Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Pro dan Kontra


__ADS_3

Sheena meremas erat lengan suaminya, Sang Princess menghela napas pelan saat melihat tatapan para tamu undangan tertuju padanya.


Tanpa sadar Sheena semakin merapatkan tubuhnya pada Erkan, ingin rasanya Sheena mendekap tubuh suaminya saat ini- menyembunyikan wajahnya di dada Erkan.


"Anda bercanda, Pangeran?"


Erkan menipiskan bibir, senyuman sinis tercipta disana. Kedua netra tajamnya terarah pada Alfuttain dan Abraham.


"Kalau Tuan Gaffar tidak percaya, silahkan bertanya pada yang bersangkutan,"


"Bukan begitu Tuan Alfuttain!" sambung Erkan, seruan Sang Lord membuat atensi semua mata tertuju pada Hisham.


Bisik bisik para tamu mulai terdengarĀ  kembali. Keluarga Abraham pun kena imbasnya, para tamu undangan menatap penuh selidik pada mereka.


"Apa maksudnya, Tuan Hisham?" Kaviar yang sedari tadi diam memperhatikan, kini mulai bersuara.


Kaviar bangkit dari singgasana yang di sediakan oleh Alfuttain. Kaviar menatap Sang Besan dengan tajam, dia masih belum percaya dengan ucapan Putra Mahkota Albarack.


Kalau gadis yang ada di tengah pesta itu adalah putri sulung Alfuttain, berarti gadis yang di nikahi oleh putranya bukan putri tunggal? melainkan putri bungsu, yang artinya bukan pewaris tahta yang sebenarnya.


"Kau membohongi kami?" cecar nya lagi.


Hisham terlihat panik, pria itu segera mendekat pada Kaviar. Sesekali Hishan melirik pada Sheena dan keluarga Alfuttain.

__ADS_1


'Kenapa mereka bisa datang? bukankah aku tidak mengundang mereka. Atau jangan jangan-,' pikiran Hisham terus saja berkecamuk.


"Dengarkan kami dulu, Tuan Kaviar. Mereka memang kembar, tapi aku sudah memutuskan kalau tahta yang aku miliki akan jatuh pada Sheera. Karena Sheera lebih pantas mendapatkannya, Sheera memiliki semuanya- dan tentunya dia sempurna!"


Sheena mendatarkan pandangannya, sakit! itulah yang saat ini tengah Sheena rasakan. Kenapa kesempurnaan begitu di junjung tinggi oleh Alfuttain. Apa dirinya yang cacat ini tidak berhak mendapatkan pengakuan.


"Maksud anda?" tanya Kaviar begitu sangat penasaran.


Kenapa Alfuttain membedakan kedua putri kembarnya? bukankah keduanya berwajah sama dan sangat cantik. Tidak ada kecacatan di mata Kaviar, lalu kenapa Hisham sampai menyerahkan tahta pada putri bungsunya- bukan pada putri sulungnya?


"Karena dia memang tidak pantas! gadis buta tidak akan pernah bisa menempati tahta tertinggi keluarga Alfuttain!"


Remasan tangan Sheena semakin mengencang. Gadis itu berusaha menahan Erkan, Sheena tidak akan membiarkan tangan suci suaminya menyentuh tubuh bernoda Alfuttain. Karena Sheena yakin, kalau saat ini Erkan tengah emosi- dan ingin segera menyalurkannya dengan cara menghajar habis Hisham Alfuttain.


"Iya! maka dari itu keluarga Alfuttain menyembunyikannya. Kalian semua pasti paham, kenapa aku melakukan hal itu. Karena aku tidak ingin putri ku yang malang itu di manfaatkan, dan sekarang putri ku sudah di manfaatkan oleh Albarack!" kilah Hisham, pria itu menajamkan pandangannya ke arah Elvier dan Erkan.


Begitu pula dengaj semua tamu yang ada di sana, atensi mereka kini tertuju pada keluarga Albarack.


"Kasihan sekali, kenapa keluarga Albarack memanfaatkan putri malang itu? apa yang mereka incar dari nya?"


"Apa benar? kenapa aku sangsi pada Tuan Alfuttain. Kenapa mereka harus menyembunyikannya, bukan mengobati atau mencarikan donor mata untuk putri sulung Alfuttain."


Pro dan kontra para tamu terdengar jelas di telinga Erkan dan Sheena. Namun pasangan kekasih itu masih terlihat tenang, ralat- hanya Sheena yang tenang di sini, karena saat ini Erkan mau pun Elvier dan Yasmine tengah menahan sesuatu yang bergejolak dari dalam diri mereka- kala mendengar ucapan Hisham.

__ADS_1


Pria itu berani bersilat lidah, mengasumsikan keluarga Albarack sudah memanfaatkan keluguan Sheena.


Erkan bergerak, namun langkahnya terhenti saat Sheena bergerak mendahuluinya. Gadis itu berjalan santai, dengan tatapan datar terus tertuju pada Alfuttain.


"Hallo Ayah," Sheena berdiri tepat di depan Hisham.


Kedua mata biru lautnya menatap tajam, namun kedua sudut bibir Sang Princess mengembangkan senyuman tipis terkesan sinis.


Hisham termangu, dia heran kenapa Sheena dapat menyadari posisinya saat ini. Bahkan kedua mata indah itu menatap secara langsung, tanpa ada rasa takut sedikit pun.


"Gadis mana yang kau maksud? buta? siapa yang buta?" Sheena menjeda ucapannya.


Sang Princess menoleh sekilas pada Erkan, bibirnya tertarik mengembangkan senyuman manis pada suaminya.


"Tidak ada yang memanfaatkan gadis buta di sini. Yang ada hanya, mencintai dan menyayanginya sepenuh hati- tanpa tapi. Tidak seperti kau dan Putri kebanggaan mu itu, yang berusaha melenyapkan ku- karena aku hanya sebuah aib untuk Alfuttain!" tukasnya lagi, tajam dan menusuk.



**BERENANG MENGARUNGI LAUTAN CINTA EEEAAAAKKK


HOLLA MET SIANG EPRIBADEH


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART MUUUAAAACCHH😘😘**


__ADS_2