menatap mu, aku tidak suka!" desis Elvier tepat ditelinga Yasmine.


Yaamine menoleh, sudut bibirnya berkedut geli- pria bertato kesayangannya ini sedang menunjukan kecemburuannya, dan memperlihatkannya secara terang terangan.


"Kamu lebih segalanya Dad," bisik Yasmine seduktif.


Bahkan dengan sengaja Sang Permaisuri meremas paha bagian dalam Elvier. Menatap sayu dan nakal pada suaminya, mengabaikan para tamunya yang terkagum melihat kemesraan keduanya- tidak tahu tempat dan situasi.


"Jadi, apa yang ingin kita bahas sekarang?"


Elvier yang hendak mendekatkan wajahnya pada Yasmine kembali tersadar, pria itu berdehem pelan menetralkan raut wajahnya yang teramat menginginkan Yasmine sekarang.

__ADS_1


"Sepertinya Tuan Alfuttain sudah tidak sabar, baiklah- masuklah!"


Elvier menipiskan bibir, memberikan kode pada Erkan agar segera bergabung dengan mereka. Senyuman Elvier dan Yasmine semakin lebar saat melihat sepasang kekasih itu keluar- bergandengan mesra dan saling melempar senyum. Lebih tepatnya Erkan yang terus saja tersenyum pada gadis yang ada di sisinya.


Menatap lekat penuh damba, kedua sorot matanya tidak dapat di sembunyikan kalau Erkan banyak menyimpan cinta untuk sang gadis di hati dan matanya.


"Selamat datang Tuan Alfuttain dan Permaisuri," ucap Erkan santun, dia menjunjung tinggi rasa hormatnya pada orang tua, bukan karena menyukai pria sialan itu.


"Sheera?" gumam Hisham, bahkan Sang Permaisuri Alfuttain bangkit- kedua matanya menatap dalam pada gadis yang tengah Erkan rangkul.


"Sheena?" lirihnya.


"Putri Sheera ada di istana Albarack? bukankah kau bilang akan berlibur ke-,"


Ucapan Hisham terhenti saat melihat kedatangan seorang gadis dari belakang tubuh Erkan, gadis berambut pendek yang tengah di kawal oleh dua orang pengawal.


"Apa maksudnya ini?" tanya Hisham dengan alis menukik tajam, terarah pada Elvier dan Yasmine.


"Hallo Tuan Alfuttain, selamat datang di istana calon suami ku,"


Kedua mata Hisham membulat, tubuhnya reflek mundur selangkah kebelakang- pandangannya kembali terarah pada Erkan dan kedua gadis yang ada didekat Sang Putra Mahkota.


"Sheena? bagaimana bisa?" tanyanya tidak percaya.



**BAGAIMANA BISA? YA BISA DONG


HOLLA MET PAGI MENJELANG SIANG EPRIBADEH

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**


__ADS_2