Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Keluarga Harga Mati!


__ADS_3

Tubuh Sheena membeku, kedua matanya menatap kosong ke arah Yasmine, dadanya terasa sesak- bahkan Sheena harus mencengkram ujung gaun kencang.


Perlahan Sheena menggulirkan tatapannya pada Elvier dan Erkan. Mata Sang Princess berkedip cepat- saat dirinya mulai bisa menguasai rasa terkejutnya.


"S-Sheera hilang? 2 hari?" beo Sheena.


Yasmine mengangguk, Sang Permaisuri menatap lekat pada menantunya. Wanita yang menyandang sebagai Nyonya Besar Albarack, meraih tangan Sheena- menggenggamnya erat, seakan memberikan keyakinan kalau semua akan baik baik saja.


Sebenarnya Elvier sudah melarang Yasmine untuk menceritakan berita ini pada Sheena dan Erkan. Namun Yasmine bersikukuh, Sang Permaisuri berpendapat kalau Sheena dan Erkan berhak tahu secepatnya, walaupun Yasmine yakin kalau putranya akan mengetahuinya tanpa dia beritahu.


Yasmine yang menjunjung arti keluarga, sangat menghargai artinya persaudaraan. Walaupun mungkin Sheena dan Alfuttain bahkan semua anggota keluarga Albarack, sedang bersitegang- Yasmine hanya ingin menunjukan simpatinya sebagai sesama manusia.


Karena bagi keturunan Damarta Anum Prayoga, persaudaraan itu adalah harga mati. Mereka tidak suka menaruh dendam, memaafkan akan menjadi akhir yang indah.


Belajar dari para pendahulu, mereka memaafkan orang orang yang tidak menyukai anggota keluarga Prayoga dan keluarga lainnya, Yasmine berharap saat mereka legowo memaafkan, kebaikan akan datang menghampiri.


"Iya, Sheera hilang dua hari. Itu yang kita dengar, tapi dia sudah di temukan walaupun keadaannya-," Yasmine menjeda, Sang Permaisuri melirik kecil pada suami dan putranya, yang terlihat tenang.


Yasmine menghela napas pelan, saat melihat Elvier mengangguk pelan. Lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.

__ADS_1


"Keadaan saudari kamu, Sheera harus kehilangan salah satu kakinya- karena terpaksa di amputasi untuk menyelamatkan jiwanya,"


Sheena yang sedari tadi sudah tegang, kini semakin tidak memiliki kekuatan untuk menopang tubuhnya sendiri. Kedua matanya berembun, mulutnya terkatup rapat. Dalam satu kedipan, cairan bening lolos begitu saja dari kedua netran nya- membuat Erkan segera mendekat dan mendekapnya.


"Ssstt- tidak apa apa," ujar Erkan menenangkan.


Isakan kecil Sheena terdengar, pikiran Sang Princess berkecamuk. Sheena tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Sheera saat ini. Karena sebagaimana pun jahatnya Sheera, gadis itu tetaplah saudarinya.


Mungkin dulu dirinya mampu bertahan dalam kegelapan, karena sudah terbiasa. Namun bagaimana dengan Sheera? apa saudari kembarnya itu mampu menghadapi semuanya.


"Sheera- aku tidak pernh membencinya Akara. Demi Tuhan aku tidak pernah membencinya, apa lagi meminta hal buruk pada Tuhan, aku tidak pernah memikirkan hal sejahat itu," tangisan Sheena pecah.


"Aku yakin kau tidak akan melakukan itu, Sayang. Karena kau adalah gadis baik, kau tidak pernah miliki hati yang buruk. Tidak apa apa, kalau kau ingin melihatnya- kita akan ke rumah sakit sekarang."


Erkan memberikan banyak kecupan di pucuk kepala Sheena, membalas dekapan istrinya tak kalah erat. Sang Lord menghela napas pelan, saat melihat Sheena mengangguk pelan didalam dekapannya.


       


                      🍒RTSL🍒

__ADS_1


Sheena melangkah begitu terburu buru, kedua matanya memerah menahan tangis. Erkan yang memilik langkah lebar, terlihat kesulitan untuk mengimbangi langkah cepat Sang Princess.


Setelah mendapatkan informasi dimana letak kamar rawat Sheera, keduanya segera bergegas menuju lift. Hanya butuh beberapa menit untuk sampai kelantai atas, saat ini Sheena dan Erkan tengah menyusuri lorong rumah sakit di lantai 10- dimana ruang rawat Sheera berada.


Kedua mata Sheena berbinar, saat melihat nomor kamar yang mereka cari. Senyum di wajahnya terpatri, namun saat Sheena hendak mendekat- langkahnya terhenti kala melihat seseorang keluar dari dalam ruangan.


Tubuh Sheena menegang, begitu pun dengan orang yang tengah menatap tak berkedip padanya. Erkan yang sedari tadi berada di belakang tubuh istrinya terlihat mendekat, menatap tenang pada orang yang saat ini tengah menatap dalam pada Sang Princess.


"S-Sheena," gumamnya pelan.


"P- Putra Mahkota," sambungnya.



**DEKAP AKU MY LORD 😘😘😘😘😘🌺🌺🍭🍭🍭🍌🍌🍌🍌🍌🌾🐎🐎🐎


SEE YOU TOMORROW


BABAYYYYY MUUUUAAAACCCHHH😘😘**

__ADS_1


__ADS_2