Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Tuduhan


__ADS_3

"Menikah?" beo Yasmine.


Sang Permaisuri terbar-bar sejagat kebangsawanan Dubai itu, melotot tidak percaya. Yasmine meraih kedua pundak kokoh Sang Lord, sorot matanya begitu tajam dan menusuk.


"Kamu ngehamilin anak gadis orang?"


Suara Yasmine terdengar rendah dan pelan, namun begitu menusuk dan mengintimidasi. Bahkan Elvier, pria berwajah rupawan di usianya yang tidak muda lagi- hanya melipat kedua tangannya di dada.


Sang Raja tengah menikmati wajah pucat Putra Mahkota, bukankah ini tontonan menarik. Pria muda itu terlihat menelan salivanya susah payah, Elvier yakin kalau Erkan tengah tegang setengah mati.


"Jawab Mommy, Akara!" suara rendah Yasmine kembali terdengar mengerikan di kedua telinga Erkan dan Elvier.


"Tidak Mom! aku tidak mungkin membuat cucu mu di luar nikah. Aku sayang padamu Mom, kalau aku melakukan itu- berarti aku tidak menyayangi mu dan Liara," bantah Erkan.


Sang Lord meraih kedua tangan Mommy-nya, Erkan memberikan banyak kecupan di kedua punggung tangan wanita yang sangat dia sayangi itu.


"Lalu kenapa kamu minta yang aneh aneh? kamu masih piyik Akara, umur kamu belum genap 20 tahun- mau dikasih makan apa mantu Mommy nanti?" ujar Yasmine begitu gemas.


Dia tidak mengerti kenapa Erkan tiba tiba meminta untuk menikah, padahal selama ini Sang Putra Mahkota tidak bertingkah macam macam. Bahkan setahu Yasmine, Erkan tidak pernah memiliki hubungan khusus dengan seorang gadis.


Lalu putranya akan menikahi siapa? kalau selama ini tidak ada gadis dari mana pun yang Erkan kenalkan padanya.


"Aku tidak mau kehilangannya, Mom. Nikahkan kami secara agama saja dulu, setelah usia kami cukup- aku akan menikahinya secara negara," pintanya begitu sungguh sungguh.


"Memangnya kamu punya pacar Kak?" tanya Yasmine masih tidak percaya.


Erkan menatap sendu pada Sang Mommy, genggaman tangannya semakin mengerat. Napasnya naik turun karena gugup- saat melihat Permaisuri menatap ragu padanya.


"Aku akan membawanya ke hadapan kalian. Tepat di ulang tahunnya yang ke 17, tunggu saja. Mommy harus tahu, kalau putra mu yang tampan dan gagah ini sudah laku!"


Ingin rasanya Yasmine tergelak mendengarnya, namun dia berusaha menahan diri- agar image tegas dan mengintimidasinya benar benar sempurna.

__ADS_1


Salah satu sudut mata Yasmine melirik pada Elvier. Sepasang suami istri itu berkomunikasi lewat telepati, mereka berdua ingin melihat- seberapa serius pria muda ini.


"Ekhem! baiklah, Mommy sama Daddy akan menunggunya. Kita akan lihat, gadis mana yang sudah membuat Putra Mahkota ngebet nikah!"


                            🍒 🍒🍒


Liara tersenyum manis kearah kamera, kedua tangannya di pinggang- sementara dagu kecilnya dia naikan sesuai dengan arahan sang fotografer.


"Oke sip!"


Liara menghela napas lelah, sudah hampir 1 jam dia latihan- dan sama sekali belum mengistirahatkan tubuhnya.


"Apa Tuan Putri sudah bisa beristirahat?"


Sang Fotografer tersentak kaget, saat mendengar suara bass seseorang dari belakang tubuhnya.


"Kau mendengarku?" sambungnya lagi, saat dia tidak kunjung mendapatkan jawaban si fotografer.


Bruuk!


Sang Fotografer mendesis, saat punggungnya menubruk sebuah meja- dorongan keras yang di lakukan pria berpenampilan seperti bodyguard itu, membuat area punggungnya berdenyut sakit.


"Apa kau ingin membuat bunga keluarga Albarack kelelahan, lalu jatuh sakit? dan pastinya itu akan berdampak buruk pada Tuan ku dan Permaisuri," bisiknya rendah.


Tubuh Sang Fotografer semakin tersudut- rasa sakit di area punggungnya semakin menjadi. Tapi suara seruan keras seorang gadis kecil, berhasil menyelamatkannya kali ini.


"Simbaaa! apa yang kau lakukan pada Kak Luis?!"


Liara yang baru saja selesai berganti kostum, menatap marah pada bodyguardnya.


"Lepaskan dia!" titah Sang Princess.

__ADS_1


"Kau menyakitinya!" sambungnya lagi, bahkan Liara sampai lupa dengan hukuman yang tengah dijalani oleh Lionel- karena Sang Flower sedang kesal, yaitu tidak berbicara selama satu bulan dengannya.


"Tuan Putri, aku hanya-,"


"Bicara sekali lagi! ku tambah hukuman mu. Lepaskan Kak Luis dan kembali ke posisi mu!"


Lionel terlihat menatap datar pada Sang Fotografer, cengkeramannya mengendur- membuat pria yang bernama Luis itu bernapas lega.


"Sekali ini saja, kalau lebih dari ini- akan aku hancurkan kamera mu itu!" bisik rendah Lionel.


"Simbaaaa!" pekiknya lagi.


Lionel menjauh, pria itu mengangguk pelan pada Liara yang tengah menyorot tajam padanya. Langkahnya perlahan mundur, tanpa berniat mengalihkan tatapannya dari Luis.



KAWIN KAWIN KAWIN



KETAWAIN AJA DULU



**NURUT AMAT DAH SAMA SI FLOWER


HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2