Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Aku Ingin Memakan mu


__ADS_3

Sheena memperhatikan penampilannya di cermin. Gaun berwarna pastel semata kaki membungkus tubuh indahnya. Sesekali ujung matanya melirik pada Bibi Jumma yang tengah sibuk menata rambutnya.


"Kita mau kemana?"


Pertanyaan itu kembali Sheena ajukan, Sang Princess menatap kosong ke arah cermin saat melihat Erkan mendekat. Pria yang sedari tadi memperhatikannya tanpa berkedip, sembari bersikedap dada- kini sudah berdiri di sisi Sheena.


Tatapan Sang Lord begitu dalam, intens dan terlihat begitu mengagumi gadis yang ada di sisinya ini.


Erkan menyandarkan tubuhnya di meja rias, kedua tangannya kembali dia lipat di dada. Senyum tipis Sang Lord terbit, saat dia melihat wajah istrinya secara sempurna.


"Pesta, kita akan ke pesta pernikahan,"


Sheena menahan keterkejutannya, gadis itu memejamkan kedua matanya sejenak saat mendengar ucapan suaminya.


Pesta pernikahan?


Kalau begitu Erkan akan membiarkan orang lain mengenalnya, atau mungkin Erkan akan menyuruhnya memakai topeng lagi.


"Apa aku harus memakai-,"


"Tidak! kau tidak akan memakai topeng atau pun itu, Sunshine. Kau akan menjadi dirimu sendiri, menjadi istri dari Erkan Akara Albarack Milles,"


Erkan menegakan tubuhnya, pria itu mendekat- tangannya terulur untuk menyentuh wajah Sang Princess.


"Bibi sudah selesai Tuan Putri, kalau begitu Bibi keluar dulu,"


Erkan menoleh pada Bibi Jumma, wanita setengah baya itu terlihat mengulum senyum kala menundukkan kepalanya. Erkan tahu apa arti senyuman itu, Bibi Jumma yang mengerti segera meninggalkan sepasang pengantin baru itu.


"Terimakasih Bibi Jumma," ujar Sheena, masih terdengar oleh pengasuhnya.


Sang Princess masih berdiri didepan cermin, kedua netra indahnya menatap lurus dan kosong. Sheena berusaha tidak melihat Erkan, dia harus berpura pura tidak melihat suaminya- walaupun dalam hati Sheena, dia ingin sekali menatap wajah tampan Sang Lord.

__ADS_1


"Kau cantik," bisik Erkan tepat di depan wajah Sheena.


Bahkan Sang Princess dapat merasakan deru napas hangat suaminya. Sheena reflek memejamkan kedua mata, kala Erkan semakin mendekat padanya.


"Aku tidak rela, wajah cantik ini di lihat oleh pria lain. Bolehkan aku mengurung mu di sini, kita tidak perlu pergi ke pesta tidak penting itu,"


Erkan menyandarkan kepalanya di bahu Sheena, tubuhnya yang menjulang membuat Erkan harus membungkukkan nya sedikit.


"Kita tidak jadi pergi?" tanya Sheena memastikan.


Tangan Sang Princess terulur untuk menyentuh kepala Erkan, memberikan belaian lembut- membuat pria itu memejamkan kedua matanya.


"Hm, maunya seperti itu- tapi Tuan Besar Albarack bisa marah padaku, kalau aku tidak membawa menantunya ke pesta itu."


Sheena tersenyum kecil mendengar gumaman suaminya. Dengan gemas Sheena memberikan kecupan ringan di pelipis Erkan, dan kecupan itu terus berlanjut hingga menyentuh rahang Erkan, walaupun Sheena harus menunduk dalam.


"Sunshine?"


"Aku mencintaimu,"


Sheena mengigit bibirnya, dia berusaha agar tidak tersenyum seperti orang bodoh. Sang Princess mengangguk, usapan dan kecupan di kepala Erkan semakin bertambah.


"Aku juga mencintai mu," balasnya.


Kini giliran Erkan yang tersipu, Sang Lord melingkarkan kedua tangannya di tubuh Sheena. Erkan semakin menduselkan wajahnya di ceruk leher sang istri.


"Aku ingin memakan mu sekarang," bisik seduktif Erkan.


Cup!


Tubuh Sheena menegang, Sang Princess memejamkan kedua matanya kala merasakan kecupan basah dan ringan di ceruk leher, hingga tulang selangka serta bahu terbukanya.

__ADS_1


Sheena menahan napas sejenak, kala kecupan Erkan mulai kembali merambat naik ke arah rahang serta dagunya.


"Tapi aku tidak bisa. Aku tidak ingin membuat mu tidak nyaman, Sunshine." bisiknya terdengar frustasi.


Cup!


Lord Erkan kembali memberikan pagutan lembut dan ringan di bibir Sheena. Decapan keduanya membuat suasana kamar semakin panas, Erkan bahkan memindahkan tubuh Sheena ke atas meja rias- tanpa melepaskan pagutan bibir mereka.


Ciuman mereka semakin intens, bahkan tidak terasa sudah menghabiskan beberapa menit. Erkan dan Sheena, saling bertukar napas dan saliva, mereka berdua sampai lupa kalau Elvier dan Yasmine sudah menunggu.


"Akara, sudah. Kau merusak make up ku,"


Erkan terkekeh pelan saat melihat bibir Sheena yang memerah akibat ulahnya, dan juga lipstik Sang Princess yang menempel di area wajah serta bibirnya.


"Baiklah, walaupun aku tidak mau melepaskannya," ujar pasrah Erkan.


Sang Lord terlihat sangat berat hati, tapi mau bagaimana lagi- kedua nyonya dan tuan istana ini sudah menunggu mereka berdua.


"Ayo! Mommy pasti sudah menunggu kita."


Erkan mengangguk, pria itu terlihat pasrah- lalu menggandeng tangan istrinya keluar dari kamar mereka.



**MAKAN AKU BAAANNNGGGGG


HOLLA MET SIANG EPRIBADEH


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART

__ADS_1


MUUUAAACCHH😘😘**


__ADS_2