Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Gadis Kuat


__ADS_3

Kedua tungkai indah itu melangkah perlahan, meninggalkan taman bunga yang begitu indah. Sang pemilik mengabaikan semua suara yang dapat di tangkap oleh kedua telinganya.


"Tuan Putri?"


Bibi Jumma tergesa saat melihat Sheena sudah berada di lorong. Raut wajah wanita itu terlihat khawatir, saat melihat beberapa pelayan istana Albarack menatap penasaran pada majikannya.


"Bibi Jumma, aku mau ke kamar saja. Udara di luar cukup panas, aku rasa kalau terlalu di luar tidak baik," kilah Sheena.


Gadis itu melanjutkan langkahnya, tanpa menunggu jawaban dari pengasuhnya. Hari ini Sheena memutuskan kalau dirinya akan berada di dalam kamar, sampai Erkan kembali.


"Bibi Jumma?"


Panggilan pelan Sang Princess membuat Bibi Jumma tersadar. Wanita itu berjalan mundur, namun kedua matanya masih menatap ke arah luar dan sekitar. Cuaca di luar memang terlihat begitu cerah, terkesan panas- tapi semilir angin membuat udara sejuk.


"Padahal Bibi ingin sekali minum teh bersama anda Tuan Putri," gerutu Bibi Jumma.


Wanita itu menghela napas pelan, menatap isi nampan yang ada di tangannya. Ada dua teh hijau, dan beberapa camilan kecil untuk teman teh mereka.


"Kita akan minum teh di balkon, ayo!" ajak Sheena lembut, membuat Bibi Jumma melebarkan senyum.


Kedua wanita beda usia itu berdampingan, tidak terlihat seperti pengasuh dan majikannya. Interaksi Sheena dan Bibi Jumma terlihat seperti teman bermain. Bahkan kadang terlihat seperti seorang anak dan ibunya. Karena bagi Sheena, Bibi Jumma adalah teman, sahabat, tempat mengadu sekaligus ibu baginya.


"Putri buta sepertinya tidak pantas untuk Yang Mulia!" desis seseorang dari balik pilar, tanpa di ketahui oleh Sheena dan Bibi Jumma sedari tadi ada sepasang mata yang mengintai interaksi keduanya.


πŸ’

__ADS_1


πŸ’


πŸ’


"Jangan ikuti aku, jangan sentuh aku, jangan peduli pada ku!" pekik Liara, saat Lionel hendak mengejarnya.


Pria bertato itu menghela napasnya kasar, saat melihat Liara membanting tas punggungnya ke paping blok. Semua ini gara gara guru muda di sekolah Sang Putri yang berani menggodanya.


Sang guru cantik dan muda itu mengajaknya mengobrol saat Lionel berjaga di depan pintu kelas Liara. Sang pengawal yang mengabaikan tatapan menusuk dari Sang Putri, membuat Liara murka.


Ingat, Liara tidak suka di abaikan!


Dan Lionel sudah melakukan itu. Sang pengawal mengabaikan karena terlalu fokus berbincang dengan guru cantik.


"Pria mata keranjang! mau itu Pangeran atau Pengawal, tidak ada bedanya!" makinya keras.


Dan sekarang Lionel- Sang Pengawal begitu senang saat mengantarnya kesekolah hanya karena ingin berbincang dengan seorang guru muda. Bahkan Lionel sampai tidak menyadari kalau kelas sudah bubar, saat Liara berjalan melewatinya Lionel pun tidak menyadarinya sama sekali.


"Brengsek!"


Liara mengumpat kesal, kalau saja Yasmine tahu- Liara pasti sudah mendapatkan hukuman.


"Tuan Putri?"


Liara tidak peduli, kedua kaki kecilnya terus saja melangkah cepat menuju mobil Tesla merah yang dia gunakan tadi pagi. Liara mengabaikan Lionel, Sang Princess Albarack akan memberikan sedikit pelajaran pada pengawal genit itu.

__ADS_1


"Tuan Putri, mo-,"


"APA!" pekik keras Liara.


Gadis kecil itu menatap tajam pada pengawalnya, dadanya naik turun karena menahan emosi.


"Mobil kita ada di sebelah sana," ujar Lionel tenang.


Liara terlihat memejamkan kedua mata, wajahnya memerah hingga ke telinga. Liara mencoba menahan amarah dan rasa malunya, pantas saja pintu mobil ini tidak bisa Liara buka- ternyata mobil miliknya ada di parkiran sebelah.


"Fuc*k!" umpatnya lagi, saat melihat Lionel tersenyum mengejek padanya.


Liara yakin kalau si pengawal tengah menertawainya saat ini. Lihat saja, dia akan memberikan pelajaran pada Lionel saat mereka sampai di istana.



KLAN ALBARACK HARUS KUAT



**SI GALAK DAN CEREWET


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA


MUUAACCHH**

__ADS_1


,


__ADS_2