Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Empat Mata


__ADS_3

Sheena mencengkram erat lengan suaminya, matanya menatap sendu pada wanita yang ada di hadapannya. Wanita yang sudah melahirkannya ke dunia, walaupun Sheena tidak pernah merasakan kasih sayangnya.


"Selamat sore, Yang Mulia Permaisuri. Maaf kalau kedatang kami mengejutkan anda. Oh iya, bagaimana keadaan putri mu? kami mendengar kabar kalau Sheera hilang selama dua hari,"


Erkan membuka pembicaraan, tangan besarnya meremas lembut jemari Sheena yang mulai turun untuk menggapai tangannya. Keduanya saling menggenggam, memberikan kekuatan- dan meyakinkan kalau semuanya akan baik baik saja.


"Selamat sore, Putra Mahkota. Maaf kalau anda tidak nyaman saat melihat keterkejutan saya. Kalian mau melihat Sheera kedalam?" Sang Permaisuri Alfuttain berucap gugup.


Dia sendiri tidak yakin kalau Sheena dan Erkan berniat menemui Sheera. Mungkin kabar buruk yang menimpa Sheera sudah tersebar keseluruh pelosok negeri. Tidak aneh kalau Sheena dan Erkan, bahkan keluarga bangsawan lain mengetahuinya.


Citra Alfuttain semakin tercoreng, baru saja Alfuttain membungkam mulut orang orang yang bergosip tentang mereka- perihal Sheena yang merupakan putri sulung Aftuttain yang tersembunyi dan terbuang, kini Alfuttain membawa kabar baru. Putri Mahkota Alfuttain yang maha sempurna, hilang selama dua hari dan di temukan di dalam jurang terjal dalam keadaan mengenaskan- hingga salah satu kakinya harus di amputasi.


Bagaikan sudah jatuh, tertimpa tangga pula.


"Bukan aku, tapi istriku. Dia ingin menemui putri mu, apa kau mengizinkannya?"


Erkan berusaha tenang dan sabar, kalau saja tempat yang saat ini dia jejaki bukan tempat umum, Erkan tidak akan berpikir dua kali untuk mendobrak pintu kaca buram yang ada di hadapannya.


"Tentu, Sheera pasti akan senang melihat ka- maksud ku melihat kalian berdua,"  Sang Permaisuri menggigit lidahnya keras, saat dirinya hampir saja kelepasan ingin memanggil Kakak pada Sheena dan Erkan.


Itu tidak pantas! benarkan?

__ADS_1


Erkan mengangguk, tanpa berbasa basi lagi Sang Lord membawa Sheena masuk, mengikuti langkah Sang Permaisuri Alfuttain.


Sheena sempat meragu, perlahan Sang Princess menghirup udara sebanyak mungkin, menghembuskan pelan, mengangkat kepalanya tegap- meyakinkan kalau dirinya bisa.


"Suamiku? ada yang ingin bertemu dengan Sheera,"


Tubuh Sheena semakin sulit untuk di gerakan, saat melihat seseorang yang tidak pernah menginginkannya selama ini.


'Ayah,' bisiknya pelan.


Erkan yang paham dengan situasi ini, merapatkan tubuhnya pada Sheena. Merangkul posesif pinggang istrinya, memberikan kenyamanan dan kekuatan kalau semuanya akan baik baik saja.


Kedatangan mereka bermaksud baik, Erkan yakin Tuhan akan memberikan kemudahan pada maksud baik mereka berdua.


"Biarkan mereka bicara!"


Hisham menarik lengan istrinya, tanpa sapaan atau pun berbasa basi- Hisham keluar dari ruang inap Sheera. Meninggalkan Erkan dan Sheena yang masih berdiri di tempatnya.


Erkan yang memiliki kepekaan tinggi, segera membawa Sheena mendekat ke arah tempat tidur. Satu tangan Sang Lord menarik kursi, untuk Sheena duduki. Sedangkan Erkan sendiri, dia berdiri tegap di belakang tubuh istrinya. Kedua mata tajamnya menatap lekat pada Sheera, yang terlihat mulai membuka kedua matanya.


Tatapan Sheera terlihat kosong, Sang Putri Mahkota belum menyadari keberadaan mereka berdua. Sheera terlihat masih sibuk dengan pikirannya saat ini.

__ADS_1


"Hai,"


Sheena menyapa terlebih dahulu, Sang Princess mengembangkan senyuman tipis saat melihat Sheera menoleh padanya. Kedua mata biru saudari kembarnya itu membulat, Sheena yakin kalau Sheera terkejut melihatnya.


"Aku tidak akan menanyakan bagaimana kabar mu, Sheera. Aku hanya ingin bertanya, bagaimana keadaanmu sekarang?"


Senyuman Sheena masih terpatri, walaupun Sheera sama sekali tidak membalasnya- gadis itu memilih untuk mengalihkan wajahnya ke arah lain.


"Untuk apa kau datang kemari? kau mau menertawai ku, Kakak." suara serak dan dalam yang Sheera keluarkan, membuat hati Sheena berdenyut.


Bahkan Sang Princess terlihat memejamkan matanya sejenak, sudut mata Sheena melirik kecil pada bagian bawah tubuh adik kembarnya.


Sang Princess mengalihkan tatapannya ke arah lain, saat melihat ruang kosong diantara kaki Sheera.



**HANYAAAAA DIAAAA DIA DIA DIA DIA DIA DIA DIA HANYA DIAAAAA


HOLLA MET MALAM EPRIBADEH


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHHH**


__ADS_2