Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Sang Pewaris


__ADS_3

Kedua tangan Erkan bergetar, napasnya tersengal hebat saat merasakan cengkraman kuat di lengan serta jambakan pada area kepalanya.


Terlebih saat Sheena sedang mengejan, tanpa sadar Erkan pun ikut mengejan. Bahkan sepertinya rasa sakit yang tengah Sheena rasakan, dapat dia rasakan juga.


"Ayo Tuan Putri, dorong lebih kuat lagi! kepalanya sudah terlihat!" seru dokter yang tengah menangani proses persalinan Sheena.


Wanita berambut panjang itu menarik napasnya dalam, cengkraman di lengan Erkan berpindah ke leher dan bahu. Sheena berpegangan sekuat tenaga, mengerahkan seluruh kekuatannya demi buah cintanya dengan Erkan.


Sheena mengejan untuk ketiga kalinya, kali ini Sheena benar benar lelah- kedua matanya menatap sayu pada Erkan- namun senyuman tipis tetap dia tampilkan.


"Aku yakin kau bisa Sayang! pukul, jambak, gigit saja aku kalau itu bisa membuat mu merasa lebih baik," Erkan berbisik pelan, pria itu memberikan banyak kecupan di pucuk kepala Sang Princess.


Memberikan banyak kekuatan untuk istrinya, bahkan Erkan berharap rasa sakit yang saat ini Sheena rasakan, bisa berpindah padanya. Namun rasanya itu tidak mungkin, Tuhan sudah memberi kodrat untuk Sheena agar dapat merasakan nikmatnya melahirkan.


Setelah berjuang antara hidup dan mati, serta menghabiskan waktu kurang lebih 12 jam lamanya- terdengarlah suara tangisan seorang bayi yang baru saja terlahir kedua fana.


Suaranya terdengar nyaring, tubuhnya begitu gembul dengan warna kulit kemerahan. Seorang bayi perempuan cantik, yang terlihat sempurna- menjadi pengobat lelah untuk Sheena, bahkan Erkan yang sedari tadi khawatir terlihat berkaca kaca.


Erkan memeluk Sheena, memberikan banyak kecupan di seluruh wajah istrinya, tanpa melupakan ucapan terimakasih yang terus dia gumamkan pada Sheena.


                        🍒PTSL🍒


Suasana ruangan rawat Sheena terlihat begitu ramai, Yasmine terus saja mengembangkan senyum sembari menimang bayi perempuan yang tak lain adalah cucu pertamanya.

__ADS_1


Yasmine tidak henti hentinya tersenyum, dan tidak menyangka kalau dirinya sudah memiliki cucu. Sementara, Permaisuri Alfuttain masih berada di rumah sakit jiwa untuk melihat suaminya, wanita itu belum sempat bertemu putri dan cucunya.


"Cucu cantik Oma, siapa namanya?"


Yasmine melirik pada Erkan dan Sheena, Oma muda itu terlihat tidak sabaran mendengar nama cantik yang akan di berikan Erkan untuk cucunya.


"Anyelir!"


Bukan, itu bukan Erkan atau pun Sheena yang menjawab, melainkan Elvier yang sedari tadi tenang dan memperhatikan Yasmine dengan cucu pertama mereka.


"Anyelir? namanya cantik. Yasmine, Dahliara, Anyelir, para bunga yang cantik dan indah." ucap Yasmine penuh kebanggaan.


Entah kenapa Yasmine langsung suka dengan nama yang Elvier berikan, bahkan Erkan dan Sheena tidak dapat membantah atau pun menolak nama cantik yang di berikan Elvier untuk sang putri.


Yasmine yang merasa tidak enak pada Menantu dan putranya, masih ingin memastikan- kalau Erkan dan Sheena menyetujui nama yang di berikan suaminya.


"Nama yang cantik? ya kan Sunshine?"


Erkan melirik pada Sheena, pria itu bahkan memberikan kecupan lembut di dahi serta pucuk kepalanya. Keduanya saling tatap, tanpa memperdulikan sekitar.


"Ekhem!"


Erkan dan Sheena gelagapan, keduanya saling memalingkan wajah- bahkan Sheena merasa malu untuk menatap ibu mertuanya.

__ADS_1


"Emm- aku setuju Mom. Nama Anyelir sangat indah, kita bisa memanggilnya Anye kan?"


Yasmine mengangguk, wanita setengah baya itu kembali memfokuskan tatapannya pada Anyelir kecil yang tengah terlelap didalam gendongannya.


"Besok aku akan berangkat ke Indonesia. Kakak ipar sudah melahirkan, seperti janjiku pada Mommy dan Daddy- aku akan berangkat sendiri. Opa akan menjemputku di bandara nanti,"


Suasana yang tadinya penuh bahagia, kini mendadak menegang saat Dahliara bersuara. Gadis remaja itu terlihat tenang saat melihat Erkan dan Sheena menatap padanya.


"Aku sudah pernah mengatakannya. Seharusnya kalian tidak perlu terkejut lagi, aku akan baik baik saja- aku berjanji."


Dahliara mengembangkan senyuman manisnya, tanpa orang lain tahu dibalik senyum itu ada sesuatu yang menyakitkan hatinya. Tatapan Dahliara beralih pada seseorang yang tengah berdiri di dekat pintu, sama seperti yang lain- orang itu menatap dalam dan tak berkedip pada Dahliara.


'Aku akan memulai hidup ku di Indonesia. Selamat tinggal semuanya, aku harap semua ini akan hilang dari hidup ku!' gumamnya dalam hati.




**HELLO BABY ANYELIR, POKOKNYA BABY FLOWER INI MAH😘😘


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYY MUUAAACCHH😘😘**

__ADS_1


__ADS_2