Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Tidak Akan Melepaskan


__ADS_3

"Yang Mulia memanggil saya?"


Bibi Jumma membungkukkan tubuhnya saat dia sampai di ruang kerja Elvier. Didekat jendela kaca sana sudah ada Erkan yang tengah membelakanginya, pria berkaos abu abu itu terlihat menatap ke arah taman yang biasa Sheena kunjungi.


"Apa ada sesuatu yang terjadi pada Sheena, selama aku pergi?" Erkan berbalik, kedua matanya menatap tajam pada Bibi Jumma.


Sang Lord perlahan mengikis jarak pada Sang Pengasuh yang tengah tertunduk, Erkan tahu kalau Bibi Jumma sudah menyadari sesuatu.


"Tidak Yang Mulia!"


Dahi Erkan mengernyit, tatapannya terus saja tertuju pada Bibi Jumma yang masih menunduk. Namun perlahan wanita itu mengangkat kepalanya, Bibi Jumma menatap serius pada Sang Lord.


"Tapi ada yang aneh dari Tuan Putri. Beberapa jam sebelum kedatangan Yang Mulia, Tuan Putri terlihat pergi ke area belakang istana dengan seorang pelayan. Saya bahkan tidak mengetahui kalau Tuan Putri pergi ke area yang tidak bisa di jangkau oleh kamera pengintai yang anda pasang," tutur Bibi Jumma tanpa ragu.


Wanita itu berharap kalau Erkan akan percaya dengan ucapannya, dan segera memeriksa seluruh CCTV yang ada di istana ini. Bibi Jumma merasa ada yang tidak beres, firasatnya mengatakan kalau tengah terjadi sesuatu pada Sang Princess.


"Pelayan?" beo Erkan.


Anggukan yakin yang di berikan Bibi Jumma segera menyadarkannya. Lord Erkan segera bergegas meraih laptop yang ada di laci kerja Daddy-nya. Membuka benda itu, dan mengotak-atiknya agar menyala dengan semestinya.

__ADS_1


Dahi Erkan berkerut saat tidak menemukan apa pun yang mencurigakan, namun selang beberapa menit- kedua matanya menangkap dua orang gadis tengah berbincang, dan tidak lama mereka pergi ke arah yang tidak dapat di jangkau oleh CCTV.


Brak!


Erkan memukul meja kristal yang ada di hadapannya. Dia menyesal karena tidak memasang kamera pengintai itu di seluruh area istana- bahkan harusnya sampai ke area belakang yang biasa di gunakan oleh para pelayan.


"Cari pelayan itu! seret dia padaku!" Bibi Jumma mengangguk, wanita itu menoleh pada dua orang pengawal yang juga sama menunduknya.


Kedua pengawal merasa kecolongan, ini adalah hal memalukan dalam sejarah kebangsawanan Albarack. Dimasuki seorang penyusup, dan di tipu oleh seorang pengkhianat.


"Ada yang berani masuk, maka aku tidak akan pernah membiarkannya keluar dengan selamat!" Erkan mengepalkan kedua tangannya erat.


Hatinya risau, entah kenapa saat ini Erkan merasakan denyutan lebih kencang pada Jantungnya, bahkan terasa sakit.


Didalam sebuah kamar, seorang gadis berambut pendek tengah memasang beberapa rambut extension pada kepalanya. Menjadikan rambut coklat pendek sebahu miliknya, panjang dalam waktu beberapa menit saja. 


Kedua sudut bibirnya terangkat saat mengingat kejadian beberapa jam yang lalu. Terlebih kejadian yang menimpa saudari kembarnya- lagi.


"Sudah ku bilang, kemana pun kau pergi aku akan menemukan mu Putri tidak berguna!" cemo'ohnya.

__ADS_1


"Dan beraninya kau bersembunyi di sini! di istana pria yang sangat aku inginkan dan bersanding bersamanya. Kau benar benar tidak pantas Sheena, kau tidak pantas. Gadis buta sepertimu tidak akan pernah pantas bersanding dengan siapa pun, apa lagi bersanding dengan  Putra Mahkota Albarack yang penuh kesempurnaan," sambungnya lagi.


Kedua mata biru itu menatap cermin dengan tajam. Walaupun sebenarnya dia sangat membenci rambut panjang, tapi dirinya tetap harus berusaha menyukainya demi Sang Lord pujaannya.


"Hanya aku! karena hanya aku yang pantas untuk Erkan. Tidak siapa pun, apa lagi diri mu!" tukasnya.


Ingatan gadis itu kembali berputar kebelakang, di saat dia baru mengetahui kalau saudari kembarnya ternyata selamat dan masih hidup. Setelah Sheera, diam diam mengintai istana Albarack. Lebih tepatnya orang suruhannya, dan dua orang pengkhianat yang ada di istana ini- setelah dia membayar mahal mereka berdua.


Setelah kejadian dimana Erkan membawa seorang gadis misterius ke pesta topeng. Sheera benar benar tidak dapat diam, gadis itu melakukan apa pun demi bisa mendapatkan informasi valid tentang gadis misterius itu.


Dan cara satu satunya adalah dengan cara menstalking kehidupan Lord Erkan dari istananya secara langsung. Kebetulan sekali bukan, di istana Albarack ternyata ada pelayan yang ternyata tidak menyukai gadis yang menjadi pasangan Sang Lord- saat mata mata yang di kirim Sheena tidak sengaja mendengar pelayan itu mengumpati gadis misterius itu. Bahkan memaki dan mencemo'oh, sang pengintai sempat terkejut saat mendengar umpatan pelayan muda itu, yang mengatakan kalau si gadis misterius itu buta.


Dari sanalah kerja sama licik dan penuh intrik mereka terjalin- demi keuntungan pribadi di jalankan. Sang pelayan yang sudah di kuasi rasa iri menyetujui kerja sama ini, dia bertugas untuk membawa Sang Princess ke area yang tidak dapat di jangkau kamera pengintai. Membawa Sang Princess pergi dari istana Albarack, dan Sheera yang siap menggantikan posisi Sang Princess



**AKU JUGA GAK BAKALAN LEPASIN KAMU BANG


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU MUUUAACCHH**


__ADS_2