Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Berubah


__ADS_3

"Aku mau ke Indonesia Dad. Aku akan melanjutkan sekolah ku disana, aku akan tinggal bersama Opa dan Oma!"


Elvier sontak menegakan tubuhnya, begitu pula dengan Yasmine. Sepasang suami istri itu menatap tidak percaya pada putri semata wayang mereka.


"Kenapa Sayang?"


Elvier bangkit, Sang Tuan Albrack mendekat pada Liara. Menatap Sang Putri dalam dan penuh selidik, namun Liara mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Sang Putri menghindari tatapan menyelidik Ayahnya, Liara yakin kalau Daddy dan Mommy nya pasti akan bertanya banyak hal.


"Aku hanya ingin suasana baru. Daddy akan mengizinkan ku kan? aku akan baik baik saja Dad, aku berjanji!"


Liara menampilkan senyuman lebarnya, bahkan gadis remaja itu mengangkat kelingkingnya- mengarahkan jari kecilnya pada Elvier.


"Kenapa kau tiba tiba ingin ke Indonesia? apa ada sesuatu yang mengganggu mu?"


Elvier tidak menanggapi, bahkan untuk sekedar membalas uluran kelingking Liara saja tidak. Elvier terus saja menatap penuh intimidasi pada Putrinya.


"Tidak ada apa pun Dad. Aku hanya ingin suasana baru, aku muak dengan para anak anak bangsawan lain yang berpura pura baik dan sok asik pada ku. Aku hanya ingin menjadi gadis biasa, melanjutkan karirku di sana tanpa embel embel putri bangsawan. Please, izinkan aku Dad- aku berjanji tidak akan nakal selama disana. Aku mo-,"


"Tidak!"


"Iya!"


Yasmine dan Elvier menjawab secara bersamaan. Yasmine menatap datar pada suaminya, kenapa Elvier tidak mau mengizinkan Liara? bukankah kemauan putri mereka cukup sederhana.

__ADS_1


"El!" protesnya.


"Tidak Mine, aku tidak akan membiarkan Liara jauh dari peng- hei kau mau kemana Sayang? Daddy belum selesai bicara!"


Yasmine menghela napas pelan saat melihat Liara pergi. Anak itu pasti merajuk, dan berakhir mengunci dirinya didalam kamar selama beberapa hari.


"Daddy tidak akan mengizinkanku, jadi untuk apa aku masih meminta izin Daddy!"


Elvier menghela napas pelan, sifat keras kepala Liara begitu sama dengan Yasmine.


"Daddy belum selesai bicara. Daddy akan mengizinkan mu, asal Lionel ikut bersama mu ke Indonesia!"


Langkah Liara terhenti, gadis remaja itu menoleh tanpa minat pada Elvier. Tatapannya berubah datar, sama seperti Yasmine saat wanita itu dalam keadaan tidak baik.


"Aku tidak berminat! aku akan meminta Opa untuk menjemput ku ke sini. Dan satu lagi, mulai sekarang dan seterusnya- Lionel bukan lagi pengawal ku Dad. Daddy bisa mengambilnya lagi, aku akan belajar untuk mandiri, belajar bela diri dan sebagainya agar bisa melindungi diriku sendiri!"


"Oh iya satu lagi, aku akan berangkat ke Indonesia setelah Kak Sheena melahirkan. Kalau begitu aku ke kamar dulu, Dad, Mom. Good night, aku menyayangi kalian."


Liara kembali melanjutkan langkahnya, meninggalkan kedua orang tuanya yang masih terdiam karena heran. Tatapan Liara datar dan dingin, begitu fokus sampai Lionel yang tengah berdiri tidak jauh darinya- Dahliara lewati begitu saja, tanpa berminat untuk menyapa atau hanya sekedar meliriknya.


Bahkan saat beberapa pelayan menyapanya, Liara hanya terdiam. Tidak ada deheman atau senyuman tipis yang biasa Liara berikan pada mereka. Liara berubah, gadis itu tidak peduli dengan manusia yang bersikap manis padanya.


"Tunggu Tuan Putri!"

__ADS_1


Langkah Liara terhenti, bahkan tubuhnya hampir saja terhuyung ke belakang saat ada seseorang yang mencekal lengannya. Liara menoleh, tatapan datarnya tidak hilang sama sekali- malah bertambah saat melihat orang yang menahannya.


"Lepaskan tangan mu dari tangan ku, Pengawal!" tegasnya.


Liara menyentak kasar hingga cekalan itu terlepas, bahkan dengan kasar gadis itu menepuk pelan lengannya yang dicekal oleh orang yang ada dihadapannya saat ini.


Seakan jijik dan banyak kotoran disana.


"Apa aku sudah melakukan kesalahan pada mu? kenapa kau-,"


"Siapa kau?" tukas Liara cepat.


"Siapa kau? siapa kau berani bertanya seperti itu padaku, Pengawal rendahan. Ingat posisi mu Lionel! kau hanya anak yang di pungut oleh Ayah ku, jadi bersikaplah sopan padaku. Ingat, kita adalah Sang Putri dan Pengawalnya- jadi jangan sok akrab dengan ku!" cetusnya lagi.


Liara kembali melanjutkan langkahnya, meninggalkan Lionel yang tercengang hebat. Bukan hanya Lionel, bahkan para pelayan lain pun ikut terkejut mendengar ucapan Liara.


Sang Putri terlihat berbeda, bahkan Liara bersikap dingin pada Lionel. Panggilan Simba pun tidak lagi Liara sematkan untuk Sang Pengawal.


Lionel menatap sekitar, rahang pria itu mengetat. Lionel segera berbalik, berjalan cepat menjauhi para pelayan istana yang mulai berbisik merdu.



**BANG LIONEL, LO APAIN ANAK GADIS ORANG

__ADS_1


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYY MUUUAAACCHH😘😘**


__ADS_2