Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Hingga Kritis


__ADS_3

Sheena gelisah, dahi Sang Princess berkerut dalam- dan perlahan membuka kedua matanya. Netra seindah lautan itu mengerjab pelan, satu tangannya terulur saat merasakan tempat di sisinya kosong.


Suaminya tidak ada.


Tempatnya pun terasa dingin, berarti Erkan tidak tidur di dekatnya. Sheena bangkit, kedua matanya mengedar liar ke setiap penjuru kamar.


Kamar?


Bukankah tadi dia ada di dalam mobil? Pasti Erkan yang sudah memindahkannya ke kamar mereka. Tapi dimana Erkan? kenapa tempat tidurnya dingin? apa suaminya tidak tidur dengannya sedari tadi?


Sheena menyibakkan selimut tebalnya. Kedua matanya menatap jam mahal yang tergantung di dinding. Benda yang berwarna gold itu berdetak pelan, jarum jam yang terbuat dari kristal itu menunjukan pukul 00.15.


Sangat larut, tapi Erkan tidak ada bersamanya. Kemana pria itu? apa mungkin Erkan sedang berada di dalam kamar mandi?


Sheena menghela napas pelan, kedua tungkai telanjangnya bergerak menuju kamar mandi. Sheena yakin kalau Erkan ada didalam sana, satu tangan Sheena terangkat untuk mengetuk. Ketukan pertama tidak mendapat balasan apa pun dari dalam sana, hingga Sheena melakukannya lagi dan lagi. Sampai akhirnya pada ketukan kesekian kalinya, Sheena tidak kunjung mendapat kepastian.


"Akara, apa kau sakit perut? apa aku boleh ma-,"


Clek!


Ucapan Sheena terhenti, saat mendengar suara pintu terbuka. Bukan pintu kamar mandi, melainkan pintu kamarnya. Sheena segera menjauh dari area itu, berjalan cepat menuju tempat tidurnya.


Namun lagi lagi langkahnya harus terhenti, kala melihat Erkan tengah membuka kaos hitamnya sembari membelakangi Bahkan Sheena dapat mendengar suaminya meringis pelan.

__ADS_1


"Akara!"


Panggilan dari arah belakang tubuhnya, membuat Erkan menghentikan pergerakannya. Sang Lord terlihat memejamkan kedua mata, sembari mengumpat pelan sebelum dia berbalik.


"Kau terbangun, hm?"


Erkan menelan saliva susah payah, kala melihat raut wajah Sheena. Wajah terkejut istrinya membuat Erkan kembali berdecak dalam hati. Bahkan Sang Lord tidak menyadari kalau Sheena tidak ada di tempat tidur.


"Maaf aku sudah membuat ku terba-,"


"Kau dari mana Yang Mulia?!" potongnya cepat.


"Wajahmu? kenapa wajahmu sampai memar begini? apa yang sudah terjadi?" Sheena begitu panik saat melihat wajah lebam suaminya.


Bukan hanya lebam, namun pelipis serta sudut bibirnya berdarah. Sang Princess mendekat, sorot mata khawatirnya membuat Erkan merasa bersalah. Saat ini Sheena pasti sedang mengkhawatirkannya.


"Kau terluka Akara!" Sheena hampir saja menjerit.


Kedua netra biru nya sudah berembun, siap untuk menumpahkan cairan bening yang sudah tertampung di pelupuk matanya.


Bahkan Erkan pun sedikit terkejut mendengarnya. Erkan tidak menyangka kalau Sheena akan menangis karenanya. Tanpa peduli dengan luka di tubuhnya, Sang Lord segera mendekat pada Sheena- mendekapnya erat, membiarkan gadis itu menangis didalam pelukan hangatnya.


"Sssstt- it's oke Baby. Aku tidak apa apa. Aku akan tampan lagi besok, ini tidak permanen,"

__ADS_1


Bukannya mereda, tangisan Sheena malah semakin menjadi. Ucapan Erkan membuat Sheena jengkel, kenapa disaat babak belur seperti ini suaminya masih saja bercanda. Apa Erkan tidak tahu kalau dirinya sangat khawatir.


"Kenapa? apa yang sudah terjadi?" tanya Sheena dengan suara serak.


Erkan menghela napas pelan, Sang Lord memberikan banyak kecupan di pucuk kepala istrinya, membuat Sheena semakin mengeratkan pelukannya. Menghirup aroma maskulin yang menguar dari tubuh Sang Lord.


"Aku bertengkar dengan Pangeran Albraham," akunya.


Sheena membuka kedua matanya yang tadi tertutup, dahinya berkerut namun dia tidak bersuara, Sheena masih membiarkan Erkan menjelaskan padanya.


"Kami bertengkar di area balap. Karena dia berani merendahkan ratu ku, menyamakannya dengan sebuah barang!" pungkasnya lagi.


"Dia suaminya Sheera?"


Erkan mengangguk, kecupan kembali Sang Lord berikan di pelipis Sang Princess.


"Lalu?"


Erkan memejamkan kedua mata, mendengar Sheena yang terus menuntutnya.


"Aku menghajarnya hingga kritis! kami terlibat adu jotos, di tengah arena balap. Aku tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang, yang jelas pria sialan itu sudah masuk ruang ICU dan aku berharap dia juga masuk kedalam lubang pemakaman!" tukas Erkan tajam.


__ADS_1


**SARANGEO MY LORD 😘😘


SEE YOU TOMORROW MUUUAAACCHH😘**


__ADS_2