Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Satu Sama


__ADS_3

"Jelaskan sekarang!"


Sudut bibir Sheena berkedut, mati matian dia menahan bibirnya agar tidak tersenyum kala merasakan aura mengintimidasi suaminya. Sheena tidak dapat bergerak sedikit pun, karena Erkan tengah mengukungnya.


Sang Lord segera membawa Sheena kedalam kamar, sesampainya mereka di istana. Bahkan Erkan tidak memberikan kesempatan Sheena untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi, pada Yasmine dan Elvier.


"Kau menakuti ku, Akara," lirihnya.


Erkan mengusap wajahnya kasar, pria itu menghela napas kasar- memejamkan sejenak kedua matanya sebelum dia kembali menatap tajam pada Sang Princess.


"Jadi, kemarin kau bisa melihat saat aku-,"


Ucapan Erkan terhenti, kala melihat Sheena mengangguk pelan. Bahkan Erkan dapat melihat senyuman geli di bibir istrinya.


"Astaga!"


Erkan kembali mengusap wajahnya. Malu, itulah yang saat ini tengah dia rasakan. Bagaimana Erkan tidak malu, dengan tidak tahu malunya dia bertelanjang bulat di depan Sheena- yang dirinya sangka tidak dapat melihat tubuhnya naked nya.


"Wajah mu kenapa? apa kau sakit?"


Tubuh Erkan menegang kala Sheena menangkub kedua pipinya. Bahkan Sheena mengerjab cepat, saat melihat wajah Erkan semakin memerah. Sheena khawatir kalau suaminya sakit atau merasa kesakitan.


"Kau yang membuat ku sakit, Sunshine!" erangnya frustasi bercampur malu.


Erkan segera mendekap tubuh Sheena. Menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang Princess, menghirupnya rakus seakan tidak akan ada lagi untuk hari esok.

__ADS_1


Senyuman tipis Sheena mengembang, tangannya terulur untuk menyentuh kepala dan punggung lebar suaminya. Memberikan usapan lembut serta menenangkan. Sheena tahu, kalau Erkan saat ini tengah malu- atau bahkan sangat malu karena kelakuannya beberapa waktu lalu.


"Tidak apa apa, aku kan istrimu. Kenapa kau harus malu, Akara?" ujar Sheena menenangkan.


Sheena tidak ingin membuat Erkan malu atau canggung padanya, walaupun sebenarnya disini dirinyalah yang lebih malu serta canggung.


Bagaimana tidak, saat dirinya dapat melihat dunia- pemandangan nakal yang dapat Sheena lihat adalah tubuh full naked suaminya. Sheena sampai insomnia kala mengingat kejadian itu, kalau saja dia tidak sedang menyembunyikan penglihatannya- mungkin dirinya akan menjerit histeris.


"Kau tahu, aku merasa seperti pria cabul. Dengan tidak tahu malunya aku-,"


Astaga Erkan bahkan tidak dapat berkata apa pun. Rasa malu tengah memenuhi wajahnya, Erkan malu dan tidak mau kalau sampai Sheena menilainya sebagai pria cabul.


"Ssst- tidak apa apa! aku kan sudah bilang, aku istrimu lalu apa masalahnya?"


Sheena melepaskan dekapannya, kedua tangannya menangkub wajah Erkan- menatap dalam dan lembut. Bahkan Sheena membelai lembut rahang Sang Lord dengan senyum mengembang.


Erkan memalingkan wajahnya, pria itu salah tingkah- wajahnya kembali memerah kala Sheena berhasil membuatnya tidak bisa berkutik. Sedangkan Sang Princess, gadis itu tertawa kecil saat berhasil membuat Erkan terdiam.


Tidak salahkan kalau dirinya melihat tubuh suaminya sendiri? walaupun tanpa izin, bukankah ini impas? Erkan pernah melihat tubuh telanjangnya, saat dirinya tidak sadarkan diri. Bahkan dua kali, sementara dia sendiri hanya satu kali- seharusnya tidak adil.


"Kau pernah melihat tubuhku telanjang ku dua kali, sedangkan aku baru sekali. Itu tidak adil bukan? sepertinya memang tidak adil!" cebik Sheena.


Bahkan gadis itu melepaskan pelukannya secara sempurna dari tubuh Erkan, membuat pria itu mendelik protes.


"Jadi kau ingin melihat tubuh telanjang ku lagi, Sunshine?"

__ADS_1


Erkan menaikan sebelah alisnya, pikiran kotornya tengah mendominasi saat ini. Ucapan istri kecilnya membuat Erkan menyeringai mesum. Satu tangannya dengan lihai membuka satu persatu kancing kemeja hitamnya.


Tatapan Erkan tertuju pada Sheena yang masih memalingkan wajahnya, gadis itu belum menyadari apa yang sedang terjadi saat ini.


"Sunshine?"


Panggilan lembut Erkan, membuat Sheena menoleh- kedua matanya mendelik kala melihat suaminya sudah bertelanjang bulat di hadapannya.


"A-Akara apa yang kau la-hhmmptt!"


Tanpa ingin mendengar ocehan Sang Princess, Erkan segera membekap mulut istrinya dengan ciuman lembut dan menuntut. Sheena melenguh pelan, kala satu tangan nakal Erkan menerobos masuk kedalam gaunnya.


Mengusapnya sensual, lembut hingga membuat Sang Princess melenguh sexy- menambah keberingasan Sang Lord.


Apa yang akan terjadi pada mereka?



**AMPUN BAAAAANGGG


HOLLA MET SIANG EPRIBADEH


KALAU BAB INI TELAT BERARTI NT MASIH EROR


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH😘😘**


__ADS_2