Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Tidak Tahu Tempat


__ADS_3

Genggaman tangan Erkan dan Sheena semakin erat, keduanya melangkah cepat menuju pintu utama istana Albarack.


Erkan terpaksa membatalkan seluruh agenda yang sudah mereka buat, demi menuruti perintah Yasmine.


"Selamat datang My Lord, Permaisuri sudah menunggu anda di dalam,"


Murad yang sedari tadi menunggu kedatangan keduanya, terlihat tidak ingin berbasa basi lagi. Pria berkemeja hitam itu memundukkan kepalanya, membiarkan Erkan dan Sheena masuk. Tidak lama Murad mengikuti langkah Sang Putra Mahkota dan istrinya.


Didalam istana, Yasmine terlihat tengah menyuapkan salad buah pada Elvier- suaminya. Keduanya tidak peduli dengan tatapan Dahliara dan Lionel, yang tidak jauh dari tempat mereka berada.


Yasmine tersenyum kecil saat melihat mangkuk kristal ditangannya kosong, tangannya terangkat menepuk pipi suaminya.


"Pinternya, bentar ya aku mau mang-,"


"Biarkan disana, Mine!" titahnya mutlak.


Gerakan Yasmine terhenti, bahkan dirinya belum sempat beranjak- membuat Yasmine membatu di tempatnya.


"Untuk apa aku mempekerjakan pelayan sebanyak itu, kalau kau selalu sibuk sendiri!" Elvier kembali bersuara.


Pria bertato itu meraih mangkok kristal dari tangan Yasmine. Meletakan benda itu di atas meja kaca.


Menatap Sang Permaisuri dengan lekat, tanpa berkedip, dengan senyuman tipis menghiasi salah satu sudut bibir Elvier. Tangannya terulur, menyentuh wajah Yasmine- mengusapnya lembut, perlahan Elvier mendekat pada Sang Permaisuri. Elvier terlihat lupa dengan segalanya, Sang Tuan Albrack melupakan Dahliara dan Lionel yang tengah menatap ke arahnya.


Bahkan kedua orang beda usia itu mengernyit dalam, saat melihat kedua orang dewasa itu semakin merapatkan tubuhnya.

__ADS_1


"Astaga! aku ada tugas dari Miss Helena, ayo Simba kita ke kamar ku!"


Dahliara berteriak kencang, sebelum kedua bibir Elvier dan Yasmine bertemu. Sepasang suami istri itu membulatkan kedua matanya, serentak menatap pada Dahliara yang terlihat salah tingkah. Begitu pun dengan Lionel yang terlihat memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Ayo Simba, ada tugas yang harus aku selesaikan. Kau harus membantuku oke!"


Dahliara menarik lengan pengawalnya, keduanya melangkah cepat setelah Lionel membungkukkan tubuhnya pada Yasmine dan Elvier, sebelum pria bertato Ular dan Laba Laba itu mengikuti langkah Sang Flower.


"Ihhh! kamu sih El. Lihat Liara- kamu bikin aku malu!"


Elvier menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal, dia pun sama malunya dengan Yasmine. Elvier yakin kalau Dahliara pasti berpikiran dirinya adalah Daddy yang mesum, walaupun kenyataannya seperti itu. Tapi Elvier juga tidak mau kalau sampai putri kecil kesayangannya akan berpikiran seperti itu padanya.


Elvier menghela napas kasar, entah kenapa dia selalu sulit mengendalikan diri saat bersama Yasmine. Dimana pun dan kapan pun, tidak pernah berubah sedari dulu.


"Mine, aku-,"


Ucapan Elvier terputus, saat Erkan menyelanya. Pria yang akan menduduki tahta tertinggi kebangsawanan Albrack itu, mengembangkan senyum. Tangannya menggenggam erat jemari kecil milik Sang Princess, tanpa ingin melepaskannya.


Elvier mendengus, pria berkemeja abu abu itu menyandarkan dirinya pada sofa. Melipat salah satu kakinya ke lutut, menatap putra serta menantunya lekat.


"Kalian udah datang. Mommy kira nanti malam, tapi enggak apa apa. Sini Sayang, duduk sama Mommy. Biar Akara duduk sama Daddy."


Elvier yang mulai tenang, kembali menegakan tubuhnya. Menatap tidak percaya pada istrinya.


"Mine, ayolah jangan seperti-,"

__ADS_1


Elvier mengatupkan bibirnya, melipatnya dalam. Pria itu menggeser tubuhnya menjauh dari Yasmine, saat melihat Sang Permaisuri menatapnya datar. Elvier harus mencari aman, dia tidak ingin mengambil resiko- kalau harus tidur di kamar tamu nanti malam.


"Ngapain kamu masih berdiri? duduk sana sama Daddy. Sheena biar duduk sama Mommy!"


Kini giliran Erkan yang berdecak, Mommy nya benar benar menyebalkan, dan sayangnya dia tidak bisa membantah semua ucapan Sang Permaisuri


"Udah cepat duduk sana! ada yang mau Mommy omongin sama kalian,"


Erkan berdecak kecil, dengan malas dia mendudukkan dirinya didekat Elvier. Kedua pria Albarack itu saling lirik, kemudian menggeser tubuh masing masing untuk menjauh.


Yasmine yang melihatnya hanya menggelengkan kepala, kedua pria nya memang tidak pernah akur.


"Dengerin Mommy mau ngomong! ada kabar yang datang, kalau Sheera Alfuttain sempat hilang selama dua hari,"


Deg!



**DAD TAU TEMPAT DEH 🙄🙄🙄


HOLLA MET MALAM EPRIBADEH


MAAF YA TELAT, SOALNYA AKU HARI INI SIBUK UNDANGAN 😭😭


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


MUUUAAACCHHH😘😘😘**


__ADS_2