
Laju mobil Tesla yang di kendarai Erkan semakin kencang, membelah jalanan kota Dubai yang padat. Tepat hari ini, Erkan akan membawa sesuatu yang akan menjadi kejutan untuk seseorang di istana Albarack.
Kedua sudut bibir Sang Lord tertarik keatas, membentuk senyuman saat melihat gadisnya terlelap di sampingnya. Sesekali Erkan melirik, memastikan kalau Sang Princess tidak terbangun.
Sebelum mereka berdua meninggalkan rumah danau, Erkan sudah membicarakan perihal rencananya. Erkan meminta Sheena untuk tetap berada didalam mobil, sebelum Erkan menyiapkan semuanya.
Waktu sudah menunjukan pukul 16.45 waktu Dubai, berarti tidak lama lagi Yasmine dan Elvier sampai di negara ini- atau bahkan mungkin keduanya sudah di perjalanan menuju istana Albarack.
Erkan memainkan pedal gas dan rem dengan lihai, entah kenapa Sang Lord tiba tiba saja merindukan jalanan liarnya.
Tapi- tidak untuk saat ini, mungkin lain kali Erkan akan membawa Sheena ke area balap. Memperkenalkan Sang Princess pada mereka, memberitahukan pada dunia kalau Sang Lord sudah memiliki seseorang yang sangat dia cintai.
Tidak lama laju mobil Tesla yang di kendarai Erkan memelan. Erkan mengarahkan mobilnya ke area istana Albarack, lebih tepatnya ke bagian belakang istana- karena Sang Lord tidak akan membawa Sheena dari pintu depan.
Mobil mewah itu berhenti sempurna, Erkan melepaskan sabuk pengaman yang membelit tubuhnya- sebelum dia mendekatkan dirinya pada Sheena.
"Sunshine?" panggilnya pelan.
Satu tangannya terulur untuk mengusap lembut permukaan wajah Sang Princess. Menatap lamat dan dalam penuh puja, memberikan sentuhan selembut sutra agar Sang Princess terbangun dengan nyaman.
Lenguhan pelan mulai terdengar, namun Erkan sama sekali tidak menjauhkan tangannya- Sang Lord malah semakin merapatkan tubuhnya pada Sheena.
"Mau menunggu di sini, atau ikut dengan ku kedalam?"
__ADS_1
Netra indah itu mengerjab pelan, terlihat sayu dan lemah. Sepertinya Sheena masih mengantuk, tapi dia berusaha untuk tetap sadar.
"Kalau aku ikut masuk, nanti rencana mu bisa gagal,"
Erkan terkekeh kecil mendengar gumaman kekasihnya. Dengan gemas Erkan memberikan banyak kecupan di wajah Sang Princess, bahkan saat Sheena akan menghindar pun- Erkan tetap mengecupinya.
"Akara," ucap Sheena penuh peringatan.
Bukannya Sheena tidak suka, tapi saat ini bukan waktu yang tepat. Sang Lord bisa terlambat, atau bahkan mereka berdua bisa ketahuan sebelum rencana Erkan berhasil.
"Baiklah, tunggulah di sini- sampai aku menjemput mu,"
Sheena mengangguk pelan, gadis itu menyunggingkan senyuman tipis saat Erkan kembali memberikan satu kecupan di dahinya.
Semakin jauh Erkan melangkah, semakin dekat pula dirinya pada rencananya. Sang Lord menyunggingkan senyuman tipis saat melihat Bibi Jumma tengah berdiri di depan Sheera.
Erkan yakin kalau wanita setengah baya itu sudah melakukan sesuatu yang mampu membuat Sheera cemas. Tanpa suara, Erkan berdiri disisi Sheera. Senyuman samar Sang Lord kembali terlihat saat mendengar beberapa suara deru mobil memasuki area istana, sepertinya Yasmine dan Elvier sudah sampai.
Diam diam Erkan melirik pada Sheera yang masih mematung. Kedua tangan Sheera memegang erat biola yang ada di dadanya, gadis bergaun selutut itu terlihat gugup- bahkan keringat dingin sudah membanjiri punggung serta pelipisnya.
Sheera tidak yakin kalau dirinya bisa memainkan benda sialan yang ada ditangannya. Baru kali ini Sheera merasa gugup setengah mati, Sheera menyesal karena pernah meminta Sang Ayah untuk menyuruh saudari kembarnya mengaku sebagai dirinya saat di pesta kala itu, memperlihatkan keahlian bermain biolanya.
Sheera tidak menyangka kalau keahlian Sheena yang satu ini sangat di sukai oleh Permaisuri Albarack. Padahal dulu Sheera berharap kalau Sheena tidak bisa melakukan apa pun, membuat Sheena terbelakang karena tidak dapat melakukan apa pun selain meraba.
__ADS_1
Tapi sepertinya dirinya salah, Sheena justru lebih unggul darinya- padahal kakak kembarnya itu sama sekali tidak pernah mengikuti kelas belajar atau pun kursus.
Salah satu hal yang membuat Sheera selalu merasa iri hati pada Sheena. Padahal dia sendiri memiliki begitu banyak kelebihan.
"Ayo mainkan biolanya, Tuan Putri," ujar Bibi Jumma.
Sheera tersentak, gadis itu menoleh- bahkan terlihat semakin terkejut saat melihat Erkan sudah berada di dekatnya.
Sheera berpura pura tidak melihat, gadis itu bungkam- genggamannya semakin erat membuat Erkan tersenyum samar.
'Tunggu kejutan utamanya, Sheera,' bisiknya dalam hati.
**AKU TUNGGU BANG 😘😘😘
HOLLA MET SIANG EPRIBADEH
KALO BAB INI BARU MASUK KE NOTIF KALIAN BERARTI NT MASIH EROR YAK
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU MUUUAAACCCHH😘😘**
__ADS_1