Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Peduli


__ADS_3

Dahliara menghentakkan kedua kakinya kencang saat dirinya tidak mendapati Lionel mengejarnya. Gadis kecil itu berharap kalau sang pengawal akan menghentikan atau membujuknya, tapi ternyata Lionel malah mengabaikannya.


"Dia sudah tidak peduli padaku," gumamnya.


"DADDDDYYYYYY!!" teriakan Dahliara menggema.


Beberapa pelayan istana bahkan harus menyumpal kedua telinga mereka, saat suara keras Dahliara menghentak gendang telinga.


Sang Putri berlari, mencari keberadaan pria yang menjadi cinta pertamanya. Dahliara yang begitu dekat dengan Elvier, akan selalu menceritakan apa pun yang terjadi padanya setiap saat.


"Daddy, Daddy di mana?!" pekikan Dahliara kembali terdengar.


Untung saja Erkan dan Sheena sedang berada di luar istana, kalau sampai Sang Lord mendengar teriakan adiknya, sudah pasti Erkan akan memindahkan adik semata wayangnya itu ke atas rooftoop istana.


"Apa kalian melihat Daddy?"


Para pelayan yang tadinya hanya diam memperhatikan, terlihat saling pandang- lalu menggeleng pelan membuat Dahliara berdecak kecil.


Sang Putri kembali melangkahkan kedua kakinya. Raut wajahnya terlihat kesal, bahkan lebih masam dari pada tadi.


"Tuan Putri?"


Dahliara menghentikan langkahnya, mendengar suara seorang wanita dari belakang tubuhnya. Senyuman tipis Dahliara terbit, saat melihat Bibi Jumma mendekat ke arahnya.

__ADS_1


"Anda mencari Tuan Besar dan Permaisuri?"


Dahliara mengangguk, biar pun kenyataannya dirinya tidak mencari Sang Mommy, tapi Dahliara yakin kalau Daddy nya tengah bersama istrinya sekarang.


"Ayo saya antar. Beliau ada di lantai tiga, sepertinya tengah membereskan sesuatu,"


Bibi Jumma segera membawa adik ipar Sang Princess kelantai atas. Beberapa waktu yang lalu, Elvier dan Yasmine memutuskan untuk menjadikan Bibi Jumma sebagai kepala pelayan wanita di istana Albarack.


Walaupun Bibi Jumma sempat menolak, dengan alasan dia hanya ingin mengabdi pada Sheena dan Sang Lord- namun karena Sheena yang meminta akhirnya Bibi Jumma menerimanya.


Sekarang sang pengasuh memiliki andil besar di dalam istana Albarack. Bibi Jumma berharap kalau dirinya akan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.


 


Sudah tiga hari ini Sheena rutin menjenguk adik kembarnya. Namun selama tiga hari itu, dirinya sama sekali tidak pernah bertegur sapa dengan Hisham- Ayahnya.


Pria paruh baya itu selalu menghindar saat Sheena dan Erkan datang. Sheena yang tidak mau ambil pusing, hanya mengabaikannya. Sang Princess lebih fokus pada kesembuhan fisik serta mental Sheera.


Perlahan hubungan kedua saudara kembar itu membaik. Sheera lebih banyak diam saat Sheena menasehatinya, begitu pun dengan Permaisuri. Wanita setengah baya itu selalu memandang sendu dan sayu pada Sheena- terlihat sekali kalau dia begitu menyesali apa yang sudah terjadi.


Disaat Sheera tengah berjuang memperbaiki wajah dan menguatkan mental saat sembuh nanti, Kezier dan Abraham tengah mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama. Lebih tepatnya Kaviar yang mengajukan, karena Kezier belum sepenuhnya pulih.


Salah satu kakinya yang tidak dapat dia gunakan dengan normal, sangat begitu mengganggunya. Kezier bahkan sempat mengamuk saat mendengar penjelasan dokter, kalau salah satu kakinya akan pincang. Kezier belum mengetahui keadaan Sheera yang sebenarnya.

__ADS_1


Kaviar hanya memberitahukan kalau calon mantan istrinya itu sudah di temukan, tapi tidak memberitahu keadaan Sheera yang sebenarnya.


"Operasi mu tidak lama lagi. Perbanyaklah memakan makanan yang bisa meregenerasi sel kulit, agar luka di wajah mu cepat sembuh. Aku dan suamiku sudah mendaftarkan mu pada dokter spesialis bedah plastik. Dia menyanggupinya, sekarang tinggal kau yang harus siap secara mental dan fisik!"


Sheera menghela napas pelan mendengar penuturan Sheena. Gadis Alfuttain itu menunduk dalam, kedua tangannya bertautan. Sheera masih tidak menyangka kalau Sheena sudi menolongnya sekarang, disaat Sang Ayah lebih banyak diam dan termenung dari pada mengusahakan kesembuhannya.


"Terimakasih," cicitnya.


Sheena sedikit terkejut mendengarnya, Sang Princess menoleh pada Erkan- kedua mata mereka bertemu dan saling mengikat.


Erkan mengembangkan senyumannya, satu tangannya mengusap lembut pucuk kepala istrinya.


"Istirahatlah, aku harus pulang sekarang!"


Sheena bangkit, dia menampilkan senyuman tipis pada Sheera. Tatapannya beralih pada Sang Permaisuri, Sheena menghela napas pelan sebelum kembali berbicara.


"Perlakukan dan rawat Sheera sebaik mungkin. Cacat bukanlah keinginannya, jangan sampai dia bernasib sama dengan ku. Aku pamit Yang Mulia Permaisuri, permisi!" imbuhnya lagi.


DINASTI DUREN SAWIT TETAP BERLANJUT DI NOVELTOON GAK BAKALAN KEMANA MANA, JADI JANGAN KHAWATIR SAYANG SAYANG KU, NANTI ADA PRINCE ARYAN, DAHLIARA LIONEL DAN YANG LAINNYA TUNGGUIN AJA OKEEEEE!!😘😘😘


SEE YOU TOMORROW


BABAYY MUUUAAACCH

__ADS_1


__ADS_2